<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LSF Ungkap Alasan Loloskan Film Vina: Sebelum 7 Hari yang Kini Tuai Kontroversi</title><description>Lembaga Sensor Film angkat bicara terkait film Vina: Sebelum 7 Hari yang lolos untuk ditayangkan di bioskop.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/06/03/206/3016756/lsf-ungkap-alasan-loloskan-film-i-vina-sebelum-7-hari-i-yang-kini-tuai-kontroversi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/06/03/206/3016756/lsf-ungkap-alasan-loloskan-film-i-vina-sebelum-7-hari-i-yang-kini-tuai-kontroversi"/><item><title>LSF Ungkap Alasan Loloskan Film Vina: Sebelum 7 Hari yang Kini Tuai Kontroversi</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/06/03/206/3016756/lsf-ungkap-alasan-loloskan-film-i-vina-sebelum-7-hari-i-yang-kini-tuai-kontroversi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/06/03/206/3016756/lsf-ungkap-alasan-loloskan-film-i-vina-sebelum-7-hari-i-yang-kini-tuai-kontroversi</guid><pubDate>Senin 03 Juni 2024 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Ayu Utami Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/06/03/206/3016756/lsf-ungkap-alasan-loloskan-film-vina-sebelum-7-hari-yang-kini-tuai-kontroversi-AvNQ3S0vUJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Lembaga Sensor Film loloskan film {Vina: Sebelum 7 Hari} (Foto: Ayu Utami/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/06/03/206/3016756/lsf-ungkap-alasan-loloskan-film-vina-sebelum-7-hari-yang-kini-tuai-kontroversi-AvNQ3S0vUJ.jpg</image><title>Alasan Lembaga Sensor Film loloskan film {Vina: Sebelum 7 Hari} (Foto: Ayu Utami/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Film horor bertajuk Vina: Sebelum 7 Hari sukses menjadi sorotan sejak awal penayangan hingga saat ini. Bahkan, film yang diangkat dari kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap mendiang Vina di Cirebon itu dianggap cukup kontroversial.
Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat sejumlah adegan yang dinilai mengeksploitasi kekerasan terhadap wanita. Meski begitu, film Vina memang sudah dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF).

BACA JUGA:
Film Vina: Sebelum 7 Hari Diadukan ke Bareskrim Polri Usai Dianggap Bikin Gaduh

Ketua Komisi I LSF, Nasrullah mengatakan bahwa pihaknya meloloskan film tersebut karena adegannya sesuai dengan proporsinya dan masuk klasifikasi usia 17 tahun ke atas.
Itulah yang menjadi alasan mengapa LSF meloloskan film Vina Sebelum Tujuh Hari.

Alasan Lembaga Sensor Film loloskan film {Vina: Sebelum 7 Hari} (Foto: Dee Company)
&quot;Ada empat kriterianya film itu diloloskan, adegan dialog cocok untuk 17 tahun kalau ada kekerasan dan pornografi itu disajikan secara proporsional,&quot; kata Nasrullah dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/5/2024).
Salah satu cuplikan adegan yang viral di media sosial yaitu mengandung adegan kekerasan hingga adegan pemerkosaan terhadap karakter Vina.

BACA JUGA:
Anggy Umbara Berharap Film Vina: Sebelum 7 Hari Bisa Tegakkan Keadilan Bagi Keluarga Korban

Nasrullah menilai adegan tersebut tidak difilmkan segera gamblang. Sehingga film garapan Anggy Umbara itu masih bisa diterima.
&quot;Ketika mau diperkosa saya tidak melihat adegan tidak ada sehelai benang pun di tubuh (karakter) Eky dan Vina,&quot; jelas Nasrullah.
&quot;Itu sudut pengambilan gambar dari wajah Vina memang Vina diambil gambar shoot-nya dari bawah. Kalau pornografi (kita) gak lihat juga tapi orang lihatnya ini diperkosa, tapi di kepala,&quot; lanjutnya.Dalam kesempatan yang sama Ketua LSF Rommy Fibry Hardiyanto, mengatakan jika film tersebut diloloskan dengan klasifikasi semua umur barulah itu bisa menjadi masalah.

BACA JUGA:
ALMI Berharap Pemerintah Tarik Izin Penayangan Film Vina: Sebelum 7 Hari

&quot;Kalau film sekelas itu adegannya diberi klasifikasi semua umur hingga anak-anak nonton nah itu tentu akan bermasalah,&quot; terang Rommy.
&quot;Tapi karena adegan yang ada dengan proporsi adegan yang ada maka alasan mengklasifikasikan 17 tahun ke atas,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Film horor bertajuk Vina: Sebelum 7 Hari sukses menjadi sorotan sejak awal penayangan hingga saat ini. Bahkan, film yang diangkat dari kasus pembunuhan dan pemerkosaan terhadap mendiang Vina di Cirebon itu dianggap cukup kontroversial.
Bukan tanpa alasan, pasalnya terdapat sejumlah adegan yang dinilai mengeksploitasi kekerasan terhadap wanita. Meski begitu, film Vina memang sudah dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF).

BACA JUGA:
Film Vina: Sebelum 7 Hari Diadukan ke Bareskrim Polri Usai Dianggap Bikin Gaduh

Ketua Komisi I LSF, Nasrullah mengatakan bahwa pihaknya meloloskan film tersebut karena adegannya sesuai dengan proporsinya dan masuk klasifikasi usia 17 tahun ke atas.
Itulah yang menjadi alasan mengapa LSF meloloskan film Vina Sebelum Tujuh Hari.

Alasan Lembaga Sensor Film loloskan film {Vina: Sebelum 7 Hari} (Foto: Dee Company)
&quot;Ada empat kriterianya film itu diloloskan, adegan dialog cocok untuk 17 tahun kalau ada kekerasan dan pornografi itu disajikan secara proporsional,&quot; kata Nasrullah dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/5/2024).
Salah satu cuplikan adegan yang viral di media sosial yaitu mengandung adegan kekerasan hingga adegan pemerkosaan terhadap karakter Vina.

BACA JUGA:
Anggy Umbara Berharap Film Vina: Sebelum 7 Hari Bisa Tegakkan Keadilan Bagi Keluarga Korban

Nasrullah menilai adegan tersebut tidak difilmkan segera gamblang. Sehingga film garapan Anggy Umbara itu masih bisa diterima.
&quot;Ketika mau diperkosa saya tidak melihat adegan tidak ada sehelai benang pun di tubuh (karakter) Eky dan Vina,&quot; jelas Nasrullah.
&quot;Itu sudut pengambilan gambar dari wajah Vina memang Vina diambil gambar shoot-nya dari bawah. Kalau pornografi (kita) gak lihat juga tapi orang lihatnya ini diperkosa, tapi di kepala,&quot; lanjutnya.Dalam kesempatan yang sama Ketua LSF Rommy Fibry Hardiyanto, mengatakan jika film tersebut diloloskan dengan klasifikasi semua umur barulah itu bisa menjadi masalah.

BACA JUGA:
ALMI Berharap Pemerintah Tarik Izin Penayangan Film Vina: Sebelum 7 Hari

&quot;Kalau film sekelas itu adegannya diberi klasifikasi semua umur hingga anak-anak nonton nah itu tentu akan bermasalah,&quot; terang Rommy.
&quot;Tapi karena adegan yang ada dengan proporsi adegan yang ada maka alasan mengklasifikasikan 17 tahun ke atas,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
