<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Young Lex dan Musisi Adi Adrian Bicara Soal Pertahanan Budaya Lebih Dahsyat dari Alutsista</title><description>Rapper Young Lex yang tergabung dalam Relawan Ganjar-Mahfud</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/07/33/2951015/young-lex-dan-musisi-adi-adrian-bicara-soal-pertahanan-budaya-lebih-dahsyat-dari-alutsista</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/07/33/2951015/young-lex-dan-musisi-adi-adrian-bicara-soal-pertahanan-budaya-lebih-dahsyat-dari-alutsista"/><item><title>Young Lex dan Musisi Adi Adrian Bicara Soal Pertahanan Budaya Lebih Dahsyat dari Alutsista</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/07/33/2951015/young-lex-dan-musisi-adi-adrian-bicara-soal-pertahanan-budaya-lebih-dahsyat-dari-alutsista</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2024/01/07/33/2951015/young-lex-dan-musisi-adi-adrian-bicara-soal-pertahanan-budaya-lebih-dahsyat-dari-alutsista</guid><pubDate>Minggu 07 Januari 2024 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Andreas Gerry Tuwo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/01/07/33/2951015/young-lex-dan-musisi-adi-adrian-bicara-soal-pertahanan-budaya-lebih-dahsyat-dari-alutsista-G8rO7gTn6V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Young Lex dukung Ganjar-Mahfud (Foto: IG Eriska)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/01/07/33/2951015/young-lex-dan-musisi-adi-adrian-bicara-soal-pertahanan-budaya-lebih-dahsyat-dari-alutsista-G8rO7gTn6V.jpg</image><title>Young Lex dukung Ganjar-Mahfud (Foto: IG Eriska)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQwMi81L3g4cXNyNXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Rapper Young Lex yang tergabung dalam Relawan Ganjar-Mahfud Peluru Tak Terkendali dan personel KLA Project, Adi Adrian menghadiri diskusi dan nonton bareng Debat Capres di Posko Relawan Mahfud di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).
Young Lex mengaku, sebelumnya merupakan orang yang apatis terhadap perkembangan isu politik. Namun, usai menyadari serangan budaya dan entertainment asing yang masif masuk ke Indonesia, pemilik nama lengkap Samuel Alexander Pieter itu sadar pentingnya anak muda melek politik.

BACA JUGA:
Young Lex dan Mahfud MD Diskusi Pemberantasan Nepotisme: Enggak Peduli Keponakannya Siapa!


&amp;ldquo;Akhirnya gue sadar, kalau kita hidup di negara kan tergantung siapa yang mengatur, karena ada politik kebijakan dan politik anggaran,&amp;rdquo; ujar Young Lex.
Kepada awak media, Young Lex berpendapat seharusnya negara hadir dan ikut memikirkan kalau budaya dan entertainment itu sangat penting.
&amp;ldquo;Seharusnya sama seperti stunting. Cara kerjanya ya paralel, jangan urus pendidikan dulu, baru kemudian mengurus budaya. Yang kerjanya kesehatan, ya dikerjain, yang kerjanya pendidikan, ya dikerjain, jadi jangan saling tunggu,&amp;rdquo; kata Rapper kelahiran 1992 itu.
Senada dengan Young Lex, dikesempatan sama Adi Adrian mengungkapkan, pertahanan  bukan sekadar fisik, pertahanan budaya merupakan hal yang paling penting.
&amp;ldquo;Sayangnya politik budaya di Indonesia belum berjalan dengan baik, ini menyebabkan anak muda seperti tidak ada arahan,&amp;rdquo; timpal Adi Adrian.
Tak hanya itu, Adi juga mengemukakan kebanyakan orang selalu berpikir budaya itu hanya yang bersifat tradisional, padahal ada budaya kontemporer dan budaya pop.
&amp;ldquo;Budaya paling ampuh untuk menentukan arah bangsa, apakah ada kebijakan terkait budaya secara masif? Saya rasa belum ada. Jadi saat ini, saya melihat  serangan budaya bukan hanya dari AS tapi  dari negara-negara  asia lainnya,&amp;rdquo; ucap Adi.
Di akhir diskusi itu, Adi berpesan kepada para Gen Z yang hadir agar berhati-hati, sebab narasi pertahanan lebih dahsyat dari Alutsista.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Young Lex Guncang Panggung Konser Rakyat Bongkar di GBK, Penonton Riuh&amp;nbsp; &amp;nbsp;







</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8yMi8xLzE3NTQwMi81L3g4cXNyNXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Rapper Young Lex yang tergabung dalam Relawan Ganjar-Mahfud Peluru Tak Terkendali dan personel KLA Project, Adi Adrian menghadiri diskusi dan nonton bareng Debat Capres di Posko Relawan Mahfud di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024).
Young Lex mengaku, sebelumnya merupakan orang yang apatis terhadap perkembangan isu politik. Namun, usai menyadari serangan budaya dan entertainment asing yang masif masuk ke Indonesia, pemilik nama lengkap Samuel Alexander Pieter itu sadar pentingnya anak muda melek politik.

BACA JUGA:
Young Lex dan Mahfud MD Diskusi Pemberantasan Nepotisme: Enggak Peduli Keponakannya Siapa!


&amp;ldquo;Akhirnya gue sadar, kalau kita hidup di negara kan tergantung siapa yang mengatur, karena ada politik kebijakan dan politik anggaran,&amp;rdquo; ujar Young Lex.
Kepada awak media, Young Lex berpendapat seharusnya negara hadir dan ikut memikirkan kalau budaya dan entertainment itu sangat penting.
&amp;ldquo;Seharusnya sama seperti stunting. Cara kerjanya ya paralel, jangan urus pendidikan dulu, baru kemudian mengurus budaya. Yang kerjanya kesehatan, ya dikerjain, yang kerjanya pendidikan, ya dikerjain, jadi jangan saling tunggu,&amp;rdquo; kata Rapper kelahiran 1992 itu.
Senada dengan Young Lex, dikesempatan sama Adi Adrian mengungkapkan, pertahanan  bukan sekadar fisik, pertahanan budaya merupakan hal yang paling penting.
&amp;ldquo;Sayangnya politik budaya di Indonesia belum berjalan dengan baik, ini menyebabkan anak muda seperti tidak ada arahan,&amp;rdquo; timpal Adi Adrian.
Tak hanya itu, Adi juga mengemukakan kebanyakan orang selalu berpikir budaya itu hanya yang bersifat tradisional, padahal ada budaya kontemporer dan budaya pop.
&amp;ldquo;Budaya paling ampuh untuk menentukan arah bangsa, apakah ada kebijakan terkait budaya secara masif? Saya rasa belum ada. Jadi saat ini, saya melihat  serangan budaya bukan hanya dari AS tapi  dari negara-negara  asia lainnya,&amp;rdquo; ucap Adi.
Di akhir diskusi itu, Adi berpesan kepada para Gen Z yang hadir agar berhati-hati, sebab narasi pertahanan lebih dahsyat dari Alutsista.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Young Lex Guncang Panggung Konser Rakyat Bongkar di GBK, Penonton Riuh&amp;nbsp; &amp;nbsp;







</content:encoded></item></channel></rss>
