<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peduli Kesehatan Mental, Vicky Shu Niat Kembangkan Media untuk Masyarakat Bebas Curhat</title><description>Menurut Vicky Shu, terkadang orang hanya ingin didengarkan tentang masalah yang dihadapi untuk meringankan beban pikiran.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/02/33/2774401/peduli-kesehatan-mental-vicky-shu-niat-kembangkan-media-untuk-masyarakat-bebas-curhat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/02/33/2774401/peduli-kesehatan-mental-vicky-shu-niat-kembangkan-media-untuk-masyarakat-bebas-curhat"/><item><title>Peduli Kesehatan Mental, Vicky Shu Niat Kembangkan Media untuk Masyarakat Bebas Curhat</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/02/33/2774401/peduli-kesehatan-mental-vicky-shu-niat-kembangkan-media-untuk-masyarakat-bebas-curhat</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/03/02/33/2774401/peduli-kesehatan-mental-vicky-shu-niat-kembangkan-media-untuk-masyarakat-bebas-curhat</guid><pubDate>Kamis 02 Maret 2023 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Lintang Tribuana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/03/02/33/2774401/peduli-kesehatan-mental-vicky-shu-niat-kembangkan-media-untuk-masyarakat-bebas-curhat-LR5SbNVAIj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Vicky Shu. (Foto: Faisal/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/03/02/33/2774401/peduli-kesehatan-mental-vicky-shu-niat-kembangkan-media-untuk-masyarakat-bebas-curhat-LR5SbNVAIj.jpg</image><title>Vicky Shu. (Foto: Faisal/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Penyanyi Vicky Shu peduli dengan isu kesehatan mental. Menurutnya, memang tanpa sadar dia sudah punya kepekaan terhadap psikologis sesama sejak masih kecil.
Sebagai anak broken home, pemilik nama lengkap Vicky Veranita Yudhasoka ini merasa terketuk hatinya untuk berteman dengan teman-teman sekolahnya yang menjadi korban perundungan.
&quot;SMP dan SMA aku terbiasa mendkati teman di sekolah yang dibully, enggak punya teman. Itu pasti aku rangkul,&quot; kata Vicky kepada Okezone.

BACA JUGA:Vicky Shu Tergerak Comeback ke Industri Musik karena BTS
&amp;nbsp;
Kepekaan terhadap kesehatan mental makin terpupuk seiring bertambahnya usia. Ia menyaksikan sendiri bagaimana sang adik sempat mengalami baby blues usai melahirkan anak.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran baginya. Sehingga, saat Vicky hamil anak pertama dan kedua, dia bertekad menjaga kesehatan mentalnya agar tak mengalami hal serupa.
Keresahan tersebut akhirnya memantik ide untuknya mendengarkan keluh kesah sesama perempuan melalui Instagram. Ia menilai sesi curhat bisa berpengaruh untuk tetap menjaga kewarasan.

BACA JUGA:Belum Boleh Jenguk Nani Wijaya, Pemain Bajaj Bajuri Doa Bareng di RS&quot;Di Instagram aku buka kolom DM itu untuk siapapun yang mau curhat,  jadi sampai detik ini. Karena kadang orang kan hanya mau didengar,&quot; kata  Vicky.
Vicky sebenarnya sudah membuat akun Instagram khusus untuk itu,  tetapi dia berniat mengembangkannya untuk jangkauan yang lebih meluas.  Bila sebelumnya hanya berfokus untuk kaum perempuan, ia membuka lebar  untuk siapapun termasuk laki-laki bisa mencurahkan isi hati.
&quot;Aku lebih gencar, bahkan lagi bikin akun khusus misal (nama akunnya) Kamu Enggak Sendiri, lagi aku godok,&quot; kata Vicky
&quot;Apalagi cowok, kadang mereka terlihat kuat tapi bingung mau ngomong ke mana,&quot; sambungnya.
Pelantun Sayangnya Masih Sayang ini juga sebenarnya terbiasa aktif terlibat langsung menangani masalah perempuan dan remaja ketika terjun di bidang politik. Untuk menjalankan rencana membangun media curhat ini, dia juga menggandeng rekan lain dan juga psikolog.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyanyi Vicky Shu peduli dengan isu kesehatan mental. Menurutnya, memang tanpa sadar dia sudah punya kepekaan terhadap psikologis sesama sejak masih kecil.
Sebagai anak broken home, pemilik nama lengkap Vicky Veranita Yudhasoka ini merasa terketuk hatinya untuk berteman dengan teman-teman sekolahnya yang menjadi korban perundungan.
&quot;SMP dan SMA aku terbiasa mendkati teman di sekolah yang dibully, enggak punya teman. Itu pasti aku rangkul,&quot; kata Vicky kepada Okezone.

BACA JUGA:Vicky Shu Tergerak Comeback ke Industri Musik karena BTS
&amp;nbsp;
Kepekaan terhadap kesehatan mental makin terpupuk seiring bertambahnya usia. Ia menyaksikan sendiri bagaimana sang adik sempat mengalami baby blues usai melahirkan anak.
Pengalaman tersebut menjadi pelajaran baginya. Sehingga, saat Vicky hamil anak pertama dan kedua, dia bertekad menjaga kesehatan mentalnya agar tak mengalami hal serupa.
Keresahan tersebut akhirnya memantik ide untuknya mendengarkan keluh kesah sesama perempuan melalui Instagram. Ia menilai sesi curhat bisa berpengaruh untuk tetap menjaga kewarasan.

BACA JUGA:Belum Boleh Jenguk Nani Wijaya, Pemain Bajaj Bajuri Doa Bareng di RS&quot;Di Instagram aku buka kolom DM itu untuk siapapun yang mau curhat,  jadi sampai detik ini. Karena kadang orang kan hanya mau didengar,&quot; kata  Vicky.
Vicky sebenarnya sudah membuat akun Instagram khusus untuk itu,  tetapi dia berniat mengembangkannya untuk jangkauan yang lebih meluas.  Bila sebelumnya hanya berfokus untuk kaum perempuan, ia membuka lebar  untuk siapapun termasuk laki-laki bisa mencurahkan isi hati.
&quot;Aku lebih gencar, bahkan lagi bikin akun khusus misal (nama akunnya) Kamu Enggak Sendiri, lagi aku godok,&quot; kata Vicky
&quot;Apalagi cowok, kadang mereka terlihat kuat tapi bingung mau ngomong ke mana,&quot; sambungnya.
Pelantun Sayangnya Masih Sayang ini juga sebenarnya terbiasa aktif terlibat langsung menangani masalah perempuan dan remaja ketika terjun di bidang politik. Untuk menjalankan rencana membangun media curhat ini, dia juga menggandeng rekan lain dan juga psikolog.</content:encoded></item></channel></rss>
