<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Haru, Slamet Rahardjo Kenang Momen Perkenalan dengan Mendiang Nano Riantiarno</title><description>Slamet Rahardjo hadir di rumah duka hingga turut mengantarkan jenazah Nano Riantiarno ke tempat peristirahatan terakhirnya</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/22/33/2750830/haru-slamet-rahardjo-kenang-momen-perkenalan-dengan-mendiang-nano-riantiarno</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/22/33/2750830/haru-slamet-rahardjo-kenang-momen-perkenalan-dengan-mendiang-nano-riantiarno"/><item><title>Haru, Slamet Rahardjo Kenang Momen Perkenalan dengan Mendiang Nano Riantiarno</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/22/33/2750830/haru-slamet-rahardjo-kenang-momen-perkenalan-dengan-mendiang-nano-riantiarno</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/22/33/2750830/haru-slamet-rahardjo-kenang-momen-perkenalan-dengan-mendiang-nano-riantiarno</guid><pubDate>Minggu 22 Januari 2023 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amanah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/22/33/2750830/haru-slamet-rahardjo-kenang-momen-perkenalan-dengan-mendiang-nano-riantiarno-GPI1j7mKs0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Slamet Rahardjo di Rumah Duka Nano Riantiarno. (Foto: Nurul/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/22/33/2750830/haru-slamet-rahardjo-kenang-momen-perkenalan-dengan-mendiang-nano-riantiarno-GPI1j7mKs0.jpg</image><title>Slamet Rahardjo di Rumah Duka Nano Riantiarno. (Foto: Nurul/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Aktor senior Slamet Rahardjo terlihat hadir di rumah duka untuk mengantar kepergian rekan sesama aktor sekaligus pendiri Teater Koma,  Norbertus Riantiarno atau Nano pada Sabtu, (21/1/2023). Nano diketahui menghembuskan nafas terakhirnya pada 20 Januari lalu .
Sebagai seorang sahabat, Slamet Rahardjo  dipercaya untuk memberikan salam perpisahan. Dalam salam perpisahan itu, Slamet Raharjo mengenang kembali momen perkenalannya dengan sosok Nano yang terkesan sangat sederhana. Satu hal yang juga cukup melekat dalam ingatan mengenai sosok Nano Riantiarno adalah aksen Cirebon yang begitu kental saat momen perkenalan itu.
&quot;Hari ini adalah hari yang begitu indah bagi saya sebagai sahabat. Riantiarno pemuda yang sangat sederhana dengan aksen Cilegon yang sangat kental,&quot; ujar Slamet Raharjo di rumah duka di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1/2023).

BACA JUGA:Nano Riantiarno Meninggal Dunia, Widyawati: Kita Kehilangan Sosok yang Berdedikasi
Perkenalan pertama dua sahabat itu terjadi di Akademik Teater Nasional Indonesia pada tahun 1967 bersama dengan rekan-rekan lainnya.
&quot;Dia memperkenalkan diri bersama dengan teman temannya di Akademik Teater Nasional  Indonesia di tahun 1967, 'Perkenalkan nama saya Riantiarno',&quot;ungkap Slamet.
Slamet mengingat raut wajah Nano yang selalu murah senyum dan bersahaja. Setelah 2 tahun berkenalan, Slamet memahami betul jika Nano merupakan sosok pemuda yang berkepribadian baik.
BACA JUGA:Akhirnya, Bunda Corla Nyekar ke Makam Olga Syahputra Bersama Ruben Onsu&quot;Pemuda itu tampangnya sangat sederhana, senyum, dan ternyata setelah  saya setahun dua tahun bersama dia, dia memang baik dalam kehidupan,  tidak hanya di atas panggung,&quot;jelasnya.
Selain itu, satu hal yang juga selalu diingat dari sosok Nano adalah  sikapnya yang memilih untuk menghindari konflik dengan siapapun.  Permasalahan apapun, harus diselesaikan tanpa memicu konflik.
&quot;Riantiarno adalah tipe orang yang paling menghindari konflik, segala  sesuatunya diselesaikan dengan kata 'yo wis lah, moso ndak bisa  diselesaikan?'. Itu Riantiarno,&quot; tutupnya.
Selain Slamet Raharjo, terlihat pula Widyawati dan Niniek L. Karim  yang menghadiri ibadah pelepasan seniman Nano Riantiarno pada Sabtu  (21/1/2023) di rumah duka di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. an Slamet  Raharjo terlihat hadir di rumah duka.
Setelah ibadah pelepasan, mobil jenazah beserta iring-iringan  kendaraan keluarga dari mendiang Nano Riantiarno berangkat menuju ke  Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, kecamatan Kemang, Bogor, Jawa  Barat, tempat jenazah Nano Riantiarno akan dimakamkan.
Slamet Raharjo pun terlihat dalam barisan iring-iringan kendaraan  yang mengantarkan jenazah Nano Riantiarno ke tempat peristirahatan  terakhirnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktor senior Slamet Rahardjo terlihat hadir di rumah duka untuk mengantar kepergian rekan sesama aktor sekaligus pendiri Teater Koma,  Norbertus Riantiarno atau Nano pada Sabtu, (21/1/2023). Nano diketahui menghembuskan nafas terakhirnya pada 20 Januari lalu .
Sebagai seorang sahabat, Slamet Rahardjo  dipercaya untuk memberikan salam perpisahan. Dalam salam perpisahan itu, Slamet Raharjo mengenang kembali momen perkenalannya dengan sosok Nano yang terkesan sangat sederhana. Satu hal yang juga cukup melekat dalam ingatan mengenai sosok Nano Riantiarno adalah aksen Cirebon yang begitu kental saat momen perkenalan itu.
&quot;Hari ini adalah hari yang begitu indah bagi saya sebagai sahabat. Riantiarno pemuda yang sangat sederhana dengan aksen Cilegon yang sangat kental,&quot; ujar Slamet Raharjo di rumah duka di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (21/1/2023).

BACA JUGA:Nano Riantiarno Meninggal Dunia, Widyawati: Kita Kehilangan Sosok yang Berdedikasi
Perkenalan pertama dua sahabat itu terjadi di Akademik Teater Nasional Indonesia pada tahun 1967 bersama dengan rekan-rekan lainnya.
&quot;Dia memperkenalkan diri bersama dengan teman temannya di Akademik Teater Nasional  Indonesia di tahun 1967, 'Perkenalkan nama saya Riantiarno',&quot;ungkap Slamet.
Slamet mengingat raut wajah Nano yang selalu murah senyum dan bersahaja. Setelah 2 tahun berkenalan, Slamet memahami betul jika Nano merupakan sosok pemuda yang berkepribadian baik.
BACA JUGA:Akhirnya, Bunda Corla Nyekar ke Makam Olga Syahputra Bersama Ruben Onsu&quot;Pemuda itu tampangnya sangat sederhana, senyum, dan ternyata setelah  saya setahun dua tahun bersama dia, dia memang baik dalam kehidupan,  tidak hanya di atas panggung,&quot;jelasnya.
Selain itu, satu hal yang juga selalu diingat dari sosok Nano adalah  sikapnya yang memilih untuk menghindari konflik dengan siapapun.  Permasalahan apapun, harus diselesaikan tanpa memicu konflik.
&quot;Riantiarno adalah tipe orang yang paling menghindari konflik, segala  sesuatunya diselesaikan dengan kata 'yo wis lah, moso ndak bisa  diselesaikan?'. Itu Riantiarno,&quot; tutupnya.
Selain Slamet Raharjo, terlihat pula Widyawati dan Niniek L. Karim  yang menghadiri ibadah pelepasan seniman Nano Riantiarno pada Sabtu  (21/1/2023) di rumah duka di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. an Slamet  Raharjo terlihat hadir di rumah duka.
Setelah ibadah pelepasan, mobil jenazah beserta iring-iringan  kendaraan keluarga dari mendiang Nano Riantiarno berangkat menuju ke  Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, kecamatan Kemang, Bogor, Jawa  Barat, tempat jenazah Nano Riantiarno akan dimakamkan.
Slamet Raharjo pun terlihat dalam barisan iring-iringan kendaraan  yang mengantarkan jenazah Nano Riantiarno ke tempat peristirahatan  terakhirnya.</content:encoded></item></channel></rss>
