<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Film Memori Air: Kisah Nyata Trauma dan Kehilangan dari Perspektif Anak</title><description>Memori Air (The Water Fairy), sebuah film pendek karya sutradara Imam Syafi?? i, yang mendapatkan sambutan hangat dari penonton.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/09/206/3093959/film-memori-air-kisah-nyata-trauma-dan-kehilangan-dari-perspektif-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/09/206/3093959/film-memori-air-kisah-nyata-trauma-dan-kehilangan-dari-perspektif-anak"/><item><title>Film Memori Air: Kisah Nyata Trauma dan Kehilangan dari Perspektif Anak</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/09/206/3093959/film-memori-air-kisah-nyata-trauma-dan-kehilangan-dari-perspektif-anak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/09/206/3093959/film-memori-air-kisah-nyata-trauma-dan-kehilangan-dari-perspektif-anak</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2024 01:23 WIB</pubDate><dc:creator>Ayu Utami Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/09/206/3093959/film_memori_air-3Ftm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Film Memori Air: Kisah Nyata Trauma dan Kehilangan dari Perspektif Anak (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/09/206/3093959/film_memori_air-3Ftm_large.jpg</image><title>Film Memori Air: Kisah Nyata Trauma dan Kehilangan dari Perspektif Anak (Foto: ist)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) kembali digelar pada tahun 2024 dengan tema &amp;ldquo;Metanoia&amp;rdquo;, yang menggambarkan perubahan mendalam dan transformasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu film yang mencuri perhatian adalah Memori Air (The Water Fairy), sebuah film pendek karya sutradara Imam Syafi&amp;rsquo;i, yang mendapatkan sambutan hangat dari penonton.&#13;
&#13;
Memori Air mengangkat kisah persahabatan dua anak yang berubah drastis setelah sebuah insiden traumatis. Film ini mengikuti cerita Banyu, seorang anak yang dihantui rasa bersalah setelah menyaksikan kematian sahabatnya, Dhika.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Film Memori Air: Kisah Nyata Trauma dan Kehilangan dari Perspektif Anak&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam usahanya mencari pelarian dari kesedihan dan tuduhan ibu Dhika, Banyu terus kembali ke umbul&amp;mdash;lokasi kejadian tragis tersebut&amp;mdash;untuk mencari kedamaian dan penyelesaian atas trauma yang ia alami.&#13;
&#13;
Diproduksi oleh Thea Filisa dan Rivandy Kuswara, film ini melibatkan rumah produksi Ficcionaire Collective, Seven10 Media, dan Content Collision. Ceritanya terinspirasi dari pengalaman nyata seseorang yang dekat dengan pembuat film.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Film ini ingin menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendengar dan pemberi dukungan empatik saat anak-anak menghadapi masalah. Ini adalah kisah personal yang ingin saya bagikan agar pesan tersebut sampai,&amp;rdquo; jelas sutradara Imam Syafi&amp;rsquo;i dalam siaran pers pada Senin (9/12/2024).&#13;
&#13;
Pengambilan gambar dilakukan di kawasan Klaten, dengan latar alam dan budaya Jawa yang kental. Film ini juga menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utamanya, menciptakan kesan otentik yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu kami berharap film ini bisa menembus kancah internasional, khususnya dalam segmen yang berfokus pada film anak-anak,&amp;rdquo; ujar Imam Syafi&amp;rsquo;i.&#13;
&#13;
Kisah Trauma dari Perspektif Anak&#13;
&#13;
Produser Thea Filisa menjelaskan bahwa film ini berusaha menggambarkan perjuangan seorang anak menghadapi trauma kehilangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cara anak-anak memproses kehilangan mungkin sulit dipahami oleh orang dewasa. Namun, mereka butuh waktu dan pemahaman untuk melewati masa-masa sulit tersebut,&amp;rdquo; tambah Thea.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Memori Air menjadi bagian dari Layar Indonesiana, program JAFF yang menampilkan 10 film pendek lokal hasil kompetisi produksi film pendek Layar Indonesiana dari Kemendikbudristek (kini Kementerian Kebudayaan).&#13;
&#13;
Setiap film pendek dalam program ini telah melalui proses kurasi, mentoring, dan produksi oleh para ahli perfilman Tanah Air, menjadikannya karya berkualitas yang layak diapresiasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depannya, 10 film pendek kebanggaan Kementerian Kebudayaan ini akan dipromosikan di lebih banyak festival, baik nasional maupun internasional,&amp;rdquo; jelas pihak penyelenggara.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) kembali digelar pada tahun 2024 dengan tema &amp;ldquo;Metanoia&amp;rdquo;, yang menggambarkan perubahan mendalam dan transformasi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Salah satu film yang mencuri perhatian adalah Memori Air (The Water Fairy), sebuah film pendek karya sutradara Imam Syafi&amp;rsquo;i, yang mendapatkan sambutan hangat dari penonton.&#13;
&#13;
Memori Air mengangkat kisah persahabatan dua anak yang berubah drastis setelah sebuah insiden traumatis. Film ini mengikuti cerita Banyu, seorang anak yang dihantui rasa bersalah setelah menyaksikan kematian sahabatnya, Dhika.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
Film Memori Air: Kisah Nyata Trauma dan Kehilangan dari Perspektif Anak&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam usahanya mencari pelarian dari kesedihan dan tuduhan ibu Dhika, Banyu terus kembali ke umbul&amp;mdash;lokasi kejadian tragis tersebut&amp;mdash;untuk mencari kedamaian dan penyelesaian atas trauma yang ia alami.&#13;
&#13;
Diproduksi oleh Thea Filisa dan Rivandy Kuswara, film ini melibatkan rumah produksi Ficcionaire Collective, Seven10 Media, dan Content Collision. Ceritanya terinspirasi dari pengalaman nyata seseorang yang dekat dengan pembuat film.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Film ini ingin menekankan pentingnya peran orang tua sebagai pendengar dan pemberi dukungan empatik saat anak-anak menghadapi masalah. Ini adalah kisah personal yang ingin saya bagikan agar pesan tersebut sampai,&amp;rdquo; jelas sutradara Imam Syafi&amp;rsquo;i dalam siaran pers pada Senin (9/12/2024).&#13;
&#13;
Pengambilan gambar dilakukan di kawasan Klaten, dengan latar alam dan budaya Jawa yang kental. Film ini juga menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utamanya, menciptakan kesan otentik yang kuat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tentu kami berharap film ini bisa menembus kancah internasional, khususnya dalam segmen yang berfokus pada film anak-anak,&amp;rdquo; ujar Imam Syafi&amp;rsquo;i.&#13;
&#13;
Kisah Trauma dari Perspektif Anak&#13;
&#13;
Produser Thea Filisa menjelaskan bahwa film ini berusaha menggambarkan perjuangan seorang anak menghadapi trauma kehilangan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Cara anak-anak memproses kehilangan mungkin sulit dipahami oleh orang dewasa. Namun, mereka butuh waktu dan pemahaman untuk melewati masa-masa sulit tersebut,&amp;rdquo; tambah Thea.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Memori Air menjadi bagian dari Layar Indonesiana, program JAFF yang menampilkan 10 film pendek lokal hasil kompetisi produksi film pendek Layar Indonesiana dari Kemendikbudristek (kini Kementerian Kebudayaan).&#13;
&#13;
Setiap film pendek dalam program ini telah melalui proses kurasi, mentoring, dan produksi oleh para ahli perfilman Tanah Air, menjadikannya karya berkualitas yang layak diapresiasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ke depannya, 10 film pendek kebanggaan Kementerian Kebudayaan ini akan dipromosikan di lebih banyak festival, baik nasional maupun internasional,&amp;rdquo; jelas pihak penyelenggara.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
