<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Produser Believe, the Ultimate Battle Ungkap Sulitnya Produksi Film Perang di JAFF Market 2024&amp;nbsp;</title><description>Rumah produksi Bahagia Tanpa Drama turut berpartisipasi dalam gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/04/206/3092433/produser-believe-the-ultimate-battle-ungkap-sulitnya-produksi-film-perang-di-jaff-market-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/04/206/3092433/produser-believe-the-ultimate-battle-ungkap-sulitnya-produksi-film-perang-di-jaff-market-2024"/><item><title>Produser Believe, the Ultimate Battle Ungkap Sulitnya Produksi Film Perang di JAFF Market 2024&amp;nbsp;</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/04/206/3092433/produser-believe-the-ultimate-battle-ungkap-sulitnya-produksi-film-perang-di-jaff-market-2024</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/12/04/206/3092433/produser-believe-the-ultimate-battle-ungkap-sulitnya-produksi-film-perang-di-jaff-market-2024</guid><pubDate>Kamis 05 Desember 2024 00:12 WIB</pubDate><dc:creator>Paulina Lewi Maria Riyanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/12/04/206/3092433/film_believe_the_ultimate_battle-on6R_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Produser Believe, the Ultimate Battle Ungkap Sulitnya Produksi Film Perang di JAFF Market 2024&amp;nbsp; (Foto: ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/12/04/206/3092433/film_believe_the_ultimate_battle-on6R_large.jpeg</image><title>Produser Believe, the Ultimate Battle Ungkap Sulitnya Produksi Film Perang di JAFF Market 2024&amp;nbsp; (Foto: ist)</title></images><description>JAKARTA - Rumah produksi Bahagia Tanpa Drama turut berpartisipasi dalam gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market, yang berlangsung di booth E26, JEC Yogyakarta, pada 3-5 Desember 2024.&#13;
&#13;
Bahagia Tanpa Drama menawarkan layanan produksi bagi seluruh production house dan studio film yang ingin melakukan pengambilan gambar di Indonesia.&#13;
&#13;
Dengan pengalaman luas di dunia perfilman dari produser Celerina Judisari dan sineas Syaiful Wathan, Bahagia Tanpa Drama saat ini sedang menggarap film perang berjudul Believe, the Ultimate Battle.&#13;
&#13;
&#13;
Produser Believe, the Ultimate Battle Ungkap Sulitnya Produksi Film Perang di JAFF Market 2024&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film laga perang yang dijadwalkan tayang pada tahun 2025 ini turut dipromosikan di JAFF Market 2024, sebuah event yang mempertemukan berbagai sektor industri perfilman untuk memperkenalkan bisnis dan proyek-proyek mereka.&#13;
&#13;
Selama pameran di JAFF Market, Bahagia Tanpa Drama mengadakan sesi mengenai Manajemen Produksi. Meski jarang dibahas, materi yang disampaikan memiliki peran krusial dalam proses pembuatan film.&#13;
&#13;
Acara yang dipandu oleh Celerina Judisari ini mengangkat tema &amp;quot;Manajemen Produksi Film Perang,&amp;quot; berdasarkan pengalamannya dalam menggarap film Kadet 1947 dan Believe, The Ultimate Battle.&#13;
&#13;
Celerina mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam pembuatan film perang adalah mengelola sumber daya yang ada, sambil tetap menjaga kualitas dan integritas cerita.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana menyeimbangkan antara pengendalian budget dengan tuntutan otentikasi di film perang, menjadi tantangan tersendiri,&amp;rdquo; ujarnya&#13;
&#13;
Selain itu, menyampaikan cerita melalui visual yang tepat juga menjadi tantangan besar bagi para sineas film perang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlebih kita harus menyajikan visual yang memberikan tingkat keyakinan tinggi akan kebenaran dan fakta, tanpa terjebak menjadi sebuah film dokumenter.&amp;rdquo; jelas Celerina Judisari.&#13;
&#13;
Selama pergelaran acara, sesi sharing event ini pun dihadiri dengan antusias oleh mahasiswa ISI Yogyakarta, dosen-dosen, serta peserta umum lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Rumah produksi Bahagia Tanpa Drama turut berpartisipasi dalam gelaran Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market, yang berlangsung di booth E26, JEC Yogyakarta, pada 3-5 Desember 2024.&#13;
&#13;
Bahagia Tanpa Drama menawarkan layanan produksi bagi seluruh production house dan studio film yang ingin melakukan pengambilan gambar di Indonesia.&#13;
&#13;
Dengan pengalaman luas di dunia perfilman dari produser Celerina Judisari dan sineas Syaiful Wathan, Bahagia Tanpa Drama saat ini sedang menggarap film perang berjudul Believe, the Ultimate Battle.&#13;
&#13;
&#13;
Produser Believe, the Ultimate Battle Ungkap Sulitnya Produksi Film Perang di JAFF Market 2024&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Film laga perang yang dijadwalkan tayang pada tahun 2025 ini turut dipromosikan di JAFF Market 2024, sebuah event yang mempertemukan berbagai sektor industri perfilman untuk memperkenalkan bisnis dan proyek-proyek mereka.&#13;
&#13;
Selama pameran di JAFF Market, Bahagia Tanpa Drama mengadakan sesi mengenai Manajemen Produksi. Meski jarang dibahas, materi yang disampaikan memiliki peran krusial dalam proses pembuatan film.&#13;
&#13;
Acara yang dipandu oleh Celerina Judisari ini mengangkat tema &amp;quot;Manajemen Produksi Film Perang,&amp;quot; berdasarkan pengalamannya dalam menggarap film Kadet 1947 dan Believe, The Ultimate Battle.&#13;
&#13;
Celerina mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam pembuatan film perang adalah mengelola sumber daya yang ada, sambil tetap menjaga kualitas dan integritas cerita.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bagaimana menyeimbangkan antara pengendalian budget dengan tuntutan otentikasi di film perang, menjadi tantangan tersendiri,&amp;rdquo; ujarnya&#13;
&#13;
Selain itu, menyampaikan cerita melalui visual yang tepat juga menjadi tantangan besar bagi para sineas film perang.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terlebih kita harus menyajikan visual yang memberikan tingkat keyakinan tinggi akan kebenaran dan fakta, tanpa terjebak menjadi sebuah film dokumenter.&amp;rdquo; jelas Celerina Judisari.&#13;
&#13;
Selama pergelaran acara, sesi sharing event ini pun dihadiri dengan antusias oleh mahasiswa ISI Yogyakarta, dosen-dosen, serta peserta umum lainnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
