<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pembajakan Lagu di Platform Musik Digital Kembali Marak, Naif hingga Mahalini Jadi Korban</title><description>Naif hingga Mahalini jadi korban pembajakan lagu di platform musik digital.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/23/205/2959015/pembajakan-lagu-di-platform-musik-digital-kembali-marak-naif-hingga-mahalini-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/23/205/2959015/pembajakan-lagu-di-platform-musik-digital-kembali-marak-naif-hingga-mahalini-jadi-korban"/><item><title>Pembajakan Lagu di Platform Musik Digital Kembali Marak, Naif hingga Mahalini Jadi Korban</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/23/205/2959015/pembajakan-lagu-di-platform-musik-digital-kembali-marak-naif-hingga-mahalini-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/23/205/2959015/pembajakan-lagu-di-platform-musik-digital-kembali-marak-naif-hingga-mahalini-jadi-korban</guid><pubDate>Selasa 23 Januari 2024 09:22 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/23/205/2959015/pembajakan-lagu-di-platform-musik-digital-kembali-marak-naif-hingga-mahalini-jadi-korban-J7LsiyMf00.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Naif hingga Mahalini jadi korban pembajakan lagu di platform digital (Foto: Instagram/mahaliniraharja)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/23/205/2959015/pembajakan-lagu-di-platform-musik-digital-kembali-marak-naif-hingga-mahalini-jadi-korban-J7LsiyMf00.jpg</image><title>Naif hingga Mahalini jadi korban pembajakan lagu di platform digital (Foto: Instagram/mahaliniraharja)</title></images><description>JAKARTA - Kasus pembajakan lagu kembali marak di era digital saat ini. Modusnya diawali dengan kegiatan cover lagu, kemudian diunggah ulang ke Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify.
Banyak musisi Tanah Air pun menjadi korban pembajakan lagu dari oknum tak bertanggung jawab. Mereka diantaranya Rayen Pono, Naif, hingga Mahalini.

BACA JUGA:
Mahalini Geram, Pembajak Lagu Sial Ternyata Palsukan Izin

Mahalini sendiri sempat mengeluhkan adanya versi cover lagu Sial yang diunggah ke Spotify. Tak hanya itu, kredit lagunya pun diubah sedemikian rupa.
Menanggapi kasus pembajakan lagu tersebut, Franki Indrasmoro alias Pepeng eks Naif mengatakan kasus serupa memang kerap ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

Naif hingga Mahalini jadi korban pembajakan lagu di platform digital (Foto: Instagram/naifband)

&quot;Belakangan ini sih memang sudah terdengar cukup banyak, jadi bukan cuma Mahalini doang. Dari The Fly juga, gitarisnya bilang ada lagu dia yang di-upload ke digital platform tapi judulnya diganti kalau nggak salah,&quot; ujar Franki Indrasmoro saat dihubungi awak media baru-baru ini.
Pepeng yang kini menekuni kesibukan barunya sebagai publisher bersama Massive Music Entertainment bahkan menyebut Naif pernah menjadi korban pembajakan.

BACA JUGA:
Rayen Pono Kejar Pelaku Pembajakan Lagunya

Beberapa karya mereka diunggah ke Spotify tanpa adanya izin terlebih dahulu.
&quot;Di Massive juga ada. Waktu itu Naif juga pernah, ada dua album yang ada di Spotify dan digital platform lainnya. Jadi, Naif dulu punya album judulnya Let's Go tahun 2008, nah album itu nggak ada di DSP, Spotify dan lain-lain,&quot; ungkap Franki.Pelaku pembajakan juga pernah mencuri audio dari sebuah video penampilan Naif dalam sebuah acara yang diunggah ke YouTube. Audio itu kemudian diunggah lagi ke DPS sebagai objek pembajakan.
Franki sempat mengumumkan lewat media sosial terkait pembajakan karya Naif, namun tidak ada respons. Akhirnya ia meminta Massive Music Entertainment untuk menurunkan konten pembajakan tersebut.
&quot;Ya gue cuma pengin kita ngobrol dan berbagi aja. Cuma pada saat itu nggak ada yang merespon, akhirnya 1 &amp;times; 24 jam minta di-take down,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus pembajakan lagu kembali marak di era digital saat ini. Modusnya diawali dengan kegiatan cover lagu, kemudian diunggah ulang ke Digital Service Provider (DSP) seperti Spotify.
Banyak musisi Tanah Air pun menjadi korban pembajakan lagu dari oknum tak bertanggung jawab. Mereka diantaranya Rayen Pono, Naif, hingga Mahalini.

BACA JUGA:
Mahalini Geram, Pembajak Lagu Sial Ternyata Palsukan Izin

Mahalini sendiri sempat mengeluhkan adanya versi cover lagu Sial yang diunggah ke Spotify. Tak hanya itu, kredit lagunya pun diubah sedemikian rupa.
Menanggapi kasus pembajakan lagu tersebut, Franki Indrasmoro alias Pepeng eks Naif mengatakan kasus serupa memang kerap ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.

Naif hingga Mahalini jadi korban pembajakan lagu di platform digital (Foto: Instagram/naifband)

&quot;Belakangan ini sih memang sudah terdengar cukup banyak, jadi bukan cuma Mahalini doang. Dari The Fly juga, gitarisnya bilang ada lagu dia yang di-upload ke digital platform tapi judulnya diganti kalau nggak salah,&quot; ujar Franki Indrasmoro saat dihubungi awak media baru-baru ini.
Pepeng yang kini menekuni kesibukan barunya sebagai publisher bersama Massive Music Entertainment bahkan menyebut Naif pernah menjadi korban pembajakan.

BACA JUGA:
Rayen Pono Kejar Pelaku Pembajakan Lagunya

Beberapa karya mereka diunggah ke Spotify tanpa adanya izin terlebih dahulu.
&quot;Di Massive juga ada. Waktu itu Naif juga pernah, ada dua album yang ada di Spotify dan digital platform lainnya. Jadi, Naif dulu punya album judulnya Let's Go tahun 2008, nah album itu nggak ada di DSP, Spotify dan lain-lain,&quot; ungkap Franki.Pelaku pembajakan juga pernah mencuri audio dari sebuah video penampilan Naif dalam sebuah acara yang diunggah ke YouTube. Audio itu kemudian diunggah lagi ke DPS sebagai objek pembajakan.
Franki sempat mengumumkan lewat media sosial terkait pembajakan karya Naif, namun tidak ada respons. Akhirnya ia meminta Massive Music Entertainment untuk menurunkan konten pembajakan tersebut.
&quot;Ya gue cuma pengin kita ngobrol dan berbagi aja. Cuma pada saat itu nggak ada yang merespon, akhirnya 1 &amp;times; 24 jam minta di-take down,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
