<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prihatin Soal Royalti, Ifan Seventeen Luncurkan Platform Digital untuk Sejahterakan Musisi Indonesia</title><description>Ifan seventeen bersama beberapa seniman lain memilih untuk membentuk platform digital sendiri demi kesejahteraan musisi</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/14/205/2707179/prihatin-soal-royalti-ifan-seventeen-luncurkan-platform-digital-untuk-sejahterakan-musisi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/14/205/2707179/prihatin-soal-royalti-ifan-seventeen-luncurkan-platform-digital-untuk-sejahterakan-musisi-indonesia"/><item><title>Prihatin Soal Royalti, Ifan Seventeen Luncurkan Platform Digital untuk Sejahterakan Musisi Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/14/205/2707179/prihatin-soal-royalti-ifan-seventeen-luncurkan-platform-digital-untuk-sejahterakan-musisi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/14/205/2707179/prihatin-soal-royalti-ifan-seventeen-luncurkan-platform-digital-untuk-sejahterakan-musisi-indonesia</guid><pubDate>Senin 14 November 2022 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/14/205/2707179/prihatin-soal-royalti-ifan-seventeen-luncurkan-platform-digital-untuk-sejahterakan-musisi-indonesia-nsejpB8LKY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ifan Seventeen (Foto: Ravie)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/14/205/2707179/prihatin-soal-royalti-ifan-seventeen-luncurkan-platform-digital-untuk-sejahterakan-musisi-indonesia-nsejpB8LKY.jpg</image><title>Ifan Seventeen (Foto: Ravie)</title></images><description>JAKARTA - Ifan Seventeen ikut menyorot polemik terkait pembagian royalti di kalangan musisi. Apalagi masalah royalti hingga kini dianggap kurang mensejahterakan lantaran hak intelektual serta transparansi terkait hal itu masih menjadi pekerjaan rumah yang hingga saat ini belum tuntas.

Keresahan terkait pembagian royalti rupanya juga dirasakan oleh musisi sekelas Ifan Seventeen. Bahkan, pemilik nama lengkap Riefian Fajarsyah ini merasa bahwa royalti yang pernah diterima Seventeen tidak sesuai dengan prestasi mereka.

BACA JUGA:Cara Ifan Seventeen dan Satria Alexa Sejahterakan Musisi
BACA JUGA:Jaga Eksistensi Band, Ifan Seventeen Rilis 3 Single Baru Lewat NFT



&quot;Seventeen dulu sempat menjadi 5 deretan grup musik di Indonesia yang mendapatkan royalti terlaris. Tetapi, dapatnya cuma Rp30 juta dan itu dibagi 5, sangat miris sekali,&quot; ujar Ifan dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Ifan menyadari bahwa saat ini ada cukup banyak digital platform di Indonesia yang mewadahi sebuah karya dari musisi Tanah Air. Sayangnya, royalti yang diterima oleh para musisi ketika karyanya masuk dalam digital platform juga dianggap tak sesuai.

&quot;Cuma, di Indonesia diberikan CPM (biaya per 1.000 tayangan) paling terkecil. 1.000 kali diputar itu cuma Rp 3.000. Kalau 1 juta kali diputar, itu Rp 3 juta. Makanya di luar sana banyak musisi yang teriak soal royalti,&quot; paparnya.



Berangkat dari hal itu, Ifan bersama beberapa seniman lain memilih untuk membentuk platform digital sendiri. Ia membentuk sebuah platform musik bernama KunciPlay dan bertindak sebagai Direktur Utama Kunci Rumah Entertainment.

&quot;Ini tuh digital platform musik yang khusus untuk para musisi yang merilis NFT musiknya di Kunci Rumah Entertainment. Nantinya, akan bersifat eksklusif karena tidak bisa didengarkan pada platform jenis lain,&quot; tuturnya.Pelantun Kemarin ini mengatakan bahwa dirinya mencoba untuk  memberikan fasilitas kepada musisi Indonesia untuk dapat berbisnis  secara normal, adil, dan transparan. Bahkan masyarakat Indonesia juga  bisa melihat secara langsung berada royalti yang didapatkan oleh artis  idolanya yang bergabung dengan KunciPlay.

&quot;Bukan hanya musisi saja yang nanti bisa lihat royaltinya senilai  berapa, tapi masyarakat Indonesia juga bisa melihat royalti musisinya.  Musisi dengan karya yang bagus itu harusnya sejahtera,&quot; tutur Ifan.

Selain itu, platform tersebut juga memberikan kesempatan bagi para  musisi dimanapun untuk bergabung dengan pihaknya secara gratis.  Nantinya, musisi yang tergabung di KunciPlay akan dibantu dalam produksi  karya seperti single, album, hingga video klip bersama tim yang sudah  berpengalaman dalam bidangnya.

&quot;Walaupun kita gratiskan, tapi kepemilikan master license 100 persen punya musisi, itu tidak akan pernah berubah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ifan Seventeen ikut menyorot polemik terkait pembagian royalti di kalangan musisi. Apalagi masalah royalti hingga kini dianggap kurang mensejahterakan lantaran hak intelektual serta transparansi terkait hal itu masih menjadi pekerjaan rumah yang hingga saat ini belum tuntas.

Keresahan terkait pembagian royalti rupanya juga dirasakan oleh musisi sekelas Ifan Seventeen. Bahkan, pemilik nama lengkap Riefian Fajarsyah ini merasa bahwa royalti yang pernah diterima Seventeen tidak sesuai dengan prestasi mereka.

BACA JUGA:Cara Ifan Seventeen dan Satria Alexa Sejahterakan Musisi
BACA JUGA:Jaga Eksistensi Band, Ifan Seventeen Rilis 3 Single Baru Lewat NFT



&quot;Seventeen dulu sempat menjadi 5 deretan grup musik di Indonesia yang mendapatkan royalti terlaris. Tetapi, dapatnya cuma Rp30 juta dan itu dibagi 5, sangat miris sekali,&quot; ujar Ifan dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Ifan menyadari bahwa saat ini ada cukup banyak digital platform di Indonesia yang mewadahi sebuah karya dari musisi Tanah Air. Sayangnya, royalti yang diterima oleh para musisi ketika karyanya masuk dalam digital platform juga dianggap tak sesuai.

&quot;Cuma, di Indonesia diberikan CPM (biaya per 1.000 tayangan) paling terkecil. 1.000 kali diputar itu cuma Rp 3.000. Kalau 1 juta kali diputar, itu Rp 3 juta. Makanya di luar sana banyak musisi yang teriak soal royalti,&quot; paparnya.



Berangkat dari hal itu, Ifan bersama beberapa seniman lain memilih untuk membentuk platform digital sendiri. Ia membentuk sebuah platform musik bernama KunciPlay dan bertindak sebagai Direktur Utama Kunci Rumah Entertainment.

&quot;Ini tuh digital platform musik yang khusus untuk para musisi yang merilis NFT musiknya di Kunci Rumah Entertainment. Nantinya, akan bersifat eksklusif karena tidak bisa didengarkan pada platform jenis lain,&quot; tuturnya.Pelantun Kemarin ini mengatakan bahwa dirinya mencoba untuk  memberikan fasilitas kepada musisi Indonesia untuk dapat berbisnis  secara normal, adil, dan transparan. Bahkan masyarakat Indonesia juga  bisa melihat secara langsung berada royalti yang didapatkan oleh artis  idolanya yang bergabung dengan KunciPlay.

&quot;Bukan hanya musisi saja yang nanti bisa lihat royaltinya senilai  berapa, tapi masyarakat Indonesia juga bisa melihat royalti musisinya.  Musisi dengan karya yang bagus itu harusnya sejahtera,&quot; tutur Ifan.

Selain itu, platform tersebut juga memberikan kesempatan bagi para  musisi dimanapun untuk bergabung dengan pihaknya secara gratis.  Nantinya, musisi yang tergabung di KunciPlay akan dibantu dalam produksi  karya seperti single, album, hingga video klip bersama tim yang sudah  berpengalaman dalam bidangnya.

&quot;Walaupun kita gratiskan, tapi kepemilikan master license 100 persen punya musisi, itu tidak akan pernah berubah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
