<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taylor Swift Dibayar Rp47 M Per Hari Untuk Konser di Singapura</title><description>Taylor Swift mendapatkan honor Rp47 miliar per hari selama menjalani konser di Singapura, mulai 2-9 Maret 2024.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/07/33/2980249/taylor-swift-dibayar-rp47-m-per-hari-untuk-konser-di-singapura</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/07/33/2980249/taylor-swift-dibayar-rp47-m-per-hari-untuk-konser-di-singapura"/><item><title>Taylor Swift Dibayar Rp47 M Per Hari Untuk Konser di Singapura</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/07/33/2980249/taylor-swift-dibayar-rp47-m-per-hari-untuk-konser-di-singapura</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/03/07/33/2980249/taylor-swift-dibayar-rp47-m-per-hari-untuk-konser-di-singapura</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Wiwie Heriyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/33/2980249/taylor-swift-dibayar-rp47-m-per-hari-untuk-konser-di-singapura-FuvF78CeH9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Taylor Swift dibayar Rp47 M per hari selama konser di Singapura (Foto: Instagram/taylorswift)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/33/2980249/taylor-swift-dibayar-rp47-m-per-hari-untuk-konser-di-singapura-FuvF78CeH9.jpg</image><title>Taylor Swift dibayar Rp47 M per hari selama konser di Singapura (Foto: Instagram/taylorswift)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Konser Taylor Swift di Singapura sukses menyita perhatian dunia. Bukan hanya&amp;nbsp; karena pertunjukkan musik nan spektakuler, namun juga lantaran penghasilan fantastis yang didapatkannya dari konser tersebut.

Usut punya usut, Taylor Swift dibayar hingga 3 juta USD alias nyaris Rp47 miliar per pertunjukkan atau per hari selama menggelar konser di sana.


BACA JUGA:
Lisa BLACKPINK Foto Bareng Taylor Swift di Eras Tour Singapura



Seperti diketahui, Pemerintah Singapura sampai &amp;lsquo;membooking&amp;rsquo; musisi pop asal Amerika Serikat itu untuk konser di sana hingga 6 hari lamanya, mulai dari 2-9 Maret 2024. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin di sebuah forum bisnis bulan lalu.

Menurut mereka, pihak berwenang Singapura mengatakan, dewan pariwisatanya memang sengaja mengucurkan dana hibah untuk mendukung kesuksesan konser Swift di sana. Pasalnya, konser Taylor Swift digadang-gadang memberikan efek luar biasa bagi peningkatan perekonomian negara alias manfaat besar untuk segala sektor. Mulai dari pariwisata, perhotelan, ritel, hingga kuliner.


Taylor Swift dibayar Rp47 M per hari selama konser di Singapura (Foto: Instagram/taylorswift)
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hal ini kemungkinan besar akan menghasilkan manfaat yang signifikan bagi perekonomian Singapura,&amp;rdquo; kata Kementerian Kebudayaan dan Dewan Pariwisata Singapura, dilansir dari laman Business Insider, Kamis, (7/3/2024).

&amp;ldquo;Terutama bagi kegiatan pariwisata seperti perhotelan, ritel, perjalanan, dan kuliner, seperti yang terjadi di kota-kota lain di mana Taylor Swift pernah tampil,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Prilly Latuconsina Teriak Hingga Menangis saat Nonton Konser Taylor Swift: Mimpiku Jadi Kenyataan



Diketahui, ada lebih dari 300.000 tiket konser Taylor Swift di Singapura ludes terjual. Namun, ini bukan hanya soal uang.
Rupanya, menurut para pakar pariwisata, pengaruh budaya konser besar seperti Swift membantu membangun status Singapura sebagai tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Padahal, Singapura dianggap kurang terkenal sebagai tujuan wisata paling menarik.FOMO tersebut juga tampaknya meluas ke Indonesia. Pasalnya, Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga sempat mengatakan kepada Bloomberg TV bulan lalu, bahwa Indonesia juga membutuhkan Swiftonomics untuk pariwisata.

Pihaknya bahkan telah mempertimbangkan lebih banyak insentif untuk acara besar seperti konser.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Konser Taylor Swift di Singapura sukses menyita perhatian dunia. Bukan hanya&amp;nbsp; karena pertunjukkan musik nan spektakuler, namun juga lantaran penghasilan fantastis yang didapatkannya dari konser tersebut.

Usut punya usut, Taylor Swift dibayar hingga 3 juta USD alias nyaris Rp47 miliar per pertunjukkan atau per hari selama menggelar konser di sana.


BACA JUGA:
Lisa BLACKPINK Foto Bareng Taylor Swift di Eras Tour Singapura



Seperti diketahui, Pemerintah Singapura sampai &amp;lsquo;membooking&amp;rsquo; musisi pop asal Amerika Serikat itu untuk konser di sana hingga 6 hari lamanya, mulai dari 2-9 Maret 2024. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin di sebuah forum bisnis bulan lalu.

Menurut mereka, pihak berwenang Singapura mengatakan, dewan pariwisatanya memang sengaja mengucurkan dana hibah untuk mendukung kesuksesan konser Swift di sana. Pasalnya, konser Taylor Swift digadang-gadang memberikan efek luar biasa bagi peningkatan perekonomian negara alias manfaat besar untuk segala sektor. Mulai dari pariwisata, perhotelan, ritel, hingga kuliner.


Taylor Swift dibayar Rp47 M per hari selama konser di Singapura (Foto: Instagram/taylorswift)
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hal ini kemungkinan besar akan menghasilkan manfaat yang signifikan bagi perekonomian Singapura,&amp;rdquo; kata Kementerian Kebudayaan dan Dewan Pariwisata Singapura, dilansir dari laman Business Insider, Kamis, (7/3/2024).

&amp;ldquo;Terutama bagi kegiatan pariwisata seperti perhotelan, ritel, perjalanan, dan kuliner, seperti yang terjadi di kota-kota lain di mana Taylor Swift pernah tampil,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Prilly Latuconsina Teriak Hingga Menangis saat Nonton Konser Taylor Swift: Mimpiku Jadi Kenyataan



Diketahui, ada lebih dari 300.000 tiket konser Taylor Swift di Singapura ludes terjual. Namun, ini bukan hanya soal uang.
Rupanya, menurut para pakar pariwisata, pengaruh budaya konser besar seperti Swift membantu membangun status Singapura sebagai tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi.

Padahal, Singapura dianggap kurang terkenal sebagai tujuan wisata paling menarik.FOMO tersebut juga tampaknya meluas ke Indonesia. Pasalnya, Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno juga sempat mengatakan kepada Bloomberg TV bulan lalu, bahwa Indonesia juga membutuhkan Swiftonomics untuk pariwisata.

Pihaknya bahkan telah mempertimbangkan lebih banyak insentif untuk acara besar seperti konser.</content:encoded></item></channel></rss>
