<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ganjar Pranowo Hidupkan Dono Warkop di Panggung Hajatan Rakyat Semarang</title><description>Ganjar Pranowo mencuri perhatian massa lewat kaos bernuansa Dono Warkop yang dikenakannya dalam Hajatan Rakyat.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/02/10/33/2968446/ganjar-pranowo-hidupkan-dono-warkop-di-panggung-hajatan-rakyat-semarang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/02/10/33/2968446/ganjar-pranowo-hidupkan-dono-warkop-di-panggung-hajatan-rakyat-semarang"/><item><title>Ganjar Pranowo Hidupkan Dono Warkop di Panggung Hajatan Rakyat Semarang</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/02/10/33/2968446/ganjar-pranowo-hidupkan-dono-warkop-di-panggung-hajatan-rakyat-semarang</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/02/10/33/2968446/ganjar-pranowo-hidupkan-dono-warkop-di-panggung-hajatan-rakyat-semarang</guid><pubDate>Sabtu 10 Februari 2024 21:50 WIB</pubDate><dc:creator>Devi Ari Rahmadhani </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/10/33/2968446/ganjar-pranowo-hidupkan-dono-warkop-di-panggung-hajatan-rakyat-semarang-bACdIS9usn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo hidupkan Dono Warkop di panggung Hajatan Rakyat Semarang. (Foto: MNC Portal Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/10/33/2968446/ganjar-pranowo-hidupkan-dono-warkop-di-panggung-hajatan-rakyat-semarang-bACdIS9usn.jpg</image><title>Ganjar Pranowo hidupkan Dono Warkop di panggung Hajatan Rakyat Semarang. (Foto: MNC Portal Indonesia)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMC8xLzE3NzEyMi81L3g4c2hjMTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG- Ganjar Pranowo mencuri perhatian publik saat menghadiri Hajatan Rakyat yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/02/2024).&amp;nbsp;
Ganjar membuka jaket bomber hijau army yang dikenakannya dan kaus putih bertuliskan Join Us We Fight for a Clean Government&amp;nbsp;(Bergabung dengan kami, karena kami berjuang untuk pemerintahan yang bersih) pun terlihat.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Duet Bareng Ganjar Pranowo, Slank Tutup Hajatan Rakyat di Semarang

Kalimat dalam kaus yang dikenakan Ganjar Pranowo itu ternyata sama persis seperti yang dikenakan mendiang Wahjoe Sardono alias Dono Warkop. Ternyata, ada makna tersendiri yang ingin disampaikan capres nomor urut 3 tersebut lewat kaus itu.&amp;nbsp;
Ganjar sengaja menuliskan kalimat tersebut pada kaus yang dipakainya karena selaras dengan visi dan misi Ganjar-Mahfud dalam 'bersih-bersih' pemerintahan dengan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).&amp;nbsp;
Kaus yang dikenakan Ganjar Pranowo tersebut, sama persis seperti yang dipakai Dono saat ditangkap tentara pada 1974. Saat itu, Dono bersama para mahasiswa menggelar unjuk rasa dalam aksi Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari.&amp;nbsp;


BACA JUGA:
Tamara Tyasmara Dihujat usai Pamer Foto Selfie Full Make-Up Bareng Pelayat

Mendiang Dono dikenal sebagai pribadi yang kritis saat masih kuliah di Universitas Indonesia (UI). Dia bahkan sempat ikut demo mahasiswa menolak dominasi ekonomi Jepang di Indonesia.&amp;nbsp;
Sayangnya, pada masa orde baru itu aksi Dono berbuah pil pahit karena menyinggung pemerintah. Rumah orangtua Dono di Delanggu sempat didatangi intel dan kepolisian.&amp;nbsp;Pada 1998, Dono muda kembali turun ke jalan. Ia dan teman-temannya menghadang aparat keamanan yang mencoba merangsek masuk ke Universitas Katolik Atmajaya, Semanggi, Jakarta Selatan.
&amp;nbsp;
Keberanian Dono memperjuangkan reformasi tersebut terungkap dalam buku berjudul Warkop Main-Main Jadi Bukan Main yang ditulis oleh Rudy Badil dan Indro Warkop.*

BACA JUGA:
Ria Ricis Tak Beri Batasan untuk Teuku Ryan Bertemu Anak, Meski Sudah Pisah Rumah
</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xMC8xLzE3NzEyMi81L3g4c2hjMTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG- Ganjar Pranowo mencuri perhatian publik saat menghadiri Hajatan Rakyat yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/02/2024).&amp;nbsp;
Ganjar membuka jaket bomber hijau army yang dikenakannya dan kaus putih bertuliskan Join Us We Fight for a Clean Government&amp;nbsp;(Bergabung dengan kami, karena kami berjuang untuk pemerintahan yang bersih) pun terlihat.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Duet Bareng Ganjar Pranowo, Slank Tutup Hajatan Rakyat di Semarang

Kalimat dalam kaus yang dikenakan Ganjar Pranowo itu ternyata sama persis seperti yang dikenakan mendiang Wahjoe Sardono alias Dono Warkop. Ternyata, ada makna tersendiri yang ingin disampaikan capres nomor urut 3 tersebut lewat kaus itu.&amp;nbsp;
Ganjar sengaja menuliskan kalimat tersebut pada kaus yang dipakainya karena selaras dengan visi dan misi Ganjar-Mahfud dalam 'bersih-bersih' pemerintahan dengan memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).&amp;nbsp;
Kaus yang dikenakan Ganjar Pranowo tersebut, sama persis seperti yang dipakai Dono saat ditangkap tentara pada 1974. Saat itu, Dono bersama para mahasiswa menggelar unjuk rasa dalam aksi Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari.&amp;nbsp;


BACA JUGA:
Tamara Tyasmara Dihujat usai Pamer Foto Selfie Full Make-Up Bareng Pelayat

Mendiang Dono dikenal sebagai pribadi yang kritis saat masih kuliah di Universitas Indonesia (UI). Dia bahkan sempat ikut demo mahasiswa menolak dominasi ekonomi Jepang di Indonesia.&amp;nbsp;
Sayangnya, pada masa orde baru itu aksi Dono berbuah pil pahit karena menyinggung pemerintah. Rumah orangtua Dono di Delanggu sempat didatangi intel dan kepolisian.&amp;nbsp;Pada 1998, Dono muda kembali turun ke jalan. Ia dan teman-temannya menghadang aparat keamanan yang mencoba merangsek masuk ke Universitas Katolik Atmajaya, Semanggi, Jakarta Selatan.
&amp;nbsp;
Keberanian Dono memperjuangkan reformasi tersebut terungkap dalam buku berjudul Warkop Main-Main Jadi Bukan Main yang ditulis oleh Rudy Badil dan Indro Warkop.*

BACA JUGA:
Ria Ricis Tak Beri Batasan untuk Teuku Ryan Bertemu Anak, Meski Sudah Pisah Rumah
</content:encoded></item></channel></rss>
