<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBI-ACT Gelar Bedah Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar dalam Malam Sastra Canberra</title><description>Malam Sastra yang digelar di Canberra, Australia digelar pada 2 November 2024.&#13;
&#13;
 &#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/04/33/3081843/bbi-act-gelar-bedah-novel-menolak-ayah-karya-ashadi-siregar-dalam-malam-sastra-canberra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/04/33/3081843/bbi-act-gelar-bedah-novel-menolak-ayah-karya-ashadi-siregar-dalam-malam-sastra-canberra"/><item><title>BBI-ACT Gelar Bedah Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar dalam Malam Sastra Canberra</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/04/33/3081843/bbi-act-gelar-bedah-novel-menolak-ayah-karya-ashadi-siregar-dalam-malam-sastra-canberra</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/04/33/3081843/bbi-act-gelar-bedah-novel-menolak-ayah-karya-ashadi-siregar-dalam-malam-sastra-canberra</guid><pubDate>Senin 04 November 2024 00:50 WIB</pubDate><dc:creator>Novita Melieyana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/04/33/3081843/bedah_novel_menolak_ayah-VHuB_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bedah Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar dalam Malam Sastra Canberra. (Foto: BBI-ACT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/04/33/3081843/bedah_novel_menolak_ayah-VHuB_large.jpg</image><title>Bedah Novel Menolak Ayah Karya Ashadi Siregar dalam Malam Sastra Canberra. (Foto: BBI-ACT)</title></images><description>CANBERRA - Novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dibedah dalam Malam Sastra yang digelar di Canberra, Australia, pada 2 November 2024. Ashadi selaku penulis novel itu hadir secara daring.&#13;
&#13;
Pakar sastra Jawa George Quinn dan Jennifer Lindsay yang merupakan penerjemah novel Menolak Ayah dalam bahasa Inggris tampil sebagai bintang tamu dalam diskusi tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Amrih Widodo, Presiden Balai Bahasa Indonesia ACT memandu jalannya acara Malam Sastra yang dihadiri komunitas pencinta sastra Indonesia di Canberra, termasuk dosen, mahasiswa, dan penggiat sastra.&#13;
&#13;
Para peserta disuguhi hidangan khas Batak sebelum memulai diskusi. Beberapa peserta bahkan mengenakan ulos untuk menghidupkan budaya Batak dalam novel tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memulai acara ini dengan bersantap bersama sehingga tercipta suasana hangat. Ini juga kesempatan bagi peserta untuk mengenal budaya Batak melalui kuliner,&amp;rdquo; ungkap Amrih Widodo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bedah Novel Menolak Ayah di Canberra, Australia, pada 2 November 2024. (Foto: BBI-ACT)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam ulasannya, George Quinn mengatakan, novel Menolak Ayah tak sekadar membahas hubungan ayah dan anak. Lebih dari itu, novel tersebut membahas konsep kebangsaan di awal terbentuknya Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Quinn menambahkan, novel Menolak Ayah merupakan salah satu karya sastra modern yang berupaya menjaga kemurnian bahasa Indonesia dari pengaruh bahasa lain, khususnya bahasa Jawa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Novel itu kemudian menjadi ajang negosiasi politik bahasa di mana percampuran budaya dan bahasa dipengaruhi kekuasaan. Sementara dari kacamata Ashadi Siregar, novel tersebut menggambarkan dua dunia.&#13;
&#13;
Pertama, dunia mikro yang membahas tentang perjalanan hidup anak Batak bernama Tondinihuta yang telah ditinggalkan ayahnya sejak kecil. Kedua, makro yang membahas situasi politik Indonesia di era &amp;lsquo;50 hingga &amp;lsquo;60-an.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ashadi Siregar menegaskan, tema utama dalam novelnya adalah perlawanan terhadap penindasan. Dalam Menolak Ayah, perlawanan tersebut disuarakannya lewat hegemoni bahasa Indonesia yang terkontaminasi bahasa Jawa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Novel Menolak Ayah dirilis Ashadi Siregar sekitar tahun 2018. Novel itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Jennifer Lindsay dengan judul Rejection: A Sumatran Odyssey.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bedah Novel Menolak Ayah di Canberra, Australia, pada 2 November 2024. (Foto: BBI-ACT)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Malam Sastra merupakan program rutin BBI-ACT yang mendapat dukungan dari KBRI Canberra. Program itu bertujuan untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman budaya pengajar dan pelajar Indonesia di Canberra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Mukhamad Najib mengatakan, BBI-ACT telah menggelar empat kali Malam Sastra dengan mengundang para sastrawan sebagai bintang tamu.*&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>CANBERRA - Novel Menolak Ayah karya Ashadi Siregar dibedah dalam Malam Sastra yang digelar di Canberra, Australia, pada 2 November 2024. Ashadi selaku penulis novel itu hadir secara daring.&#13;
&#13;
Pakar sastra Jawa George Quinn dan Jennifer Lindsay yang merupakan penerjemah novel Menolak Ayah dalam bahasa Inggris tampil sebagai bintang tamu dalam diskusi tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Sementara Amrih Widodo, Presiden Balai Bahasa Indonesia ACT memandu jalannya acara Malam Sastra yang dihadiri komunitas pencinta sastra Indonesia di Canberra, termasuk dosen, mahasiswa, dan penggiat sastra.&#13;
&#13;
Para peserta disuguhi hidangan khas Batak sebelum memulai diskusi. Beberapa peserta bahkan mengenakan ulos untuk menghidupkan budaya Batak dalam novel tersebut.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami memulai acara ini dengan bersantap bersama sehingga tercipta suasana hangat. Ini juga kesempatan bagi peserta untuk mengenal budaya Batak melalui kuliner,&amp;rdquo; ungkap Amrih Widodo.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bedah Novel Menolak Ayah di Canberra, Australia, pada 2 November 2024. (Foto: BBI-ACT)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam ulasannya, George Quinn mengatakan, novel Menolak Ayah tak sekadar membahas hubungan ayah dan anak. Lebih dari itu, novel tersebut membahas konsep kebangsaan di awal terbentuknya Indonesia.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Quinn menambahkan, novel Menolak Ayah merupakan salah satu karya sastra modern yang berupaya menjaga kemurnian bahasa Indonesia dari pengaruh bahasa lain, khususnya bahasa Jawa.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Novel itu kemudian menjadi ajang negosiasi politik bahasa di mana percampuran budaya dan bahasa dipengaruhi kekuasaan. Sementara dari kacamata Ashadi Siregar, novel tersebut menggambarkan dua dunia.&#13;
&#13;
Pertama, dunia mikro yang membahas tentang perjalanan hidup anak Batak bernama Tondinihuta yang telah ditinggalkan ayahnya sejak kecil. Kedua, makro yang membahas situasi politik Indonesia di era &amp;lsquo;50 hingga &amp;lsquo;60-an.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ashadi Siregar menegaskan, tema utama dalam novelnya adalah perlawanan terhadap penindasan. Dalam Menolak Ayah, perlawanan tersebut disuarakannya lewat hegemoni bahasa Indonesia yang terkontaminasi bahasa Jawa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Novel Menolak Ayah dirilis Ashadi Siregar sekitar tahun 2018. Novel itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Jennifer Lindsay dengan judul Rejection: A Sumatran Odyssey.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bedah Novel Menolak Ayah di Canberra, Australia, pada 2 November 2024. (Foto: BBI-ACT)&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Malam Sastra merupakan program rutin BBI-ACT yang mendapat dukungan dari KBRI Canberra. Program itu bertujuan untuk memperkaya pengetahuan dan pemahaman budaya pengajar dan pelajar Indonesia di Canberra.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Mukhamad Najib mengatakan, BBI-ACT telah menggelar empat kali Malam Sastra dengan mengundang para sastrawan sebagai bintang tamu.*&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
