<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nano Riantiarno Meninggal Dunia setelah 4 Tahun Sakit Kanker</title><description>Aktor sekaligis pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno alias Nano, meninggal dunia setelah sakit kanker.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/20/33/2749901/nano-riantiarno-meninggal-dunia-setelah-4-tahun-sakit-kanker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/20/33/2749901/nano-riantiarno-meninggal-dunia-setelah-4-tahun-sakit-kanker"/><item><title>Nano Riantiarno Meninggal Dunia setelah 4 Tahun Sakit Kanker</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/20/33/2749901/nano-riantiarno-meninggal-dunia-setelah-4-tahun-sakit-kanker</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2023/01/20/33/2749901/nano-riantiarno-meninggal-dunia-setelah-4-tahun-sakit-kanker</guid><pubDate>Jum'at 20 Januari 2023 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/01/20/33/2749901/nano-riantiarno-meninggal-dunia-setelah-4-tahun-sakit-kanker-L1YEGMNqSE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Norbertus Riantiarno. (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/01/20/33/2749901/nano-riantiarno-meninggal-dunia-setelah-4-tahun-sakit-kanker-L1YEGMNqSE.jpg</image><title>Norbertus Riantiarno. (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Aktor sekaligis pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno alias Nano, meninggal dunia setelah sakit kanker. Hal ini diungkapkan oleh putra sulungnya, Rangga Bhuana.
Diketahui, jenazah Nano Riantiarno disemayamkan di rumah duka kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/1/2023). Puluhan pelayat pun hadir ke rumah duka untuk memberikan doa terbaik bagi almarhum.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS82LzE2MTEwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rangga Bhuana mengungkapkan bahwa sang ayah sudah empat tahun terakhir menderita kanker.
&quot;Setelahnya pulang dari rumah sakit, tiba-tiba awal Desember batuk-batuk, rontgen 3 Desember, ternyata ada penyebaran ke paru-paru. Dipastikan lagi, sejak dibawa ke ICU Dharmais tanggal 27 Desember, teliti lewat Rontgen, diambil cairan paru-paru, itu yang bikin sesak napas, ya memang kondisinya kanker,&quot; jelas Rangga Bhuana.

BACA JUGA:Ngadu ke Kedubes Jerman, Nikita Mirzani Kembali Singgung Pajak Bunda Corla
BACA JUGA:7 Artis Indonesia yang Idap Penyakit Langka Sampai Berobat ke Luar Negeri

Rangga mengatakan ayah tercintanya meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, Nano Riantiarno juga sempat di rawat di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan pada 23 Desember 2022. Kemudian, suami&amp;nbsp;Ratna Riantiarno itu dipindahkan ke RS Dharmais pada 27 Desember.&quot;Iya dari hari Senin sudah di sini (rumah). Memang kondisinya, secara perlahan menurun. Kalau dibilang sakit ada, karena kelamaan berbaring. Bagian bokongnya agak sakit, lecet. Karena di paru-paru, jadinya sesak,&quot; jelas Rangga.
&quot;Boleh pulang tetap membawa selang untuk mengeluarkan cairan dalam paru-paru. Itu sedikit membantu. Ya pada akhirnya napasnya, deg-degan, sampai ke paru-paru masih jelek,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:7 Artis Indonesia yang Idap Penyakit Langka Sampai Berobat ke Luar Negeri

Rangga kemudian menegaskan bahwa sang ayah meninggal dunia setelah didiagnosa menderita ka kenker paru-paru.
&quot;Pada akhirnya karena kena paru-paru napasnya jelek, jadi sulit juga karena bergerak di kasur cukup sulit,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Aktor sekaligis pendiri Teater Koma, Norbertus Riantiarno alias Nano, meninggal dunia setelah sakit kanker. Hal ini diungkapkan oleh putra sulungnya, Rangga Bhuana.
Diketahui, jenazah Nano Riantiarno disemayamkan di rumah duka kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/1/2023). Puluhan pelayat pun hadir ke rumah duka untuk memberikan doa terbaik bagi almarhum.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xOS82LzE2MTEwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Rangga Bhuana mengungkapkan bahwa sang ayah sudah empat tahun terakhir menderita kanker.
&quot;Setelahnya pulang dari rumah sakit, tiba-tiba awal Desember batuk-batuk, rontgen 3 Desember, ternyata ada penyebaran ke paru-paru. Dipastikan lagi, sejak dibawa ke ICU Dharmais tanggal 27 Desember, teliti lewat Rontgen, diambil cairan paru-paru, itu yang bikin sesak napas, ya memang kondisinya kanker,&quot; jelas Rangga Bhuana.

BACA JUGA:Ngadu ke Kedubes Jerman, Nikita Mirzani Kembali Singgung Pajak Bunda Corla
BACA JUGA:7 Artis Indonesia yang Idap Penyakit Langka Sampai Berobat ke Luar Negeri

Rangga mengatakan ayah tercintanya meninggal dunia sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, Nano Riantiarno juga sempat di rawat di Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jakarta Selatan pada 23 Desember 2022. Kemudian, suami&amp;nbsp;Ratna Riantiarno itu dipindahkan ke RS Dharmais pada 27 Desember.&quot;Iya dari hari Senin sudah di sini (rumah). Memang kondisinya, secara perlahan menurun. Kalau dibilang sakit ada, karena kelamaan berbaring. Bagian bokongnya agak sakit, lecet. Karena di paru-paru, jadinya sesak,&quot; jelas Rangga.
&quot;Boleh pulang tetap membawa selang untuk mengeluarkan cairan dalam paru-paru. Itu sedikit membantu. Ya pada akhirnya napasnya, deg-degan, sampai ke paru-paru masih jelek,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:7 Artis Indonesia yang Idap Penyakit Langka Sampai Berobat ke Luar Negeri

Rangga kemudian menegaskan bahwa sang ayah meninggal dunia setelah didiagnosa menderita ka kenker paru-paru.
&quot;Pada akhirnya karena kena paru-paru napasnya jelek, jadi sulit juga karena bergerak di kasur cukup sulit,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
