<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sindir Pengkhianat Lewat Alunan Rock Alternatif, Sand Flowers Rilis Single Blasphemy</title><description>Sand Flowers rilis single baru, 'Blasphemy'.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/21/205/2986504/sindir-pengkhianat-lewat-alunan-rock-alternatif-sand-flowers-rilis-single-blasphemy</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/21/205/2986504/sindir-pengkhianat-lewat-alunan-rock-alternatif-sand-flowers-rilis-single-blasphemy"/><item><title>Sindir Pengkhianat Lewat Alunan Rock Alternatif, Sand Flowers Rilis Single Blasphemy</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/21/205/2986504/sindir-pengkhianat-lewat-alunan-rock-alternatif-sand-flowers-rilis-single-blasphemy</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/21/205/2986504/sindir-pengkhianat-lewat-alunan-rock-alternatif-sand-flowers-rilis-single-blasphemy</guid><pubDate>Jum'at 22 Maret 2024 02:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/21/205/2986504/sindir-pengkhianat-lewat-alunan-rock-alternatif-sand-flowers-rilis-single-blasphemy-BnXyUXPwGY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sand Flowers merilis single bertajuk Blasphemy (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/21/205/2986504/sindir-pengkhianat-lewat-alunan-rock-alternatif-sand-flowers-rilis-single-blasphemy-BnXyUXPwGY.jpg</image><title>Sand Flowers merilis single bertajuk Blasphemy (Foto: Ist)</title></images><description>DEPOK - Band rock alternatif asal Depok, Jawa Barat. Sand Flowers kembali menunjukan keseriusannya di belantika musik Indonesia. Setelah sukses merilis single perdana berjudul &quot;Poltangan Kemayoran&quot;, mereka pun kembali dengan karya teranyar pada 16 Maret 2024.

Band yang digawangi Bryan (vokal), Boen Haw (gitar), Ilyas (gitar), Fazra (bass), dan Aliefand (drum) ini resmi memperkenalkan &quot;Blasphemy&quot; sebagai gagasan baru di 2024.


BACA JUGA:
Nuca Rilis Single Perisai, Cocok untuk Kaum Bucin



Dikemas dengan lirik bahasa Inggris, &quot;Blasphemy&quot; sarat akan jeritan vokal serta aransemen menyentuh. Bagi mereka, hal itu tak menjadi soal ketika memilih rock sebagai induk genre musik yang diusung sejak 2019.

&quot;Kami baru saja merilis single terbaru berjudul &quot;Blasphemy&quot; pada tanggal 16 Maret 2024, lagu ini cukup berbeda dari single sebelumnya. Disini kami mencoba lebih berani dalam menyusun dua elemen penting dalam musik yaitu lirik dan aransemen,&quot; ujar vokalis Sand Flowers, Bryan kepada MNC Portal Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis, 21 Maret 2024.


Sand Flowers merilis single bertajuk Blasphemy (Foto: Ist)

Ada yang menarik dalam proses penggarapan &quot;Blasphemy&quot;. Kelima personel Sand Flowers kompak berbagi ide saat menggagas &quot;Blasphemy&quot;.

&quot;Semua yang terdengar, terinspirasi dari nada-nada yang terlintas dipikiran kami dalam mewujudkan karya-karya musik yang penuh makna,&quot; tutur Boen Haw selaku gitaris Sand Flowers.

Jika ditelisik, &quot;Blasphemy&quot; membahas soal pengkhianatan yang kerap terjadi dalam beberapa sisi kehidupan. Tak ayal lagi, dampak pengkhianatan itu acap kali meninggalkan rasa sakit yang mendalam.


BACA JUGA:
Rilis Single 123, Ravi Andika Singgung Pemilu 2024



&quot;Blasphemy merupakan lagu yang menceritakan tentang pengkhianatan yang menyakitkan dan penuh kebohongan. Bukan hanya sebuah lagu tentang pengkhianatan, tetapi juga sebuah refleksi dari realitas kehidupan,&quot; jelas Ilyas.

&quot;Sand Flowers ingin menunjukkan kepada para pendengar bahwa pengkhianatan dapat terjadi pada siapa saja, dan penting untuk tetap tegar dan bangkit kembali setelah mengalami hal tersebut,&quot; sahut Aliefand.Hal senada juga disampaikan sang bassist, Fazra. Sejatinya, kata dia, pengkhianatan adalah hal yang sukar dilakukan bagi setiap insan.

&quot;Sand Flowers ingin menyampaikan pesan bahwa pengkhianatan adalah hal yang tidak boleh dilakukan, dan lagu ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua orang,&quot; tandasnya.

Sebagai informasi, single terbaru Sand Flowers, &amp;ldquo;Blasphemy&amp;rdquo; sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital.</description><content:encoded>DEPOK - Band rock alternatif asal Depok, Jawa Barat. Sand Flowers kembali menunjukan keseriusannya di belantika musik Indonesia. Setelah sukses merilis single perdana berjudul &quot;Poltangan Kemayoran&quot;, mereka pun kembali dengan karya teranyar pada 16 Maret 2024.

Band yang digawangi Bryan (vokal), Boen Haw (gitar), Ilyas (gitar), Fazra (bass), dan Aliefand (drum) ini resmi memperkenalkan &quot;Blasphemy&quot; sebagai gagasan baru di 2024.


BACA JUGA:
Nuca Rilis Single Perisai, Cocok untuk Kaum Bucin



Dikemas dengan lirik bahasa Inggris, &quot;Blasphemy&quot; sarat akan jeritan vokal serta aransemen menyentuh. Bagi mereka, hal itu tak menjadi soal ketika memilih rock sebagai induk genre musik yang diusung sejak 2019.

&quot;Kami baru saja merilis single terbaru berjudul &quot;Blasphemy&quot; pada tanggal 16 Maret 2024, lagu ini cukup berbeda dari single sebelumnya. Disini kami mencoba lebih berani dalam menyusun dua elemen penting dalam musik yaitu lirik dan aransemen,&quot; ujar vokalis Sand Flowers, Bryan kepada MNC Portal Indonesia di Depok, Jawa Barat, Kamis, 21 Maret 2024.


Sand Flowers merilis single bertajuk Blasphemy (Foto: Ist)

Ada yang menarik dalam proses penggarapan &quot;Blasphemy&quot;. Kelima personel Sand Flowers kompak berbagi ide saat menggagas &quot;Blasphemy&quot;.

&quot;Semua yang terdengar, terinspirasi dari nada-nada yang terlintas dipikiran kami dalam mewujudkan karya-karya musik yang penuh makna,&quot; tutur Boen Haw selaku gitaris Sand Flowers.

Jika ditelisik, &quot;Blasphemy&quot; membahas soal pengkhianatan yang kerap terjadi dalam beberapa sisi kehidupan. Tak ayal lagi, dampak pengkhianatan itu acap kali meninggalkan rasa sakit yang mendalam.


BACA JUGA:
Rilis Single 123, Ravi Andika Singgung Pemilu 2024



&quot;Blasphemy merupakan lagu yang menceritakan tentang pengkhianatan yang menyakitkan dan penuh kebohongan. Bukan hanya sebuah lagu tentang pengkhianatan, tetapi juga sebuah refleksi dari realitas kehidupan,&quot; jelas Ilyas.

&quot;Sand Flowers ingin menunjukkan kepada para pendengar bahwa pengkhianatan dapat terjadi pada siapa saja, dan penting untuk tetap tegar dan bangkit kembali setelah mengalami hal tersebut,&quot; sahut Aliefand.Hal senada juga disampaikan sang bassist, Fazra. Sejatinya, kata dia, pengkhianatan adalah hal yang sukar dilakukan bagi setiap insan.

&quot;Sand Flowers ingin menyampaikan pesan bahwa pengkhianatan adalah hal yang tidak boleh dilakukan, dan lagu ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi semua orang,&quot; tandasnya.

Sebagai informasi, single terbaru Sand Flowers, &amp;ldquo;Blasphemy&amp;rdquo; sudah bisa didengarkan di seluruh platform musik digital.</content:encoded></item></channel></rss>
