<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Koes Plus Pernah Masuk Penjara dan Jadi Agen Rahasia Negara</title><description>Pada era '60-an, Koes Plus pernah menjadi bagian dari propaganda pemerintahan Soekarno hingga masuk penjara.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/23/33/2786243/cerita-koes-plus-pernah-masuk-penjara-dan-jadi-agen-rahasia-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/23/33/2786243/cerita-koes-plus-pernah-masuk-penjara-dan-jadi-agen-rahasia-negara"/><item><title>Cerita Koes Plus Pernah Masuk Penjara dan Jadi Agen Rahasia Negara</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/23/33/2786243/cerita-koes-plus-pernah-masuk-penjara-dan-jadi-agen-rahasia-negara</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/23/33/2786243/cerita-koes-plus-pernah-masuk-penjara-dan-jadi-agen-rahasia-negara</guid><pubDate>Jum'at 24 Maret 2023 03:05 WIB</pubDate><dc:creator>Cita Najma Zenitha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/23/33/2786243/cerita-koes-plus-pernah-masuk-penjara-dan-jadi-agen-rahasia-negara-d92CIgVmC5.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Koes Plus masuk penjara. (Foto: IST)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/23/33/2786243/cerita-koes-plus-pernah-masuk-penjara-dan-jadi-agen-rahasia-negara-d92CIgVmC5.jpeg</image><title>Alasan Koes Plus masuk penjara. (Foto: IST)</title></images><description>JAKARTA - Para personel Koes Plus pernah masuk penjara dan merasakan dinginnya lantai sel tahanan, pada 1965. Cerita itu dituturkan Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang tersisa kepada Andy F Noya.&amp;nbsp;
Yok memulai ceritanya dengan menegaskan bahwa sebagai warga negara Indonesia, Koes Plus akan siap membantu negara jika dibutuhkan. &quot;Saat itu, Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia,&quot; ujarnya dalam program Kick Andy, pada Desember 2008.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNi82LzE2NDM1MS81L3g4ajZnank=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BACA JUGA:
5 Alasan Koes Plus Jadi Band Legendaris Indonesia

Penahanan Koes Plus, menurut dia, merupakan bagian dari propaganda pemerintah. Presiden Soekarno sengaja membuat kondisi di mana dirinya dan masyarakat seolah-olah membenci Koes Plus dengan menyebut mereka bagian dari paham  Neokolonialisme.&amp;nbsp;
&quot;Mulailah didengung-dengungkan seolah-olah Koes Plus tidak suka pada pemerintahan. Bung Karno sampai pidato di depan GMNI dan bilang, 'Jangan seperti Koes Bersaudara. Mereka itu Elvis Elvisan',&quot; kata Yok Koeswoyo menambahkan.&amp;nbsp;

Koes Plus pernah masuk penjara. (Foto: IST)

BACA JUGA:
9 Bulan Tak Bertemu Gala Sky, Doddy Sudrajat: Prosedurnya Sangat Rumit!

Karena dianggap menentang pemerintahan, Koes Plus kemudian dimasukkan ke Penjara Glodok tanpa proses peradilan, pada 29 Juni 1965. Di sana, mereka hanya ditahan selama 3 bulan sebelum akhirnya dikirim pemerintah ke Malaysia untuk membuat gerakan.&amp;nbsp;

Presiden Soekarno menjadikan Koes Plus layaknya agen rahasia negara dan memanfaatkan popularitas mereka untuk mengamati gerakan politik Malaysia. Meski dijadikan kambing hitam, Yok Koeswoyo tetap menganggap Presiden Soekarno sebagai orang hebat.

Koes Plus pernah masuk penjara. (Foto: IST)
Dia dan kakak-kakaknya tak pernah mendendam karena kejadian itu. &amp;ldquo;Bung Karno itu pemimpin besar Indonesia dan dia itu leader kaliber dunia loh. Jadi, buat apa dendam?&amp;rdquo; ungkap Yok Koeswoyo.*

</description><content:encoded>JAKARTA - Para personel Koes Plus pernah masuk penjara dan merasakan dinginnya lantai sel tahanan, pada 1965. Cerita itu dituturkan Yok Koeswoyo, satu-satunya personel Koes Plus yang tersisa kepada Andy F Noya.&amp;nbsp;
Yok memulai ceritanya dengan menegaskan bahwa sebagai warga negara Indonesia, Koes Plus akan siap membantu negara jika dibutuhkan. &quot;Saat itu, Indonesia sedang konfrontasi dengan Malaysia,&quot; ujarnya dalam program Kick Andy, pada Desember 2008.&amp;nbsp;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8xNi82LzE2NDM1MS81L3g4ajZnank=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

BACA JUGA:
5 Alasan Koes Plus Jadi Band Legendaris Indonesia

Penahanan Koes Plus, menurut dia, merupakan bagian dari propaganda pemerintah. Presiden Soekarno sengaja membuat kondisi di mana dirinya dan masyarakat seolah-olah membenci Koes Plus dengan menyebut mereka bagian dari paham  Neokolonialisme.&amp;nbsp;
&quot;Mulailah didengung-dengungkan seolah-olah Koes Plus tidak suka pada pemerintahan. Bung Karno sampai pidato di depan GMNI dan bilang, 'Jangan seperti Koes Bersaudara. Mereka itu Elvis Elvisan',&quot; kata Yok Koeswoyo menambahkan.&amp;nbsp;

Koes Plus pernah masuk penjara. (Foto: IST)

BACA JUGA:
9 Bulan Tak Bertemu Gala Sky, Doddy Sudrajat: Prosedurnya Sangat Rumit!

Karena dianggap menentang pemerintahan, Koes Plus kemudian dimasukkan ke Penjara Glodok tanpa proses peradilan, pada 29 Juni 1965. Di sana, mereka hanya ditahan selama 3 bulan sebelum akhirnya dikirim pemerintah ke Malaysia untuk membuat gerakan.&amp;nbsp;

Presiden Soekarno menjadikan Koes Plus layaknya agen rahasia negara dan memanfaatkan popularitas mereka untuk mengamati gerakan politik Malaysia. Meski dijadikan kambing hitam, Yok Koeswoyo tetap menganggap Presiden Soekarno sebagai orang hebat.

Koes Plus pernah masuk penjara. (Foto: IST)
Dia dan kakak-kakaknya tak pernah mendendam karena kejadian itu. &amp;ldquo;Bung Karno itu pemimpin besar Indonesia dan dia itu leader kaliber dunia loh. Jadi, buat apa dendam?&amp;rdquo; ungkap Yok Koeswoyo.*

</content:encoded></item></channel></rss>
