<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gemar Buat Konten Horor dan Folklor, Fajar Aditya RJL 5 Mantap Kuliah S2 Antropologi</title><description>Fajar Aditya RJL 5 Mantap Kuliah S2 Antropologi di Universitas Indonesia</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/09/17/33/2884613/gemar-buat-konten-horor-dan-folklor-fajar-aditya-rjl-5-mantap-kuliah-s2-antropologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/09/17/33/2884613/gemar-buat-konten-horor-dan-folklor-fajar-aditya-rjl-5-mantap-kuliah-s2-antropologi"/><item><title>Gemar Buat Konten Horor dan Folklor, Fajar Aditya RJL 5 Mantap Kuliah S2 Antropologi</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/09/17/33/2884613/gemar-buat-konten-horor-dan-folklor-fajar-aditya-rjl-5-mantap-kuliah-s2-antropologi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/09/17/33/2884613/gemar-buat-konten-horor-dan-folklor-fajar-aditya-rjl-5-mantap-kuliah-s2-antropologi</guid><pubDate>Senin 18 September 2023 03:30 WIB</pubDate><dc:creator>Vania Ika Aldida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/17/33/2884613/gemar-buat-konten-horor-dan-folklor-fajar-aditya-rjl-5-mantap-kuliah-s2-antropologi-xeGI2ZhFlA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fajar Aditya kuliah S2 Antropologi di UI (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/17/33/2884613/gemar-buat-konten-horor-dan-folklor-fajar-aditya-rjl-5-mantap-kuliah-s2-antropologi-xeGI2ZhFlA.jpg</image><title>Fajar Aditya kuliah S2 Antropologi di UI (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Gemar menyaksikan konten horror dan folklor? Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan kanal YouTube 'RJL 5 &amp;ndash; Fajar Aditya'.

Didirikan pada 2016, RJL merupakan salah satu platform terkemuka untuk mengeksplorasi kisah horor, sejarah, termasuk komedi horor. Menariknya, RJL kini telah memperoleh lebih dari 3,3 juta subscribers di YouTube,1,6 juta pengikut di TikTok dan 165 ribu pengikut di Instagram.


BACA JUGA:
Berawal dari Konten Kreator, Lukas Will Kini Rilis Lagu Perdana Berjudul The Way It Is



Tubagus Fajar Adhitya alias Fajar Aditya rupanya merupakan sosok yang ada di belakang RJL Group Media Nusantara. Pria kelahiran Jakarta, 31 tahun lalu inilah yang mampu membuat bulu kuduk merinding setiap kali menyaksikan konten-kontennya.



Salah satu hal yang membuat RJL dikenal luas hingga memiliki banyak pengikut, lantaran cara pendekatan yang unik. Sebagai konten kreator, Fajar tidak hanya mengandalkan aspek ketakutan semata, melainkan mencoba menggali dan memahami kisah-kisah horor serta folklor Indonesia yang sarat akan nilai-nilai moral.

&quot;Fenomena horror dan folklor di Indonesia sangat beragam, tapi ciri khasnya itu ada nilai-nilai moral yang kuat di sana,&quot; jelasnya.


BACA JUGA:
Bukan Lagi Raja Tawuran, Natta Eko Stevanus Kini Jadi Konten Kreator Berpenghasilan Miliaran



ingin agar setiap karyanya bukan hanya bisa menghibur, tetapi juga menginspirasi dengan merenungkan makna di balik cerita-cerita tersebut. Di 2023 ini, Fajar pun kembali menempuh pendidikan S2 Antropologi di Universitas Indonesia.

Keputusannya tersebut tentu merupakan sebuah komitmen serius untuk memberikan landasan yang kuat baginya agar bisa semakin memahami lebih dalam aspek-aspek budaya dan sosial yang sering menjadi fokus dalam kontennya. Ia bahkan memiliki tujuan untuk memadukan minat dan bakatnya dalam dunia media sosial dengan pengetahuan akademik yang kokoh.&amp;ldquo;Ini juga memungkinkan saya untuk menyajikan cerita-cerita horor dan folklor dengan latar belakang pengetahuan yang lebih mendalam, sehingga dapat memberikan perspektif yang lebih kaya kepada para penonton RJL,&amp;rdquo; jelas Fajar.

Fajar sendiri dikenal sebagai seorang penulis buku. Salah satu karyanya yang paling best seller adalah buku berjudul 'Hilang Dalam Dekapan Semeru'.</description><content:encoded>JAKARTA - Gemar menyaksikan konten horror dan folklor? Kalian tentu sudah tidak asing lagi dengan kanal YouTube 'RJL 5 &amp;ndash; Fajar Aditya'.

Didirikan pada 2016, RJL merupakan salah satu platform terkemuka untuk mengeksplorasi kisah horor, sejarah, termasuk komedi horor. Menariknya, RJL kini telah memperoleh lebih dari 3,3 juta subscribers di YouTube,1,6 juta pengikut di TikTok dan 165 ribu pengikut di Instagram.


BACA JUGA:
Berawal dari Konten Kreator, Lukas Will Kini Rilis Lagu Perdana Berjudul The Way It Is



Tubagus Fajar Adhitya alias Fajar Aditya rupanya merupakan sosok yang ada di belakang RJL Group Media Nusantara. Pria kelahiran Jakarta, 31 tahun lalu inilah yang mampu membuat bulu kuduk merinding setiap kali menyaksikan konten-kontennya.



Salah satu hal yang membuat RJL dikenal luas hingga memiliki banyak pengikut, lantaran cara pendekatan yang unik. Sebagai konten kreator, Fajar tidak hanya mengandalkan aspek ketakutan semata, melainkan mencoba menggali dan memahami kisah-kisah horor serta folklor Indonesia yang sarat akan nilai-nilai moral.

&quot;Fenomena horror dan folklor di Indonesia sangat beragam, tapi ciri khasnya itu ada nilai-nilai moral yang kuat di sana,&quot; jelasnya.


BACA JUGA:
Bukan Lagi Raja Tawuran, Natta Eko Stevanus Kini Jadi Konten Kreator Berpenghasilan Miliaran



ingin agar setiap karyanya bukan hanya bisa menghibur, tetapi juga menginspirasi dengan merenungkan makna di balik cerita-cerita tersebut. Di 2023 ini, Fajar pun kembali menempuh pendidikan S2 Antropologi di Universitas Indonesia.

Keputusannya tersebut tentu merupakan sebuah komitmen serius untuk memberikan landasan yang kuat baginya agar bisa semakin memahami lebih dalam aspek-aspek budaya dan sosial yang sering menjadi fokus dalam kontennya. Ia bahkan memiliki tujuan untuk memadukan minat dan bakatnya dalam dunia media sosial dengan pengetahuan akademik yang kokoh.&amp;ldquo;Ini juga memungkinkan saya untuk menyajikan cerita-cerita horor dan folklor dengan latar belakang pengetahuan yang lebih mendalam, sehingga dapat memberikan perspektif yang lebih kaya kepada para penonton RJL,&amp;rdquo; jelas Fajar.

Fajar sendiri dikenal sebagai seorang penulis buku. Salah satu karyanya yang paling best seller adalah buku berjudul 'Hilang Dalam Dekapan Semeru'.</content:encoded></item></channel></rss>
