<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yayasan Puri Kauhan Ubud Lestarikan Budaya Asli Bali Lewat 5 Film Pendek</title><description>Lima buah film pendek hasil kompetisi Purwa Carita Campuhan dirilis untuk dipersembahkan pada masyarakat</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/17/206/2767012/yayasan-puri-kauhan-ubud-lestarikan-budaya-asli-bali-lewat-5-film-pendek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/17/206/2767012/yayasan-puri-kauhan-ubud-lestarikan-budaya-asli-bali-lewat-5-film-pendek"/><item><title>Yayasan Puri Kauhan Ubud Lestarikan Budaya Asli Bali Lewat 5 Film Pendek</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/17/206/2767012/yayasan-puri-kauhan-ubud-lestarikan-budaya-asli-bali-lewat-5-film-pendek</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/17/206/2767012/yayasan-puri-kauhan-ubud-lestarikan-budaya-asli-bali-lewat-5-film-pendek</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 20:35 WIB</pubDate><dc:creator>Novie Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/17/206/2767012/yayasan-puri-kauhan-ubud-lestarikan-budaya-asli-bali-lewat-5-film-pendek-b4HzzTBoWE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perilisan Film Pendek Sastra Saraswati Sewana (Foto: Novie Fauziah/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/17/206/2767012/yayasan-puri-kauhan-ubud-lestarikan-budaya-asli-bali-lewat-5-film-pendek-b4HzzTBoWE.jpg</image><title>Perilisan Film Pendek Sastra Saraswati Sewana (Foto: Novie Fauziah/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat Bali menghasilkan sebuah karya yang menceritakan tentang tradisi dan kebudayaan di Pulau Dewata. Sedikitnya, lima buah film pendek hasil kompetisi Purwa Carita Campuhan dirilis untuk dipersembahkan pada masyarakat.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana mengungkapkan, bahwa pihaknya sengaja mempersembahkan lima film pendek tersebut untuk anak muda. Hal itu bertujuan agar mereka semakin memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

BACA JUGA:Pengalaman Seru Arbani Yasiz jadi Pengisi Suara di Film Kiko In The Deep Sea
BACA JUGA:Liliana Tanoesoedibjo Kemas Edukasi tentang Ekosistem Laut di Film Kiko In the Deep Sea



&quot;Itu untuk disaksikan anak-anak muda Bali, agar mereka memiliki kepedulian melalui lingkungan melalui film pendek yang diambil dari cerita rakyat,&quot; ungkapnya dalam launching Buku dan Film Pendek Sastra Saraswati Sewana di The Club Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (17/02/2023).

Kelima judul film pendek tersebut diantaranya, Tonya Bindu, yang merupakan cerita rakyat yang diangkat dari sebuah tukad (sungai) di tengah hiruk pikuk kota Denpasar. Tukad Bindu tersebut memiliki cukup banyak fungsi penting bagi kehidupan di Bali.

Karya kedua berjudul Boni Tari Rejang Pala (Buah), yang merupakan salah satu tarian sakral warisan dari Desa Nongan Karangasem. Bahkan setiap anak remaja disana, diwajibkan untuk menarikan tarian ini, dengan gelungan (hiasan kepala) dari buah buahan.



Selanjutnya ada I Swarnangkara yang terinspirasi dari Buku I Swarnangkara, Si Penjaga Hutan. Film ini berkisah tentang I Swarnangkara, yang merasa ada sesuatu mengikutinya dari balik pepohonan: makhluk berbadan besar dengan rambut panjang dan mata merah. Demi mengakhiri mimpi buruknya. I Swarnangkara rela pergi ke hutan tempat mimpinya berasal.

Kemudian Kacang Dari, yang merupakan cerita rakyat dari Pujungan, Tabanan. Bercerita tentang seorang wanita sebatang kara yang setiap hari bertugas untuk mencari kayu bakar demi memenuhi kehidupannya. Sampai pada akhirnya, ia menemukan kacang yang bersinar.Terakhir, ada I Tundung, sebuah film tentang seorang yang bertekad  untuk menjaga tanah, air dan hutannya yang tinggal di Desa Sangkan  Gunung, Tenganan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo menyebut, jika ada berbagai macam  cara untuk mempromosikan pariwisata di Tanah Air. Bahkan film disebut  sebagai salah satu cara yang paling potensial untuk mempromosikan  pariwisata di Indonesia.

Angela yang juga Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia  (Perindo) Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif ini menjelaskan, bahwa  pihaknya sangat mendukung film-film yang akan berdampak terhadap  Pariwisata di Indonesia.

&quot;Kita dukung untuk mempromosikan pariwisata Indonesia sangat efektif  melalui film,&quot; ujarnya saat bertemu dengan jajaran direksi PFN di  Jakarta beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat Bali menghasilkan sebuah karya yang menceritakan tentang tradisi dan kebudayaan di Pulau Dewata. Sedikitnya, lima buah film pendek hasil kompetisi Purwa Carita Campuhan dirilis untuk dipersembahkan pada masyarakat.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud, AAGN Ari Dwipayana mengungkapkan, bahwa pihaknya sengaja mempersembahkan lima film pendek tersebut untuk anak muda. Hal itu bertujuan agar mereka semakin memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

BACA JUGA:Pengalaman Seru Arbani Yasiz jadi Pengisi Suara di Film Kiko In The Deep Sea
BACA JUGA:Liliana Tanoesoedibjo Kemas Edukasi tentang Ekosistem Laut di Film Kiko In the Deep Sea



&quot;Itu untuk disaksikan anak-anak muda Bali, agar mereka memiliki kepedulian melalui lingkungan melalui film pendek yang diambil dari cerita rakyat,&quot; ungkapnya dalam launching Buku dan Film Pendek Sastra Saraswati Sewana di The Club Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (17/02/2023).

Kelima judul film pendek tersebut diantaranya, Tonya Bindu, yang merupakan cerita rakyat yang diangkat dari sebuah tukad (sungai) di tengah hiruk pikuk kota Denpasar. Tukad Bindu tersebut memiliki cukup banyak fungsi penting bagi kehidupan di Bali.

Karya kedua berjudul Boni Tari Rejang Pala (Buah), yang merupakan salah satu tarian sakral warisan dari Desa Nongan Karangasem. Bahkan setiap anak remaja disana, diwajibkan untuk menarikan tarian ini, dengan gelungan (hiasan kepala) dari buah buahan.



Selanjutnya ada I Swarnangkara yang terinspirasi dari Buku I Swarnangkara, Si Penjaga Hutan. Film ini berkisah tentang I Swarnangkara, yang merasa ada sesuatu mengikutinya dari balik pepohonan: makhluk berbadan besar dengan rambut panjang dan mata merah. Demi mengakhiri mimpi buruknya. I Swarnangkara rela pergi ke hutan tempat mimpinya berasal.

Kemudian Kacang Dari, yang merupakan cerita rakyat dari Pujungan, Tabanan. Bercerita tentang seorang wanita sebatang kara yang setiap hari bertugas untuk mencari kayu bakar demi memenuhi kehidupannya. Sampai pada akhirnya, ia menemukan kacang yang bersinar.Terakhir, ada I Tundung, sebuah film tentang seorang yang bertekad  untuk menjaga tanah, air dan hutannya yang tinggal di Desa Sangkan  Gunung, Tenganan.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo menyebut, jika ada berbagai macam  cara untuk mempromosikan pariwisata di Tanah Air. Bahkan film disebut  sebagai salah satu cara yang paling potensial untuk mempromosikan  pariwisata di Indonesia.

Angela yang juga Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia  (Perindo) Bidang Ekonomi Digital dan Kreatif ini menjelaskan, bahwa  pihaknya sangat mendukung film-film yang akan berdampak terhadap  Pariwisata di Indonesia.

&quot;Kita dukung untuk mempromosikan pariwisata Indonesia sangat efektif  melalui film,&quot; ujarnya saat bertemu dengan jajaran direksi PFN di  Jakarta beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
