<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Elma Dae Ungkap Tantangan Bawakan Lagu Tapi Sayangnya dalam 3 Bahasa</title><description>Elma Dae ungkap tantangan bawakan lagu terbaru dalam bahasa Indonesia, Jepang dan Korea</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/11/11/205/2918480/elma-dae-ungkap-tantangan-bawakan-lagu-tapi-sayangnya-dalam-3-bahasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/11/11/205/2918480/elma-dae-ungkap-tantangan-bawakan-lagu-tapi-sayangnya-dalam-3-bahasa"/><item><title>Elma Dae Ungkap Tantangan Bawakan Lagu Tapi Sayangnya dalam 3 Bahasa</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/11/11/205/2918480/elma-dae-ungkap-tantangan-bawakan-lagu-tapi-sayangnya-dalam-3-bahasa</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/11/11/205/2918480/elma-dae-ungkap-tantangan-bawakan-lagu-tapi-sayangnya-dalam-3-bahasa</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2023 12:00 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/11/205/2918480/elma-dae-ungkap-tantangan-bawakan-lagu-tapi-sayangnya-dalam-3-bahasa-BEaXaQMxUO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Elma Dae bawakan single 'Tapi Sayangnya' dalam 3 bahasa (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/11/205/2918480/elma-dae-ungkap-tantangan-bawakan-lagu-tapi-sayangnya-dalam-3-bahasa-BEaXaQMxUO.jpg</image><title>Tantangan Elma Dae bawakan single 'Tapi Sayangnya' dalam 3 bahasa (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penyanyi Elma Dae merilis single keduanya bertajuk 'Tapi Sayangnya' pada Juni 2023. Berbeda dari single pertamanya yang merupakan duet, kini Elma Dae tampil sendiri dan cukup percaya diri membawakan lagu yang rilis dibawah label Sony Music Indonesia.
Ada cukup banyak tantangan bagi perempuan&amp;nbsp;28 tahun ini saat diminta bernyanyi solo dan membawakan lagu ciptaan Yovie Widianto dan Adrian Kitut. Pasalnya, ia juga harus membawakan lagu ini dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Korea dan Jepang.


BACA JUGA:
Diciptakan Yovie Widianto On The Spot, Elma Dae Rilis Single Tapi Sayangnya



&quot;Single kedua aku, aku nyanyi solo, ini tantangan baru lagi, kemana-mana sendiri, sebelumnya kan ada Christie jadi aku bisa lihat dia gimana. Jadi lagu ini diciptakan sama mas Yovie, cukup unik lagunya karena lagunya sedih tapi dibuat dengan nuansanya ngebeat,&quot; ungkap Elma Dae kepada Okezone.
&quot;Agak susah nyanyinya awal, karena gimana caranya menunjukkan nyanyian sedih tapi harus ceria juga, itu tantangan dan ada tiga bahasa, Indonesia, Jepang, Korea. Cukup menantang karena aku kan juga harus ngafalin bahasa Jepang dan Korea,&quot; sambungnya.



Elma sendiri mengatakan bahwa dirinya lah yang meminta agar lagu 'Tapi Sayangnya' dibawakan dalam versi Jepang dan Korea. Pasalnya, ia memiliki ketertarikan dengan dua negara tersebut.
&quot;Awalnya emang aku yang mau sih, karena sekalian pengin&amp;nbsp;ngebedain aja sih sama penyanyi lain mau menunjukkan bahwa Elma bisa nih bawain lagu dengan bahasa lain,&quot; terangnya.


BACA JUGA:
Elma Dae Ungkap Latar Belakang Kecintaannya Main Drum dan Bass



&quot;Penginnya juga ke negara lain bahwa Indonesia tuh punya lho musik kayak gini, bisa lho bikin musik yang ke-Korea-koreaan nggak harus ke Korea langsung. Pasarnya pengin ke sana juga, harapannya, amin,&quot; lanjutnya.Soal kesulitan yang harus ia hadapi&amp;nbsp;sebelum merilis lagu tersebut, Elma mengatakan bahwa durasi penggarapan yang mencapai enam bulan menjadi salah satunya. Selain itu, kendala bahasa juga menjadi tantangan sulit yang bisa dilewati. Mengingat, cara pengucapan bahasa Korea yang cukup sulit untuk ia lafalkan.

&quot;Penggarapannya itu kalau sampai rilis musik video enam bulan. Lama karena harus melibatkan banyak orang, kan tiga bahasa. Jadi harus menyamakan jadwal antara aku dengan translatornya. Musiknya harus dibikin lagi, backing vokal juga harus belajar tiga bahasa, jadi cukup banyak prosesnya,&quot; jelasnya.

&quot;Korea lebih susah karena lebih flirty. Kalau cara nyanyinya lebih susah Korea, kalau bahasa susah Jepang. Kalau Korea aku harus ekstra lebih, aku harus membayangkan kalau aku itu cute gitu, jadi lebih suka, karena suara aku ngebass, dibikin cute. Kalau Jepang suara berat pun masuk,&quot;&amp;nbsp; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyanyi Elma Dae merilis single keduanya bertajuk 'Tapi Sayangnya' pada Juni 2023. Berbeda dari single pertamanya yang merupakan duet, kini Elma Dae tampil sendiri dan cukup percaya diri membawakan lagu yang rilis dibawah label Sony Music Indonesia.
Ada cukup banyak tantangan bagi perempuan&amp;nbsp;28 tahun ini saat diminta bernyanyi solo dan membawakan lagu ciptaan Yovie Widianto dan Adrian Kitut. Pasalnya, ia juga harus membawakan lagu ini dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Korea dan Jepang.


BACA JUGA:
Diciptakan Yovie Widianto On The Spot, Elma Dae Rilis Single Tapi Sayangnya



&quot;Single kedua aku, aku nyanyi solo, ini tantangan baru lagi, kemana-mana sendiri, sebelumnya kan ada Christie jadi aku bisa lihat dia gimana. Jadi lagu ini diciptakan sama mas Yovie, cukup unik lagunya karena lagunya sedih tapi dibuat dengan nuansanya ngebeat,&quot; ungkap Elma Dae kepada Okezone.
&quot;Agak susah nyanyinya awal, karena gimana caranya menunjukkan nyanyian sedih tapi harus ceria juga, itu tantangan dan ada tiga bahasa, Indonesia, Jepang, Korea. Cukup menantang karena aku kan juga harus ngafalin bahasa Jepang dan Korea,&quot; sambungnya.



Elma sendiri mengatakan bahwa dirinya lah yang meminta agar lagu 'Tapi Sayangnya' dibawakan dalam versi Jepang dan Korea. Pasalnya, ia memiliki ketertarikan dengan dua negara tersebut.
&quot;Awalnya emang aku yang mau sih, karena sekalian pengin&amp;nbsp;ngebedain aja sih sama penyanyi lain mau menunjukkan bahwa Elma bisa nih bawain lagu dengan bahasa lain,&quot; terangnya.


BACA JUGA:
Elma Dae Ungkap Latar Belakang Kecintaannya Main Drum dan Bass



&quot;Penginnya juga ke negara lain bahwa Indonesia tuh punya lho musik kayak gini, bisa lho bikin musik yang ke-Korea-koreaan nggak harus ke Korea langsung. Pasarnya pengin ke sana juga, harapannya, amin,&quot; lanjutnya.Soal kesulitan yang harus ia hadapi&amp;nbsp;sebelum merilis lagu tersebut, Elma mengatakan bahwa durasi penggarapan yang mencapai enam bulan menjadi salah satunya. Selain itu, kendala bahasa juga menjadi tantangan sulit yang bisa dilewati. Mengingat, cara pengucapan bahasa Korea yang cukup sulit untuk ia lafalkan.

&quot;Penggarapannya itu kalau sampai rilis musik video enam bulan. Lama karena harus melibatkan banyak orang, kan tiga bahasa. Jadi harus menyamakan jadwal antara aku dengan translatornya. Musiknya harus dibikin lagi, backing vokal juga harus belajar tiga bahasa, jadi cukup banyak prosesnya,&quot; jelasnya.

&quot;Korea lebih susah karena lebih flirty. Kalau cara nyanyinya lebih susah Korea, kalau bahasa susah Jepang. Kalau Korea aku harus ekstra lebih, aku harus membayangkan kalau aku itu cute gitu, jadi lebih suka, karena suara aku ngebass, dibikin cute. Kalau Jepang suara berat pun masuk,&quot;&amp;nbsp; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
