<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KBRI Korea Selatan Turun Tangan di Kasus Dugaan Penipuan Konser K-Pop We All Are One</title><description>KBRI Korea Selatan akan turun tangan untuk menangani dugaan penipuan konser We All Are One</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/30/33/2718147/kbri-korea-selatan-turun-tangan-di-kasus-dugaan-penipuan-konser-k-pop-we-all-are-one</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/30/33/2718147/kbri-korea-selatan-turun-tangan-di-kasus-dugaan-penipuan-konser-k-pop-we-all-are-one"/><item><title>KBRI Korea Selatan Turun Tangan di Kasus Dugaan Penipuan Konser K-Pop We All Are One</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/30/33/2718147/kbri-korea-selatan-turun-tangan-di-kasus-dugaan-penipuan-konser-k-pop-we-all-are-one</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/30/33/2718147/kbri-korea-selatan-turun-tangan-di-kasus-dugaan-penipuan-konser-k-pop-we-all-are-one</guid><pubDate>Rabu 30 November 2022 21:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/30/33/2718147/kbri-korea-selatan-turun-tangan-di-kasus-dugaan-penipuan-konser-k-pop-we-all-are-one-C8r56tLvrm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dugaan penipuan konser We Are All One (Foto: Kolase Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/30/33/2718147/kbri-korea-selatan-turun-tangan-di-kasus-dugaan-penipuan-konser-k-pop-we-all-are-one-C8r56tLvrm.jpg</image><title>Dugaan penipuan konser We Are All One (Foto: Kolase Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Kasus dugaan penipuan konser K-Pop We All Are One menarik perhatian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan. Pihak KBRI bahkan akan ikut turun tangan untuk menangani dugaan penipuan konser yang seharusnya digelar pada 10-12 November 2022 lalu.

Hal tersebut bahkan disampaikan oleh Dubes RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto. Melalui akun Instagramnya, Gandi menyebut bahwa pihaknya akan membantu para korban dalam memperjuangkan haknya.

BACA JUGA:Tiket Konser Raisa di GBK Mulai Dijual Besok, Netizen Waswas


&quot;KBRI Seoul akan membantu sesuai dengan prosedur yang ada,&quot; ungkap Gandi melalui akun @dubes_sulis_seoul yang ditulis dalam komentar di postingan @officialkvibes.

Sementara itu, Fritz Hutapea selaku kuasa hukum dari Direktur PT Visi Musik menyambut baik hal tersebut. Apalagi pihak Kedubes RI sudah mengatakan siap membantu menangani kasus tersebut.

&quot;Kami sudah membuka pintu untuk Dubes RI di Korea dan kami juga sudah memberi terima kasih bahwa mereka juga sudah mengeluarkan pernyataan siap membantu,&quot; ujar Fritz saat dikonfirmasi awak media.



&quot;Semoga para pihak di Korea juga mengerti bahwa asing atau lokal kalau melanggar hukum di negara dia berada, memang bisa dikenakan hukum negara tersebut,&quot; lanjutnya.

Selain itu, para korban dari dugaan penipuan konser tersebut disinyalir membentuk grup di Twitter untuk menyampaikan aspirasinya terkait kasus ini. Bahkan, grup tersebut memiliki anggota yang mencapai dua ribu orang.

&quot;Sangat menggugah hati saya ya, saya juga ikut memantau pergerakan mereka bahkan banyak juga atensi yang masuk ke sosial media saya memberikan dukungan ke saya untuk segera mengusut tuntas kasus ini,&quot; ungkap Fritz.Sebagaimana diketahui, akun Instagram @weallareone_official  mengumumkan konser K-Pop We All Are One harus diundur hingga tahun 2023.  Terkait alasan, pihak penyelenggara mengaku terpaksa menunda dengan  alasan mempertimbangkan insiden kerumunan dan keamanan.

Hal itu membuat para&amp;nbsp;pembeli tiket sontak menuntut pengembalian uang  mereka. Sampai pada akhirnya, di 10 November 2022, seseorang bernama  Derpita Gultom yang merupakan ketua fanbase K-Pop melaporkan Direktur PT  Coution Live Jae Hyun Park sebagai promotor konser itu ke pihak  kepolisian.

Laporan terdaftar dalam nomor perkara LP/B/552/XI/2022/SPKT. UNIT  RESKRIM/Polsek Metro Tamansari terkait tuduhan tindak pidana penipuan.</description><content:encoded>JAKARTA - Kasus dugaan penipuan konser K-Pop We All Are One menarik perhatian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan. Pihak KBRI bahkan akan ikut turun tangan untuk menangani dugaan penipuan konser yang seharusnya digelar pada 10-12 November 2022 lalu.

Hal tersebut bahkan disampaikan oleh Dubes RI untuk Korea Selatan, Gandi Sulistiyanto. Melalui akun Instagramnya, Gandi menyebut bahwa pihaknya akan membantu para korban dalam memperjuangkan haknya.

BACA JUGA:Tiket Konser Raisa di GBK Mulai Dijual Besok, Netizen Waswas


&quot;KBRI Seoul akan membantu sesuai dengan prosedur yang ada,&quot; ungkap Gandi melalui akun @dubes_sulis_seoul yang ditulis dalam komentar di postingan @officialkvibes.

Sementara itu, Fritz Hutapea selaku kuasa hukum dari Direktur PT Visi Musik menyambut baik hal tersebut. Apalagi pihak Kedubes RI sudah mengatakan siap membantu menangani kasus tersebut.

&quot;Kami sudah membuka pintu untuk Dubes RI di Korea dan kami juga sudah memberi terima kasih bahwa mereka juga sudah mengeluarkan pernyataan siap membantu,&quot; ujar Fritz saat dikonfirmasi awak media.



&quot;Semoga para pihak di Korea juga mengerti bahwa asing atau lokal kalau melanggar hukum di negara dia berada, memang bisa dikenakan hukum negara tersebut,&quot; lanjutnya.

Selain itu, para korban dari dugaan penipuan konser tersebut disinyalir membentuk grup di Twitter untuk menyampaikan aspirasinya terkait kasus ini. Bahkan, grup tersebut memiliki anggota yang mencapai dua ribu orang.

&quot;Sangat menggugah hati saya ya, saya juga ikut memantau pergerakan mereka bahkan banyak juga atensi yang masuk ke sosial media saya memberikan dukungan ke saya untuk segera mengusut tuntas kasus ini,&quot; ungkap Fritz.Sebagaimana diketahui, akun Instagram @weallareone_official  mengumumkan konser K-Pop We All Are One harus diundur hingga tahun 2023.  Terkait alasan, pihak penyelenggara mengaku terpaksa menunda dengan  alasan mempertimbangkan insiden kerumunan dan keamanan.

Hal itu membuat para&amp;nbsp;pembeli tiket sontak menuntut pengembalian uang  mereka. Sampai pada akhirnya, di 10 November 2022, seseorang bernama  Derpita Gultom yang merupakan ketua fanbase K-Pop melaporkan Direktur PT  Coution Live Jae Hyun Park sebagai promotor konser itu ke pihak  kepolisian.

Laporan terdaftar dalam nomor perkara LP/B/552/XI/2022/SPKT. UNIT  RESKRIM/Polsek Metro Tamansari terkait tuduhan tindak pidana penipuan.</content:encoded></item></channel></rss>
