<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tsania Marwa Akhirnya Ikhlas Lepas Hak Asuh Anak, Ini Alasannya</title><description>Tsania Marwa memutuskan untuk tidak lagi memperjuangkan hak asuh anak-anaknya dari Atalarik Syach demi kebaikan mereka.&#13;
</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/01/33/3081016/tsania-marwa-akhirnya-ikhlas-lepas-hak-asuh-anak-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/01/33/3081016/tsania-marwa-akhirnya-ikhlas-lepas-hak-asuh-anak-ini-alasannya"/><item><title>Tsania Marwa Akhirnya Ikhlas Lepas Hak Asuh Anak, Ini Alasannya</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/01/33/3081016/tsania-marwa-akhirnya-ikhlas-lepas-hak-asuh-anak-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/11/01/33/3081016/tsania-marwa-akhirnya-ikhlas-lepas-hak-asuh-anak-ini-alasannya</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2024 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amanah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/11/01/33/3081016/tsania_marwa-Vqed_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tsania Marwa Akhirnya Ikhlas Lepas Hak Asuh Anak, Ini Alasannya (Foto: IG Tsania)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/11/01/33/3081016/tsania_marwa-Vqed_large.jpg</image><title>Tsania Marwa Akhirnya Ikhlas Lepas Hak Asuh Anak, Ini Alasannya (Foto: IG Tsania)</title></images><description>JAKARTA - Tsania Marwa memutuskan untuk tidak lagi memperjuangkan hak asuh anak-anaknya dari Atalarik Syach demi kebaikan mereka. Ia tak ingin kondisi psikologis anak-anaknya terganggu karena konflik yang terjadi antara dirinya dan mantan suaminya.&#13;
&#13;
Tsania pun berbagi cerita tentang perjuangannya selama 7 tahun dalam menghadapi kasus hak asuh anak. Stres berkepanjangan membuatnya mengalami dampak fisik, seperti penurunan berat badan dan rambut rontok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara fisik, berat badan aku sempat turun. Rambut juga sempat rontok karena kondisi itu,&amp;rdquo; ungkap Tsania Marwa, dikutip dari Instagram @rumpi_ttv, Kamis (31/10/2024).&#13;
&#13;
&#13;
Tsania Marwa Akhirnya Ikhlas Lepas Hak Asuh Anak, Ini Alasannya&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini, Tsania semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental agar tubuhnya tetap sehat. Karena itu, ia tak ingin anak-anaknya mengalami gangguan mental akibat situasi yang mereka hadapi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut aku, mental itu bagian penting dari kesehatan kita. Ketika mental membaik, semuanya akan ikut membaik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mengikhlaskan bukanlah keputusan yang mudah bagi Tsania. Ia harus melalui masa-masa terpuruk, termasuk saat ia berusaha mengeksekusi keputusan hukum untuk membawa anak-anak kembali kepadanya. Namun, upayanya tersebut tak membuahkan hasil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aku perlu mengalami kejatuhan yang sangat dalam untuk bisa bangkit. Titik terendahku adalah saat eksekusi gagal di tahun 2021. Itu membuatku merasa benar-benar jatuh,&amp;rdquo; kenangnya.&#13;
&#13;
Akhirnya, Tsania menyadari bahwa yang bisa ia lakukan adalah merelakan, karena proses hukum sudah menemui jalan buntu dan anak-anaknya belum juga bersamanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di titik itu aku merasa ditampar oleh realita. Proses hukumku sudah mentok, dan anak-anak belum ada di sisi aku. Jadi itulah saatnya untuk give up,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Meski sulit, Tsania memilih untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan melanjutkan pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan untuk give up harus diikuti dengan penerimaan batin. Proses itu berat, tetapi aku berhasil bangkit pelan-pelan dan memutuskan untuk kuliah lagi,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tsania Marwa memutuskan untuk tidak lagi memperjuangkan hak asuh anak-anaknya dari Atalarik Syach demi kebaikan mereka. Ia tak ingin kondisi psikologis anak-anaknya terganggu karena konflik yang terjadi antara dirinya dan mantan suaminya.&#13;
&#13;
Tsania pun berbagi cerita tentang perjuangannya selama 7 tahun dalam menghadapi kasus hak asuh anak. Stres berkepanjangan membuatnya mengalami dampak fisik, seperti penurunan berat badan dan rambut rontok.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Secara fisik, berat badan aku sempat turun. Rambut juga sempat rontok karena kondisi itu,&amp;rdquo; ungkap Tsania Marwa, dikutip dari Instagram @rumpi_ttv, Kamis (31/10/2024).&#13;
&#13;
&#13;
Tsania Marwa Akhirnya Ikhlas Lepas Hak Asuh Anak, Ini Alasannya&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kini, Tsania semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental agar tubuhnya tetap sehat. Karena itu, ia tak ingin anak-anaknya mengalami gangguan mental akibat situasi yang mereka hadapi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menurut aku, mental itu bagian penting dari kesehatan kita. Ketika mental membaik, semuanya akan ikut membaik,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Mengikhlaskan bukanlah keputusan yang mudah bagi Tsania. Ia harus melalui masa-masa terpuruk, termasuk saat ia berusaha mengeksekusi keputusan hukum untuk membawa anak-anak kembali kepadanya. Namun, upayanya tersebut tak membuahkan hasil.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Aku perlu mengalami kejatuhan yang sangat dalam untuk bisa bangkit. Titik terendahku adalah saat eksekusi gagal di tahun 2021. Itu membuatku merasa benar-benar jatuh,&amp;rdquo; kenangnya.&#13;
&#13;
Akhirnya, Tsania menyadari bahwa yang bisa ia lakukan adalah merelakan, karena proses hukum sudah menemui jalan buntu dan anak-anaknya belum juga bersamanya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di titik itu aku merasa ditampar oleh realita. Proses hukumku sudah mentok, dan anak-anak belum ada di sisi aku. Jadi itulah saatnya untuk give up,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Meski sulit, Tsania memilih untuk bangkit dan menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satu caranya adalah dengan melanjutkan pendidikan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Keputusan untuk give up harus diikuti dengan penerimaan batin. Proses itu berat, tetapi aku berhasil bangkit pelan-pelan dan memutuskan untuk kuliah lagi,&amp;rdquo; tutupnya.&#13;
&#13;
&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
