<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sandiaga Uno Apresiasi Festival Sinema Australia Indonesia</title><description>Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut mengapresiasi perhelatan Festival Sinema Australia Indonesia</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/16/206/2766461/sandiaga-uno-apresiasi-festival-sinema-australia-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/16/206/2766461/sandiaga-uno-apresiasi-festival-sinema-australia-indonesia"/><item><title>Sandiaga Uno Apresiasi Festival Sinema Australia Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/16/206/2766461/sandiaga-uno-apresiasi-festival-sinema-australia-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/02/16/206/2766461/sandiaga-uno-apresiasi-festival-sinema-australia-indonesia</guid><pubDate>Jum'at 17 Februari 2023 00:01 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amanah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/02/16/206/2766461/sandiaga-uno-apresiasi-festival-sinema-australia-indonesia-x2BTqUIRJa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menparekraf Sandiaga Uno di Festival Sinema Australia Indonesia (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/02/16/206/2766461/sandiaga-uno-apresiasi-festival-sinema-australia-indonesia-x2BTqUIRJa.jpg</image><title>Menparekraf Sandiaga Uno di Festival Sinema Australia Indonesia (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut mengapresiasi perhelatan Festival Sinema Australia Indonesia yang akan digelar di 7 kota pada 24 Februari hingga 18 Maret 2023. FSAI ke-8 kembali diselenggarakan secara offline, dimana tahun sebelumnya berlangsung secara online karena pandemi covid-19.
Festival ini bukan hanya dijadikan ajang untuk mempertontonkan film-film Australia dan Indonesia melainkan akan ada kegiatan masterclass, wadah untuk berbagai pengalaman serta diskusi mengenai dunia perfilman. Marisa Anita yang merupakan alumni dari Australia akan ikut terlibat dalam pagelaran ini.
&quot;Saya memberikan apresiasi kepada Dubes Australia, karena ini bukan hanya screening film tapi juga ada masterclass, menyentuh beberapa kota, dan nanti juga akan ada semacam workshop yang diharapkan dapat meningkatkan best practice,&quot;kata Sandi saat konferensi pers FSAI di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA:Film Indonesia yang Diadaptasi dari Sinetron Legendaris
BACA JUGA:Bak Hollywood, Langkah Renjana Jadi Film Indonesia Pertama Gunakan Layar Virtual

Dalam momentum ini pula, Sandi menyoroti bagaimana Australia telah berhasil menggunakan industri perfilmannya itu untuk menarik minat para insan perfilman mancanegara agar menjadikan Australia sebagai lokasi syuting film mereka nantinya.
Sandiaga Uno pun berharap fenomena ini dapat dijadikan contoh oleh Indonesia sehingga industri perfilman dalam negeri dapat merambah kancah internasional, termasuk didalamnya ketertarikan untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting film kelas dunia. Tak hanya itu, Sandi ingin momentum ini juga dapat meningkatkan kualitas karya anak bangsa.
&quot;Indonesia sedang menerapkan pola yang sama dan mudah-mudahan bukan hanya menarik film-film berkelas Internasional yang syuting di Indonesia tapi juga meningkatkan kualitas film Indonesia,&quot;ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, Sandiaga menyampaikan hal menarik dalam pagelaran FSAI di tahun ini yang memilih Lombok dan Yogyakarta sebagai 2 dari 7 kota tempat diselenggarakannya acara ini.
&quot;Yang menarik dari FSAI 2023 ini ada di 7 Kota. Untuk Lombok ini bagian dari destinasi  super prioritas kita, Mandalika dan Jogjakarta juga destinasi super prioritas, Borobudur,&quot;pungkasnya.Adapun 7 kota yang dimaksud adalah Jakarta, Surabaya, Makassar,  Mataram, Yogyakarta, Bandung, dan Tangerang Selatan. Film-film Australia  yang akan diputar antara lain film Sweet As. drama biografi Penguin  Bloom, Moon Rock for Monday, The Drover's Wife: The Legend of Molly  Johnson, dan film komedi animasi Peter Rabbit 2: The Runaway yang  diproduksi bersama oleh studio animasi Australia, Animal Logic.
FSAI 2023 juga menampilkan dua film yang diproduseri oleh alumni  Australia Mira Lesmana, yaitu drama menegangkan Paranoia dan kisah mudik  Humba Dreams. Pagelaran tahun ini dirasa begitu spesial karena  menandakan 70 tahun perayaan program beasiswa Australia di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut mengapresiasi perhelatan Festival Sinema Australia Indonesia yang akan digelar di 7 kota pada 24 Februari hingga 18 Maret 2023. FSAI ke-8 kembali diselenggarakan secara offline, dimana tahun sebelumnya berlangsung secara online karena pandemi covid-19.
Festival ini bukan hanya dijadikan ajang untuk mempertontonkan film-film Australia dan Indonesia melainkan akan ada kegiatan masterclass, wadah untuk berbagai pengalaman serta diskusi mengenai dunia perfilman. Marisa Anita yang merupakan alumni dari Australia akan ikut terlibat dalam pagelaran ini.
&quot;Saya memberikan apresiasi kepada Dubes Australia, karena ini bukan hanya screening film tapi juga ada masterclass, menyentuh beberapa kota, dan nanti juga akan ada semacam workshop yang diharapkan dapat meningkatkan best practice,&quot;kata Sandi saat konferensi pers FSAI di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA:Film Indonesia yang Diadaptasi dari Sinetron Legendaris
BACA JUGA:Bak Hollywood, Langkah Renjana Jadi Film Indonesia Pertama Gunakan Layar Virtual

Dalam momentum ini pula, Sandi menyoroti bagaimana Australia telah berhasil menggunakan industri perfilmannya itu untuk menarik minat para insan perfilman mancanegara agar menjadikan Australia sebagai lokasi syuting film mereka nantinya.
Sandiaga Uno pun berharap fenomena ini dapat dijadikan contoh oleh Indonesia sehingga industri perfilman dalam negeri dapat merambah kancah internasional, termasuk didalamnya ketertarikan untuk menjadikan Indonesia sebagai lokasi syuting film kelas dunia. Tak hanya itu, Sandi ingin momentum ini juga dapat meningkatkan kualitas karya anak bangsa.
&quot;Indonesia sedang menerapkan pola yang sama dan mudah-mudahan bukan hanya menarik film-film berkelas Internasional yang syuting di Indonesia tapi juga meningkatkan kualitas film Indonesia,&quot;ujarnya.
Dalam kesempatan itu pula, Sandiaga menyampaikan hal menarik dalam pagelaran FSAI di tahun ini yang memilih Lombok dan Yogyakarta sebagai 2 dari 7 kota tempat diselenggarakannya acara ini.
&quot;Yang menarik dari FSAI 2023 ini ada di 7 Kota. Untuk Lombok ini bagian dari destinasi  super prioritas kita, Mandalika dan Jogjakarta juga destinasi super prioritas, Borobudur,&quot;pungkasnya.Adapun 7 kota yang dimaksud adalah Jakarta, Surabaya, Makassar,  Mataram, Yogyakarta, Bandung, dan Tangerang Selatan. Film-film Australia  yang akan diputar antara lain film Sweet As. drama biografi Penguin  Bloom, Moon Rock for Monday, The Drover's Wife: The Legend of Molly  Johnson, dan film komedi animasi Peter Rabbit 2: The Runaway yang  diproduksi bersama oleh studio animasi Australia, Animal Logic.
FSAI 2023 juga menampilkan dua film yang diproduseri oleh alumni  Australia Mira Lesmana, yaitu drama menegangkan Paranoia dan kisah mudik  Humba Dreams. Pagelaran tahun ini dirasa begitu spesial karena  menandakan 70 tahun perayaan program beasiswa Australia di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
