<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vision+ Ajak Masyarakat Mengenal Ragam Budaya Lokal Lewat Original Series Piknik Pesona</title><description>Original Series Piknik Pesona berisi 10 buah film karya 10 sutradara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/28/206/2715965/vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/28/206/2715965/vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona"/><item><title>Vision+ Ajak Masyarakat Mengenal Ragam Budaya Lokal Lewat Original Series Piknik Pesona</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/28/206/2715965/vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/28/206/2715965/vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona</guid><pubDate>Senin 28 November 2022 07:52 WIB</pubDate><dc:creator>Yohanes Demo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/28/206/2715965/vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona-hzQLNDe3GQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Piknik Pesona (Foto: Yohanes Demo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/28/206/2715965/vision-ajak-masyarakat-mengenal-ragam-budaya-lokal-lewat-original-series-piknik-pesona-hzQLNDe3GQ.jpeg</image><title>Piknik Pesona (Foto: Yohanes Demo)</title></images><description>JAKARTA - Bekerja sama dengan Palari Films, original series Piknik Pesona sudah bisa disaksikan mulai Minggu, 27 November 2022 di Vision+. Serial tersebut berisi 10 buah film karya 10 sutradara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Reno F. Junirman, Produser Piknik Pesona menyebutkan, &quot;Piknik Pesona adalah proyek kolaboratif yang melibatkan para sineas muda dari berbagai kota di Indonesia. 10 film pendek memotret beragam hasrat manusia dengan tantangannya,&quot;.

BACA JUGA:Tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Piknik Pesona Sajikan Antologi 10 Film dari 10 Sutradara Daerah
BACA JUGA:Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Vision+ Originals Piknik Pesona Tampil Perdana



Lewat Piknik Pesona, Reno berharap agar masyarakat bisa menikmati tayangan tersebut. Ia pun berharap agar masyarakat Indonesia bisa semakin mengetahui ragam budaya lokal.

&quot;Semoga Piknik Pesona dapat dinikmati oleh seluruh penonton film Indonesia. Mari bersama merayakan keragaman film Indonesia,&quot; sambungnya.

Sama halnya dengan Reno, COO Vision+ Roy Debashis juga menyebut bahwa Vision+ memang memiliki komitmen untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat Indonesia. Termasuk melalui karya seni.



&quot;Kami ingin mengenalkan budaya lokal. Itulah alasan kami menghadirkan Piknik Pesona untuk rilis ini,&amp;rdquo; jelasnya.

Roy&amp;nbsp; juga berharap agar kedepannya Vision+ sebagai salah satu layangan media streaming bisa selalu menjadi wadah bagi para sineas untuk menayangkan konten film Indonesia berkualitas.&quot;Kami sedang memulai, kami akan melanjutkan untuk terus membuat konten Indonesia yang lebih banyak,&amp;rdquo; tandasnya.

Adapun beberapa film pendek yang tersaji dalam original series Piknik  Pesona sudah bisa dinikmati penonton di aplikasi Vision+ diantaranya  s(Aya) karya Aditya Ahmad, Bakmi Bangka Heri karya Winnie Benjamin,  Evakuasi Mama Emola karya Anggun Priambodo, Gedang Renteng karya Gianni  Fajri, Golden Age karya M. Reza Fahriyansyah.

Selain itu, ada pula Jus Nanas Kue Lapis karya Ariani Darmawan,  Marsiti dan Sapi-sapi karya Wisnu Surya Pratama, Pecel Kronikel karya  Gugun Arief, Percakapan Kecil karya Tumpal Tampubolon hingga Umma de  Raffa karya Abe. Evakuasi Mama Emola karya sutradara Anggun Priambodo,  film s(Aya) karya Aditya Ahmad, Film Golden Age karya Reza Fahriyansyah  dan beberapa film lainnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bekerja sama dengan Palari Films, original series Piknik Pesona sudah bisa disaksikan mulai Minggu, 27 November 2022 di Vision+. Serial tersebut berisi 10 buah film karya 10 sutradara yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Reno F. Junirman, Produser Piknik Pesona menyebutkan, &quot;Piknik Pesona adalah proyek kolaboratif yang melibatkan para sineas muda dari berbagai kota di Indonesia. 10 film pendek memotret beragam hasrat manusia dengan tantangannya,&quot;.

BACA JUGA:Tayang di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Piknik Pesona Sajikan Antologi 10 Film dari 10 Sutradara Daerah
BACA JUGA:Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Vision+ Originals Piknik Pesona Tampil Perdana



Lewat Piknik Pesona, Reno berharap agar masyarakat bisa menikmati tayangan tersebut. Ia pun berharap agar masyarakat Indonesia bisa semakin mengetahui ragam budaya lokal.

&quot;Semoga Piknik Pesona dapat dinikmati oleh seluruh penonton film Indonesia. Mari bersama merayakan keragaman film Indonesia,&quot; sambungnya.

Sama halnya dengan Reno, COO Vision+ Roy Debashis juga menyebut bahwa Vision+ memang memiliki komitmen untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat Indonesia. Termasuk melalui karya seni.



&quot;Kami ingin mengenalkan budaya lokal. Itulah alasan kami menghadirkan Piknik Pesona untuk rilis ini,&amp;rdquo; jelasnya.

Roy&amp;nbsp; juga berharap agar kedepannya Vision+ sebagai salah satu layangan media streaming bisa selalu menjadi wadah bagi para sineas untuk menayangkan konten film Indonesia berkualitas.&quot;Kami sedang memulai, kami akan melanjutkan untuk terus membuat konten Indonesia yang lebih banyak,&amp;rdquo; tandasnya.

Adapun beberapa film pendek yang tersaji dalam original series Piknik  Pesona sudah bisa dinikmati penonton di aplikasi Vision+ diantaranya  s(Aya) karya Aditya Ahmad, Bakmi Bangka Heri karya Winnie Benjamin,  Evakuasi Mama Emola karya Anggun Priambodo, Gedang Renteng karya Gianni  Fajri, Golden Age karya M. Reza Fahriyansyah.

Selain itu, ada pula Jus Nanas Kue Lapis karya Ariani Darmawan,  Marsiti dan Sapi-sapi karya Wisnu Surya Pratama, Pecel Kronikel karya  Gugun Arief, Percakapan Kecil karya Tumpal Tampubolon hingga Umma de  Raffa karya Abe. Evakuasi Mama Emola karya sutradara Anggun Priambodo,  film s(Aya) karya Aditya Ahmad, Film Golden Age karya Reza Fahriyansyah  dan beberapa film lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
