<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obati Kerinduan Penggemar Indonesia Kita, Pentas Musuh Bebuyuta Digelar di Yogyakarta</title><description>Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan Kayan Production, memboyong lakon yang sama, yaitu &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; ke Yogyakarta, tepatnya di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, pada Selasa dan Rabu 23-24 Januari 2024</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/24/206/2959843/obati-kerinduan-penggemar-indonesia-kita-pentas-musuh-bebuyuta-digelar-di-yogyakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/24/206/2959843/obati-kerinduan-penggemar-indonesia-kita-pentas-musuh-bebuyuta-digelar-di-yogyakarta"/><item><title>Obati Kerinduan Penggemar Indonesia Kita, Pentas Musuh Bebuyuta Digelar di Yogyakarta</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/24/206/2959843/obati-kerinduan-penggemar-indonesia-kita-pentas-musuh-bebuyuta-digelar-di-yogyakarta</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/24/206/2959843/obati-kerinduan-penggemar-indonesia-kita-pentas-musuh-bebuyuta-digelar-di-yogyakarta</guid><pubDate>Rabu 24 Januari 2024 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/24/206/2959843/obati-kerinduan-penggemar-indonesia-kita-pentas-musuh-bebuyuta-digelar-di-yogyakarta-x6JBZUJJsl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia Kita gelar pentas Musuh Bebuyutan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada 23-24 Januari</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/24/206/2959843/obati-kerinduan-penggemar-indonesia-kita-pentas-musuh-bebuyuta-digelar-di-yogyakarta-x6JBZUJJsl.jpg</image><title>Indonesia Kita gelar pentas Musuh Bebuyutan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada 23-24 Januari</title></images><description>JAKARTA-Setelah sempat mengalami sejumlah prosedur perizinan pementasan yang di luar  kebiasaan dalam pementasan Indonesia Kita ke-41, yaitu &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; di Taman  Ismail Marzuki, Jakarta pada 1 dan 2 Desember 2023, Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan  Kayan Production, memboyong lakon yang sama, yaitu &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; ke Yogyakarta,  tepatnya di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, pada Selasa dan Rabu, 23-24 Januari 2024
Pementasan ke-42 ini diharapkan bisa menjawab kerinduan penggemar  Indonesia Kita di Yogyakarta sekaligus menjawab keingintahuan dan rasa penasaran publik  budaya di Yogyakarta akan pertunjukan &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; yang mendapatkan  pemberitaan cukup hangat pada akhir tahun 2023.

Menandai pertunjukan Indonesia Kita yang ke-42 ini, Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan Indonesia turut memberikan dukungannya terhadap lakon yang ditulis dan  disutradarai oleh Agus Noor. Selain Butet Kartaredjasa yang akan tampil di atas panggung,  &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; dimeriahkan sejumlah aktor dan aktris seperti Inaya Wahid, Oppie  Andaresta, Cak Lontong, Akbar, Susilo Nugroho, Marwoto, dan masih banyak lagi.

&amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; mengisahkan hubungan seorang pemuda dan seorang  perempuan yang bertetangga dan berteman baik. Namun sebuah peristiwa menjadikan  keduanya berseteru dan berbeda pilihan politik. Permusuhan keduanya merembet ke mana mana, membuat situasi kampung menjadi penuh kasak kusuk. Masyarakat menjadi terbelah  sikap, ada yang mendukung si pemuda, dan ada juga yang mendukung si perempuan.  Ketegangan makin menjadi ketika keduanya sama-sama maju untuk merebutkan kursi  anggota dewan.

Seperti halnya pertunjukan sebelumnya di Jakarta, Musuh Bebuyutan akan  menampilkan setting kehidupan di sebuah perkampungan yang menggambarkan  perseteruan-perseteruan di tingkat tapak yang diakibatkan oleh sebuah proses demokrasi.

Penulis Naskah dan  Sutradara, Agus Noor mengatakan, setting ini menjadi pas untuk ditampilkan di Yogyakarta atau daerah-daerah lainnya,
melihat semakin dekatnya kita dengan pesta demokrasi yang akan berlangsung sebulan lagi.  Lakon ini merupakan cermin akan situasi yang nyata terjadi di kehidupan masyarakat.
&amp;ldquo;Hubungan bertetangga bisa menjadi runyam ketika para elit politik mulai saling serang di  dalam kampanye-kampanyenya termasuk saat perdebatan di layar kaca. Kami  mementaskan Musuh Bebuyutan ini untuk bisa merilekskan ketegangan yang terjadi dengan  ciri khas Indonesia Kita selama ini yang dalam pementasannya penuh parodi, banyolan, dan  celetukan-celetukan satir untuk menggugah tawa dan keakraban di antara penonton,&amp;rdquo; ujarnya.

Memboyong &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; ke Yogyakarta, diharapkan Butet Kartaredjasa bisa  membuat para pemain tampil total tanpa penuh kekhawatiran seperti yang sempat dialami  dalam pementasan di Jakarta.

Butet Kartaredjasa menambahkan Indonesia Kita sudah mengalami pementasan yang melalui  siklus pemilihan kepala negara selama beberapa putaran, dari sejak masa Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono.
&amp;ldquo;Namun baru pementasan kemarin itulah, kami harus melalui proses  perizinan yang tidak biasa. Dengan memboyong &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; di Yogyakarta, kami  dari seluruh tim Indonesia Kita, berharap tidak lagi mengalami prosedur berbelit yang  seolah-olah menghambat ekspresi kebudayaan kita. Kami para seniman dan budayawan  juga ingin ikut terlibat mempersiapkan pentas demokrasi yang akan kita jalani bersama,  dengan cara kami sendiri tentunya yaitu dengan berkesenian,&amp;rdquo; tuturnya.
HTM Musuh Bebuyutan
Tiket Donasi
Zona Kuning : Rp. 300.000
Zona Biru : Rp. 200.000
Zona Merah : Rp. 100.000
Zona Ungu : Rp. 75.000
</description><content:encoded>JAKARTA-Setelah sempat mengalami sejumlah prosedur perizinan pementasan yang di luar  kebiasaan dalam pementasan Indonesia Kita ke-41, yaitu &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; di Taman  Ismail Marzuki, Jakarta pada 1 dan 2 Desember 2023, Butet Kartaredjasa, Agus Noor, dan  Kayan Production, memboyong lakon yang sama, yaitu &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; ke Yogyakarta,  tepatnya di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, pada Selasa dan Rabu, 23-24 Januari 2024
Pementasan ke-42 ini diharapkan bisa menjawab kerinduan penggemar  Indonesia Kita di Yogyakarta sekaligus menjawab keingintahuan dan rasa penasaran publik  budaya di Yogyakarta akan pertunjukan &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; yang mendapatkan  pemberitaan cukup hangat pada akhir tahun 2023.

Menandai pertunjukan Indonesia Kita yang ke-42 ini, Kementerian Pendidikan dan  Kebudayaan Indonesia turut memberikan dukungannya terhadap lakon yang ditulis dan  disutradarai oleh Agus Noor. Selain Butet Kartaredjasa yang akan tampil di atas panggung,  &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; dimeriahkan sejumlah aktor dan aktris seperti Inaya Wahid, Oppie  Andaresta, Cak Lontong, Akbar, Susilo Nugroho, Marwoto, dan masih banyak lagi.

&amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; mengisahkan hubungan seorang pemuda dan seorang  perempuan yang bertetangga dan berteman baik. Namun sebuah peristiwa menjadikan  keduanya berseteru dan berbeda pilihan politik. Permusuhan keduanya merembet ke mana mana, membuat situasi kampung menjadi penuh kasak kusuk. Masyarakat menjadi terbelah  sikap, ada yang mendukung si pemuda, dan ada juga yang mendukung si perempuan.  Ketegangan makin menjadi ketika keduanya sama-sama maju untuk merebutkan kursi  anggota dewan.

Seperti halnya pertunjukan sebelumnya di Jakarta, Musuh Bebuyutan akan  menampilkan setting kehidupan di sebuah perkampungan yang menggambarkan  perseteruan-perseteruan di tingkat tapak yang diakibatkan oleh sebuah proses demokrasi.

Penulis Naskah dan  Sutradara, Agus Noor mengatakan, setting ini menjadi pas untuk ditampilkan di Yogyakarta atau daerah-daerah lainnya,
melihat semakin dekatnya kita dengan pesta demokrasi yang akan berlangsung sebulan lagi.  Lakon ini merupakan cermin akan situasi yang nyata terjadi di kehidupan masyarakat.
&amp;ldquo;Hubungan bertetangga bisa menjadi runyam ketika para elit politik mulai saling serang di  dalam kampanye-kampanyenya termasuk saat perdebatan di layar kaca. Kami  mementaskan Musuh Bebuyutan ini untuk bisa merilekskan ketegangan yang terjadi dengan  ciri khas Indonesia Kita selama ini yang dalam pementasannya penuh parodi, banyolan, dan  celetukan-celetukan satir untuk menggugah tawa dan keakraban di antara penonton,&amp;rdquo; ujarnya.

Memboyong &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; ke Yogyakarta, diharapkan Butet Kartaredjasa bisa  membuat para pemain tampil total tanpa penuh kekhawatiran seperti yang sempat dialami  dalam pementasan di Jakarta.

Butet Kartaredjasa menambahkan Indonesia Kita sudah mengalami pementasan yang melalui  siklus pemilihan kepala negara selama beberapa putaran, dari sejak masa Presiden Susilo  Bambang Yudhoyono.
&amp;ldquo;Namun baru pementasan kemarin itulah, kami harus melalui proses  perizinan yang tidak biasa. Dengan memboyong &amp;ldquo;Musuh Bebuyutan&amp;rdquo; di Yogyakarta, kami  dari seluruh tim Indonesia Kita, berharap tidak lagi mengalami prosedur berbelit yang  seolah-olah menghambat ekspresi kebudayaan kita. Kami para seniman dan budayawan  juga ingin ikut terlibat mempersiapkan pentas demokrasi yang akan kita jalani bersama,  dengan cara kami sendiri tentunya yaitu dengan berkesenian,&amp;rdquo; tuturnya.
HTM Musuh Bebuyutan
Tiket Donasi
Zona Kuning : Rp. 300.000
Zona Biru : Rp. 200.000
Zona Merah : Rp. 100.000
Zona Ungu : Rp. 75.000
</content:encoded></item></channel></rss>
