<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejutan Kikan Namara di Pagelaran Sabang Merauke</title><description>Pagelaran Sabang Merauke kembali memulai sebuah rangkaian pementasan spektakuler dari ratusan seniman dan musisi</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/12/205/2706306/kejutan-kikan-namara-di-pagelaran-sabang-merauke</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/12/205/2706306/kejutan-kikan-namara-di-pagelaran-sabang-merauke"/><item><title>Kejutan Kikan Namara di Pagelaran Sabang Merauke</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/12/205/2706306/kejutan-kikan-namara-di-pagelaran-sabang-merauke</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/11/12/205/2706306/kejutan-kikan-namara-di-pagelaran-sabang-merauke</guid><pubDate>Minggu 13 November 2022 01:01 WIB</pubDate><dc:creator>Sukainah Hijarani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/11/12/205/2706306/kejutan-kikan-namara-di-pagelaran-sabang-merauke-VIx4Yzw4Cs.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pagelaran Sabang Merauke (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/11/12/205/2706306/kejutan-kikan-namara-di-pagelaran-sabang-merauke-VIx4Yzw4Cs.jpeg</image><title>Pagelaran Sabang Merauke (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Pagelaran Sabang Merauke kembali memulai sebuah rangkaian pementasan spektakuler dari ratusan seniman dan musisi Tanah Air yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Sabtu - Minggu, 12-13 November 2022.

Para seniman lintas generasi dari berbagai daerah di Indonesia bersatu padu memamerkan khazanah budaya Indonesia mulai dari musik daerah, busana, hingga tari-tarian yang tak ternilai harganya. Diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan. Kikan Namara selaku produser musik, menghadirkan kejutan di pagelaran yang digagas oleh iForte bersama BCA tersebut.

&quot;Ini kali ketiga. Apakah tantangannya? Ya bisa dilihat hari ini. Kami enggak mau memberi yang gitu-gitu aja. Kami memasukkan beberapa elemen baru,&quot; kata Kikan Namara di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:Kikan Namara hingga Mirabeth Idol Nikmati Suasana Latihan Pagelaran Sabang Merauke
BACA JUGA:Kembali Dihelat, Pagelaran Sabang Merauke Hadirkan Banyak Musisi




&amp;ldquo;Kami kehadiran Batavia Madrigal Singer, terus ada Swain Mahisa dan beberapa penyanyi baru juga,&quot; lanjut Kikan.

Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedi Agus, menuturkan Pagelaran Sabang Merauke merupakan wahana yang tepat bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung seberapa besar kekayaan warisan budaya leluhur bangsa. Diharapkan, para pengunjung dapat pulang dengan membawa rasa bangga terhadap budaya bangsa usai satu jam menonton pagelaran ini.

&amp;ldquo;Pagelaran Sabang Merauke merupakan paduan apik antara musikalitas dan aksi koreografi yang akan mengaduk-aduk emosi penonton baik senang, sedih, tertawa dan bangga telah menjadi bagian dari besar dan sebegitu megahnya kekayaan Ibu Pertiwi. Kami berharap, semua yang menonton pementasan ini bisa pulang dengan rasa bangga telah terlahir di Indonesia,&amp;rdquo; urai Rusmedi.

Kemegahan Pagelaran Sabang Merauke tidak hanya terjadi di dalam arena pementasan. Di luar ruang pertunjukan juga turut diselenggarakan berbagai parade budaya seperti prosesi Palang Pintu khas budaya Betawi yang merupakan simbolisasi Jakarta sebagai tuan rumah. Lalu ada pula cultural fair, pameran lukisan hingga live painting dari seniman-seniman Indonesia.


CEO dan Direktur Utama iForte dan Protelindo Group Aming Santoso mengatakan, Indonesia sebagai negara besar memiliki banyak warisan budaya peninggalan leluhur bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tak hanya harus dicintai, karya adiluhung tersebut juga perlu dilestarikan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

&amp;ldquo;Di masa-masa terdahulu, para pemuda dan pahlawan bangsa berjuang demi mempertahankan Indonesia. Sekarang, adalah tugas kita untuk merawat kemerdekaan dan juga warisan adiluhung para leluhur bangsa. Penyelenggaraan Pagelaran Sabang Merauke merupakan ajakan nyata bagi masyarakat khususnya anak-anak muda untuk kembali mencintai kemegahan karya-karya leluhur bangsa,&amp;rdquo; tutur Aming.

Senada dengan hal tersebut, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono  mengatakan bahwa Pagelaran Sabang Merauke diharapkan dapat menjadi  social movement yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk  lebih mencintai warisan budaya bangsa. Sehingga, kelak di masa  mendatang generasi muda semakin bangga dengan kearifan lokal dan budaya  bangsa Indonesia.

&amp;ldquo;Tak hanya menjadi sarana agar masyarakat semakin mencintai warisan  budaya bangsa, pementasan ini diharapkan bisa menjadi penggerak agar  masyarakat semakin menyelami kekayaan bangsa ini. Sehingga kami berharap  budaya yang merupakan salah satu jati diri bangsa ini bisa selalu  berkilau dan tak lekang oleh kemajuan zaman,&amp;rdquo;  ia menjelaskan.

Kentalnya nilai-nilai kebangsaan dapat terlihat jelas dari aksi para  performer selama satu jam pertunjukan. Didukung oleh tata cahaya dan  desain panggung yang megah, Pagelaran Sabang Merauke mengusung konsep  live performance yang menyajikan 22 lagu yang berisikan 21 lagu daerah  dan satu lagu nasional dan dirangkai secara harmonis. Pementasan  melibatkan enam penyanyi nasional yakni Kikan Namara sebagai music  director sekaligus lead vocal, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan,  Taufan Purbo, Alsant Nababan dan musisi generasi muda Swain Mahisa.  Sektor musikalitas juga semakin menawan dengan kehadiran Batavia  Madrigal Singers, dan 46 musisi tradisional dan modern. Sementara itu,  nuansa etnik kedaerahan akan semakin terasa berkat Kidung &amp;amp; team di  bagian penata musik tradisional serta dukungan dari Ava Victoria &amp;amp;  Team Orchestra.

Beralih dari sektor musikalitas, Pagelaran Sabang Merauke juga penuh  dengan tari-tarian yang merupakan ciri khas masing-masing daerah di  Tanah Air. Empat penata tari tradisional dan modern kenamaan yakni  Sandhidea Cahyo Narpati, Pulung Jati, Dian Bokir, dan Rizky Dafin akan  memandu langsung aksi koreografi dari 144 penari profesional yang  berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Bali hingga Papua.

Tak berhenti di sana, mata para penonton akan semakin dimanjakan  dengan kehadiran adi busana karya desainer dan rumah mode ternama  Indonesia yaitu Era Sukamto, Ivan Gunawan, Iwan Tirta Private  Collection, Ghea Panggabean, Denny Wirawan, Danny Satriadi, Priyo  Oktaviano, Griya Ageman, Sanggar Kancil Art, Opi Bachtiar, Levico Butik,  Laxmi Tailor, Rinaldi A. Yunardi, dan Bagas Nitorang.

</description><content:encoded>JAKARTA - Pagelaran Sabang Merauke kembali memulai sebuah rangkaian pementasan spektakuler dari ratusan seniman dan musisi Tanah Air yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Sabtu - Minggu, 12-13 November 2022.

Para seniman lintas generasi dari berbagai daerah di Indonesia bersatu padu memamerkan khazanah budaya Indonesia mulai dari musik daerah, busana, hingga tari-tarian yang tak ternilai harganya. Diselenggarakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan. Kikan Namara selaku produser musik, menghadirkan kejutan di pagelaran yang digagas oleh iForte bersama BCA tersebut.

&quot;Ini kali ketiga. Apakah tantangannya? Ya bisa dilihat hari ini. Kami enggak mau memberi yang gitu-gitu aja. Kami memasukkan beberapa elemen baru,&quot; kata Kikan Namara di Ciputra Artpreneur, Kuningan, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:Kikan Namara hingga Mirabeth Idol Nikmati Suasana Latihan Pagelaran Sabang Merauke
BACA JUGA:Kembali Dihelat, Pagelaran Sabang Merauke Hadirkan Banyak Musisi




&amp;ldquo;Kami kehadiran Batavia Madrigal Singer, terus ada Swain Mahisa dan beberapa penyanyi baru juga,&quot; lanjut Kikan.

Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedi Agus, menuturkan Pagelaran Sabang Merauke merupakan wahana yang tepat bagi masyarakat untuk menyaksikan secara langsung seberapa besar kekayaan warisan budaya leluhur bangsa. Diharapkan, para pengunjung dapat pulang dengan membawa rasa bangga terhadap budaya bangsa usai satu jam menonton pagelaran ini.

&amp;ldquo;Pagelaran Sabang Merauke merupakan paduan apik antara musikalitas dan aksi koreografi yang akan mengaduk-aduk emosi penonton baik senang, sedih, tertawa dan bangga telah menjadi bagian dari besar dan sebegitu megahnya kekayaan Ibu Pertiwi. Kami berharap, semua yang menonton pementasan ini bisa pulang dengan rasa bangga telah terlahir di Indonesia,&amp;rdquo; urai Rusmedi.

Kemegahan Pagelaran Sabang Merauke tidak hanya terjadi di dalam arena pementasan. Di luar ruang pertunjukan juga turut diselenggarakan berbagai parade budaya seperti prosesi Palang Pintu khas budaya Betawi yang merupakan simbolisasi Jakarta sebagai tuan rumah. Lalu ada pula cultural fair, pameran lukisan hingga live painting dari seniman-seniman Indonesia.


CEO dan Direktur Utama iForte dan Protelindo Group Aming Santoso mengatakan, Indonesia sebagai negara besar memiliki banyak warisan budaya peninggalan leluhur bangsa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Tak hanya harus dicintai, karya adiluhung tersebut juga perlu dilestarikan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

&amp;ldquo;Di masa-masa terdahulu, para pemuda dan pahlawan bangsa berjuang demi mempertahankan Indonesia. Sekarang, adalah tugas kita untuk merawat kemerdekaan dan juga warisan adiluhung para leluhur bangsa. Penyelenggaraan Pagelaran Sabang Merauke merupakan ajakan nyata bagi masyarakat khususnya anak-anak muda untuk kembali mencintai kemegahan karya-karya leluhur bangsa,&amp;rdquo; tutur Aming.

Senada dengan hal tersebut, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono  mengatakan bahwa Pagelaran Sabang Merauke diharapkan dapat menjadi  social movement yang mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk  lebih mencintai warisan budaya bangsa. Sehingga, kelak di masa  mendatang generasi muda semakin bangga dengan kearifan lokal dan budaya  bangsa Indonesia.

&amp;ldquo;Tak hanya menjadi sarana agar masyarakat semakin mencintai warisan  budaya bangsa, pementasan ini diharapkan bisa menjadi penggerak agar  masyarakat semakin menyelami kekayaan bangsa ini. Sehingga kami berharap  budaya yang merupakan salah satu jati diri bangsa ini bisa selalu  berkilau dan tak lekang oleh kemajuan zaman,&amp;rdquo;  ia menjelaskan.

Kentalnya nilai-nilai kebangsaan dapat terlihat jelas dari aksi para  performer selama satu jam pertunjukan. Didukung oleh tata cahaya dan  desain panggung yang megah, Pagelaran Sabang Merauke mengusung konsep  live performance yang menyajikan 22 lagu yang berisikan 21 lagu daerah  dan satu lagu nasional dan dirangkai secara harmonis. Pementasan  melibatkan enam penyanyi nasional yakni Kikan Namara sebagai music  director sekaligus lead vocal, Mirabeth Sonia, Christine Tambunan,  Taufan Purbo, Alsant Nababan dan musisi generasi muda Swain Mahisa.  Sektor musikalitas juga semakin menawan dengan kehadiran Batavia  Madrigal Singers, dan 46 musisi tradisional dan modern. Sementara itu,  nuansa etnik kedaerahan akan semakin terasa berkat Kidung &amp;amp; team di  bagian penata musik tradisional serta dukungan dari Ava Victoria &amp;amp;  Team Orchestra.

Beralih dari sektor musikalitas, Pagelaran Sabang Merauke juga penuh  dengan tari-tarian yang merupakan ciri khas masing-masing daerah di  Tanah Air. Empat penata tari tradisional dan modern kenamaan yakni  Sandhidea Cahyo Narpati, Pulung Jati, Dian Bokir, dan Rizky Dafin akan  memandu langsung aksi koreografi dari 144 penari profesional yang  berasal dari Yogyakarta, Surabaya, Bali hingga Papua.

Tak berhenti di sana, mata para penonton akan semakin dimanjakan  dengan kehadiran adi busana karya desainer dan rumah mode ternama  Indonesia yaitu Era Sukamto, Ivan Gunawan, Iwan Tirta Private  Collection, Ghea Panggabean, Denny Wirawan, Danny Satriadi, Priyo  Oktaviano, Griya Ageman, Sanggar Kancil Art, Opi Bachtiar, Levico Butik,  Laxmi Tailor, Rinaldi A. Yunardi, dan Bagas Nitorang.

</content:encoded></item></channel></rss>
