<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenparekraf Berencana Beri Intensif kepada Rumah Produksi demi Kemajuan Industri Film</title><description>Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tengah menggenjot salah satu kebijakan untuk memberikan intensif kepada rumah produksi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/05/13/206/3007664/kemenparekraf-berencana-beri-intensif-kepada-rumah-produksi-demi-kemajuan-industri-film</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/05/13/206/3007664/kemenparekraf-berencana-beri-intensif-kepada-rumah-produksi-demi-kemajuan-industri-film"/><item><title>Kemenparekraf Berencana Beri Intensif kepada Rumah Produksi demi Kemajuan Industri Film</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/05/13/206/3007664/kemenparekraf-berencana-beri-intensif-kepada-rumah-produksi-demi-kemajuan-industri-film</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/05/13/206/3007664/kemenparekraf-berencana-beri-intensif-kepada-rumah-produksi-demi-kemajuan-industri-film</guid><pubDate>Senin 13 Mei 2024 09:42 WIB</pubDate><dc:creator>Selvianus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/05/13/206/3007664/kemenparekraf-berencana-beri-intensif-kepada-rumah-produksi-demi-kemajuan-industri-film-espMgR5zld.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenparekraf berencana berikan intensif kepada rumah produksi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/05/13/206/3007664/kemenparekraf-berencana-beri-intensif-kepada-rumah-produksi-demi-kemajuan-industri-film-espMgR5zld.jpg</image><title>Kemenparekraf berencana berikan intensif kepada rumah produksi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp; - Industri perfilman di Tanah Air sejauh ini mengalami perkembangan cukup pesat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tengah menggenjot salah satu kebijakan untuk memberikan intensif kepada rumah produksi.
Namun kini, rencana itu masih menemui hambatan karena belum disetujui oleh Kementerian Keuangan.
&quot;Kita sudah mendorong dengan beberapa kebijakan tetapi satu kebijakan mengenai cashback yang belum kita push, mudah-mudahan  sebelum pemerintahan Pak Jokowi Oktober ini bisa disetujui oleh Kementerian Keuangan,&quot; kata Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Senayan Jakarta Pusat.

BACA JUGA:
Cinta Laura Beberkan Pentingnya Keterlibatan Insan Perfilman Indonesia di Festival Film Dunia


&quot;Kita ingin memberikan insentif kepada para sineas untuk syuting di destinasi - destinasi yang kita unggulkan dan dengan intensif ini mudah-mudahan lebih banyak film kita dan kualitasnya bisa berdampak pada produksi,&quot; lanjut dia.
Sandiaga mengatakan rencana intensif bakal diberikan itu mencapai 25 persen, bertujuan untuk membantu biaya pengeluaran sebuah rumah produksi ketika menggarap sebuah film.
Besar harapannya, agar film-film Indonesia dapat bersaing dengan film - film luar di kancah internasional.
&quot;Kita mengajukannya waktu itu sampai April cashbacknya sampai 25 persen daripada cost dikeluarkan sebuah production,&quot; papar Sandiaga.
&quot;Mudah-mudahan bisa membantu cash flow yang ada dari film makers karena dengan intensif tersebut bisa bersaing dan bisa berkompetisi dengan destinasi-destinasi lain yang mendorong pola yang sama,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hannah Al Rashid dan Reza Hilman Ungkap Angkernya Lokasi Syuting Film Marni: The Story of Wewe Gombel
Kendati masih belum mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, Sandiaga terus mendorong agar kebijakan untuk memberikan intensif kepada rumah produksi agar segera disetujui oleh Kementerian terkait.
&quot;Saya sudah mengajukan hampir dua tahun lalu mudah-mudahan dorongan dari teman-teman media juga agar rekan-rekan kami di pemerintahan bisa menyetujui,&quot; terang Sandiaga.
&quot;Hanya di mejanya Bu Menteri Keuangan, peraturannya lagi di revisi tetapi kita dorong supaya Menteri Keuangan bisa melihat film ini bisa sebagai identitas bangsa,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Pasangan Artis Indonesia Menikah di Bali karena Beda Agama
</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp; - Industri perfilman di Tanah Air sejauh ini mengalami perkembangan cukup pesat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tengah menggenjot salah satu kebijakan untuk memberikan intensif kepada rumah produksi.
Namun kini, rencana itu masih menemui hambatan karena belum disetujui oleh Kementerian Keuangan.
&quot;Kita sudah mendorong dengan beberapa kebijakan tetapi satu kebijakan mengenai cashback yang belum kita push, mudah-mudahan  sebelum pemerintahan Pak Jokowi Oktober ini bisa disetujui oleh Kementerian Keuangan,&quot; kata Sandiaga Uno saat ditemui di kawasan Senayan Jakarta Pusat.

BACA JUGA:
Cinta Laura Beberkan Pentingnya Keterlibatan Insan Perfilman Indonesia di Festival Film Dunia


&quot;Kita ingin memberikan insentif kepada para sineas untuk syuting di destinasi - destinasi yang kita unggulkan dan dengan intensif ini mudah-mudahan lebih banyak film kita dan kualitasnya bisa berdampak pada produksi,&quot; lanjut dia.
Sandiaga mengatakan rencana intensif bakal diberikan itu mencapai 25 persen, bertujuan untuk membantu biaya pengeluaran sebuah rumah produksi ketika menggarap sebuah film.
Besar harapannya, agar film-film Indonesia dapat bersaing dengan film - film luar di kancah internasional.
&quot;Kita mengajukannya waktu itu sampai April cashbacknya sampai 25 persen daripada cost dikeluarkan sebuah production,&quot; papar Sandiaga.
&quot;Mudah-mudahan bisa membantu cash flow yang ada dari film makers karena dengan intensif tersebut bisa bersaing dan bisa berkompetisi dengan destinasi-destinasi lain yang mendorong pola yang sama,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hannah Al Rashid dan Reza Hilman Ungkap Angkernya Lokasi Syuting Film Marni: The Story of Wewe Gombel
Kendati masih belum mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan, Sandiaga terus mendorong agar kebijakan untuk memberikan intensif kepada rumah produksi agar segera disetujui oleh Kementerian terkait.
&quot;Saya sudah mengajukan hampir dua tahun lalu mudah-mudahan dorongan dari teman-teman media juga agar rekan-rekan kami di pemerintahan bisa menyetujui,&quot; terang Sandiaga.
&quot;Hanya di mejanya Bu Menteri Keuangan, peraturannya lagi di revisi tetapi kita dorong supaya Menteri Keuangan bisa melihat film ini bisa sebagai identitas bangsa,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Pasangan Artis Indonesia Menikah di Bali karena Beda Agama
</content:encoded></item></channel></rss>
