<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CEO Konser K-Pop 'We All Are One' Dituding Lakukan Penipuan, Sejumlah Kejanggalan Terkuak!</title><description>Jai Hyun Park selaku CEO PT Coution Live Park yang juga bertindak sebagai promotor konser We All Are One dilaporkan ke pihak kepolisian</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/19/33/2710799/ceo-konser-k-pop-we-all-are-one-dituding-lakukan-penipuan-sejumlah-kejanggalan-terkuak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/19/33/2710799/ceo-konser-k-pop-we-all-are-one-dituding-lakukan-penipuan-sejumlah-kejanggalan-terkuak"/><item><title>CEO Konser K-Pop 'We All Are One' Dituding Lakukan Penipuan, Sejumlah Kejanggalan Terkuak!</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/19/33/2710799/ceo-konser-k-pop-we-all-are-one-dituding-lakukan-penipuan-sejumlah-kejanggalan-terkuak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/19/33/2710799/ceo-konser-k-pop-we-all-are-one-dituding-lakukan-penipuan-sejumlah-kejanggalan-terkuak</guid><pubDate>Sabtu 19 November 2022 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Melati Septyana Pratiwi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/19/33/2710799/ceo-konser-k-pop-we-all-are-one-dituding-lakukan-penipuan-sejumlah-kejanggalan-terkuak-PflnIkSQD8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dugaan penipuan konser We Are All One (Foto: Kolase Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/19/33/2710799/ceo-konser-k-pop-we-all-are-one-dituding-lakukan-penipuan-sejumlah-kejanggalan-terkuak-PflnIkSQD8.jpg</image><title>Dugaan penipuan konser We Are All One (Foto: Kolase Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Akun Instagram @weallareone_official baru-baru ini mengumumkan bahwa konser K-Pop We All Are One terpaksa diundur hingga 2023 mendatang. Padahal konser tersebut semestinya digelar pada 10-12 November 2022 kemarin, namun terpaksa ditunda dengan alasan mempertimbangkan insiden terkait kerumunan yang terjadi di Kanjuruhan dan Itaewon.
Kesal lantaran penundaan konser, para pembeli tiket sontak menuntut adanya pengembalian dana. Namun salah satu ketua fanbase K-Pop bernama Derpita Gultom justru mendapatkan jawaban kurang menyenangkan dari pihak promotor konser.
BACA JUGA:Panggung Musik Fenomenal, GTV Love Bandung Hadirkan Konser Iwan Fals &amp;amp; Band, Iis Dahlia, Rafi Galsa, hingga Melly Mono
BACA JUGA:Tegang Banget, Begini Cerita Donna Agnesia Temani Anak War Tiket Konser BLACKPINK

Pada 10 November 2022 kemarin, Derpita akhirnya melaporkan&amp;nbsp;Jai Hyun Park, selaku CEO PT Coution Live Park sebagai promotor konser itu ke pihak kepolisian. Laporan tersebut berisi tudingan adanya tindak pidana penipuan terkait uang tiket senilai lebih dari 300 juta untuk konser K-Pop We All Are One.
&quot;Saat pelapor bertemu dengan terlapor dan menanyakan masalah acara konsernya, namun terlapor selalu menunda, kerugian Rp 340.748.00 atas kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Metro Tamansari Jakarta Barat,&quot; bunyi keterangan dalam tanda bukti lapor LP/B/552/XI/2022/SPKT. UNIT RESKRIM/Polsek Metro Tamansari.
Masalah terkait kejanggalan konser We All Are One rupanya tak berhenti sampai disitu saja. Pihak vendor yaitu PT Visi Musik Asia pun mengalami kerugian.
Mereka mengaku jika hingga kini mereka belum menerima bayaran kerjasama dari Park Jai Hyun. Padahal di awal perjanjian, PT Visi Musik Asia menjanjikan akan menerima bayaran dalam bentuk komisi persentase dari total nilai produksi.

&quot;Dengan berjalannya waktu ketika persiapan konser masih dalam proses, Direktur Park memberikan perintah untuk menarik sebagian hasil penjualan konser tersebut dari Tiketdotcom dan uangnya dipergunakan untuk melakukan pembayaran kebutuhan pelaksanaan event yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 11-12 November 2022 sesuai arahan Direktur Park. Ketika terjadi, dalam waktu yang sama PT. Visi Musik Asia juga menagih pembayaran untuk jasa kerja lapangannya akan tetapi tidak ditanggapi dengan baik oleh Direktur Park dan tidak dibayarkan&quot; beber pihak PT Visi Musik Asia dalam keterangan pers, dikutip pada Sabtu (19/11/2022).
Lebih lanjut, PT Visi Asia Musik sendiri mengaku menerima informasi dari PT Coution Live Indonesia mengenai pengunduran waktu konser hingga 2023 lantaran ada artis yang belum bisa hadir pada 12 November. Namun, saat pihak vendor mulai memproses kebutuhan konser untuk Januari 2023, mereka tak kunjung mendapat kejelasan.Dugaan kejanggalan semakin diperkuat saat PT Visi Musik Asia menerima  kabar tentang Dirjen Imigrasi yang memanggil Park Jai Hyun untuk  menghadap ke Penyidik Pengawasan Keimigrasian. Diketahui, paspor sang  CEO Promotor Konser We All Are One telah ditahan.
Merasa ada 'permainan' yang tidak beres, PT Visi Musik  Asia lantas menggandeng Konsultan Hukum Fritz Paris Hutapea demi  menindaklanjuti masalah ini. Mereka siap mengambil tindakan tegas untuk  melaporkan Park Jai Hyun, Direktur PT Coution Live.
&quot;Ada kekhawatiran Park (Jai Hyun) kabur dan tidak  menyelesaikan tanggung jawab nya,&quot; kata Rizky Triadi dari PT Visi Musik  Indonesia.
Menurut Rizky, pihak sudah melakukan upaya mediasi namun  tak kunjung mendapat kepastian maupun jawaban. Uang bayaran kerjasama  yang seharusnya diterima pun belum juga dilunasi.
&quot;Hasil penjualan tiket kurang lebih sudah mencapai 7  Miliar, dan dana itu sudah hampir setengahnya sudah ditarik Direktur  Park&quot; lanjut Rizky.
Adapun Fritz Paris Hutapea sekali konsultan hukum dari  pihak Visi Musik Asia mengatakan, sampai saat ini informasi terakhir  yang didapat adalah mengenai beberapa perwakilan PT Coution telah  ditangkap oleh Imigrasi. Hanya saja, Direktur Park masih dalam proses  pencarian.
&quot;Paspornya (Park Jai Hyun) saat ini sudah ditahan pihak  imigrasi. PT Visi Musik Asia akan terus melakukan upaya apapun untuk  menegakkan keadilan untuk semua,&quot; jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan akun  @weallareone_official, promotor menyatakan bakal bertanggung jawab penuh  atas pengembalian dana tiket acara tersebut. Mekanisme pengembalian  uang tiket pun sudah diunggah lewat postingan terbaru mereka di  Instagram.</description><content:encoded>JAKARTA - Akun Instagram @weallareone_official baru-baru ini mengumumkan bahwa konser K-Pop We All Are One terpaksa diundur hingga 2023 mendatang. Padahal konser tersebut semestinya digelar pada 10-12 November 2022 kemarin, namun terpaksa ditunda dengan alasan mempertimbangkan insiden terkait kerumunan yang terjadi di Kanjuruhan dan Itaewon.
Kesal lantaran penundaan konser, para pembeli tiket sontak menuntut adanya pengembalian dana. Namun salah satu ketua fanbase K-Pop bernama Derpita Gultom justru mendapatkan jawaban kurang menyenangkan dari pihak promotor konser.
BACA JUGA:Panggung Musik Fenomenal, GTV Love Bandung Hadirkan Konser Iwan Fals &amp;amp; Band, Iis Dahlia, Rafi Galsa, hingga Melly Mono
BACA JUGA:Tegang Banget, Begini Cerita Donna Agnesia Temani Anak War Tiket Konser BLACKPINK

Pada 10 November 2022 kemarin, Derpita akhirnya melaporkan&amp;nbsp;Jai Hyun Park, selaku CEO PT Coution Live Park sebagai promotor konser itu ke pihak kepolisian. Laporan tersebut berisi tudingan adanya tindak pidana penipuan terkait uang tiket senilai lebih dari 300 juta untuk konser K-Pop We All Are One.
&quot;Saat pelapor bertemu dengan terlapor dan menanyakan masalah acara konsernya, namun terlapor selalu menunda, kerugian Rp 340.748.00 atas kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Metro Tamansari Jakarta Barat,&quot; bunyi keterangan dalam tanda bukti lapor LP/B/552/XI/2022/SPKT. UNIT RESKRIM/Polsek Metro Tamansari.
Masalah terkait kejanggalan konser We All Are One rupanya tak berhenti sampai disitu saja. Pihak vendor yaitu PT Visi Musik Asia pun mengalami kerugian.
Mereka mengaku jika hingga kini mereka belum menerima bayaran kerjasama dari Park Jai Hyun. Padahal di awal perjanjian, PT Visi Musik Asia menjanjikan akan menerima bayaran dalam bentuk komisi persentase dari total nilai produksi.

&quot;Dengan berjalannya waktu ketika persiapan konser masih dalam proses, Direktur Park memberikan perintah untuk menarik sebagian hasil penjualan konser tersebut dari Tiketdotcom dan uangnya dipergunakan untuk melakukan pembayaran kebutuhan pelaksanaan event yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 11-12 November 2022 sesuai arahan Direktur Park. Ketika terjadi, dalam waktu yang sama PT. Visi Musik Asia juga menagih pembayaran untuk jasa kerja lapangannya akan tetapi tidak ditanggapi dengan baik oleh Direktur Park dan tidak dibayarkan&quot; beber pihak PT Visi Musik Asia dalam keterangan pers, dikutip pada Sabtu (19/11/2022).
Lebih lanjut, PT Visi Asia Musik sendiri mengaku menerima informasi dari PT Coution Live Indonesia mengenai pengunduran waktu konser hingga 2023 lantaran ada artis yang belum bisa hadir pada 12 November. Namun, saat pihak vendor mulai memproses kebutuhan konser untuk Januari 2023, mereka tak kunjung mendapat kejelasan.Dugaan kejanggalan semakin diperkuat saat PT Visi Musik Asia menerima  kabar tentang Dirjen Imigrasi yang memanggil Park Jai Hyun untuk  menghadap ke Penyidik Pengawasan Keimigrasian. Diketahui, paspor sang  CEO Promotor Konser We All Are One telah ditahan.
Merasa ada 'permainan' yang tidak beres, PT Visi Musik  Asia lantas menggandeng Konsultan Hukum Fritz Paris Hutapea demi  menindaklanjuti masalah ini. Mereka siap mengambil tindakan tegas untuk  melaporkan Park Jai Hyun, Direktur PT Coution Live.
&quot;Ada kekhawatiran Park (Jai Hyun) kabur dan tidak  menyelesaikan tanggung jawab nya,&quot; kata Rizky Triadi dari PT Visi Musik  Indonesia.
Menurut Rizky, pihak sudah melakukan upaya mediasi namun  tak kunjung mendapat kepastian maupun jawaban. Uang bayaran kerjasama  yang seharusnya diterima pun belum juga dilunasi.
&quot;Hasil penjualan tiket kurang lebih sudah mencapai 7  Miliar, dan dana itu sudah hampir setengahnya sudah ditarik Direktur  Park&quot; lanjut Rizky.
Adapun Fritz Paris Hutapea sekali konsultan hukum dari  pihak Visi Musik Asia mengatakan, sampai saat ini informasi terakhir  yang didapat adalah mengenai beberapa perwakilan PT Coution telah  ditangkap oleh Imigrasi. Hanya saja, Direktur Park masih dalam proses  pencarian.
&quot;Paspornya (Park Jai Hyun) saat ini sudah ditahan pihak  imigrasi. PT Visi Musik Asia akan terus melakukan upaya apapun untuk  menegakkan keadilan untuk semua,&quot; jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan pantauan akun  @weallareone_official, promotor menyatakan bakal bertanggung jawab penuh  atas pengembalian dana tiket acara tersebut. Mekanisme pengembalian  uang tiket pun sudah diunggah lewat postingan terbaru mereka di  Instagram.</content:encoded></item></channel></rss>
