<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rilis Single Dulu, Danar Widianto Cerita Pernah Dibully sampai Dimasukkan Tong Sampah</title><description>Danar Widianto bertutur pengalaman pahitnya di masa sekolah</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/20/205/2691460/rilis-single-dulu-danar-widianto-cerita-pernah-dibully-sampai-dimasukkan-tong-sampah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/20/205/2691460/rilis-single-dulu-danar-widianto-cerita-pernah-dibully-sampai-dimasukkan-tong-sampah"/><item><title>Rilis Single Dulu, Danar Widianto Cerita Pernah Dibully sampai Dimasukkan Tong Sampah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/20/205/2691460/rilis-single-dulu-danar-widianto-cerita-pernah-dibully-sampai-dimasukkan-tong-sampah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/20/205/2691460/rilis-single-dulu-danar-widianto-cerita-pernah-dibully-sampai-dimasukkan-tong-sampah</guid><pubDate>Jum'at 21 Oktober 2022 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Lintang Tribuana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/20/205/2691460/rilis-single-dulu-danar-widianto-cerita-pernah-di-bully-sampai-dimasukkan-tong-sampah-A6Lsqjrkbb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Danar Widianto. (Foto: Aldhi/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/20/205/2691460/rilis-single-dulu-danar-widianto-cerita-pernah-di-bully-sampai-dimasukkan-tong-sampah-A6Lsqjrkbb.jpg</image><title>Danar Widianto. (Foto: Aldhi/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Danar Widianto merilis single bertajuk Dulu yang diciptakannya sendiri. Lagu ini dibuat pada tahun 2019, berdasarkan pengalaman masa lalunya sebagai korban bullying di masa sekolah.
&quot;Judulnya Dulu, kisah nyata aku dibully&amp;nbsp;zaman SMP. sebenarnya dari SD, cuma emang paling parah SMP,&quot; ungkap Danar kepada Okezone.
&quot;Mungkin dianggap enggak pantas bergaul sama teman-teman di sekolah. Mungkin emang beda pergaulan ya, karena aku anak desa yang main layangan, mereka main gadget,&quot; sambungnya.

Jebolan X Factor Indonesia ini menuturkan hal terparah yang pernah dialaminya ketika bersekolah di salah satu SMP favorit Purwokerto, Jawa Tengah. Ia pernah sampai dimasukkan ke tong sampah.
&quot;Sebenarnya banyak sih, verbal dan fisik juga. Aku pernah paling parah dimasukkin tong sampah,&quot; katanya.
Bahkan Danar juga kesulitan ketika mencari teman sekelompok untuk tugas sekolah, karena tak ada yang mau bergabung dengannya. Pada akhirnya, dia berusaha bangkit dari posisi itu, memulai lembaran baru setelah lulus SMP.
BACA JUGA:Bongkar Biaya Hidup Celine Evangelista, Marshel Widianto: Rp5 Juta Seminggu untuk Beli Buah
BACA JUGA:Kakak Rizky Billar Sebut TV Rugi Boikot Adiknya dan Lesti: Cuan Paling Banyak
&quot;Aku pengin buktiin dari semenjak SMK aku ikut organisasi, dan lulus  SMK, ikut ajang X Factor dan mungkin pembuktianku mulai di situ,&quot; kata  penggemar Jason Ranti ini.
Melalui lagu ini, Danar menyampaikan pesan kepada para pelaku bullying untuk bercanda sewajarnya kepada sesama manusia. Ia mengingatkan agar  tidak memandang rendah orang lain dan merasa diri sendiri paling hebat.
&quot;Kamu enggak tahu yang kamu bully akan seperti apa nantinya, bisa aja mereka di atas kamu. Kita enggak ada yang tahu masa depan seseorang,&quot; tuturnya.
Danar merilis lagu Dulu di bawah naungan label Hits Records. Ia  dibantu oleh Pay Burman selaku produser untuk membuat aransemen ulang  dan beberapa penggubahan dari instrumen.
BACA JUGA:Viral Lagi Pernyataan Lesti Kejora soal Pria Idaman: Gak Kasar
BACA JUGA:Gara-Gara Ini, Sule dan Mantan Billy Syahputra Dikabarkan Menikah
</description><content:encoded>JAKARTA - Danar Widianto merilis single bertajuk Dulu yang diciptakannya sendiri. Lagu ini dibuat pada tahun 2019, berdasarkan pengalaman masa lalunya sebagai korban bullying di masa sekolah.
&quot;Judulnya Dulu, kisah nyata aku dibully&amp;nbsp;zaman SMP. sebenarnya dari SD, cuma emang paling parah SMP,&quot; ungkap Danar kepada Okezone.
&quot;Mungkin dianggap enggak pantas bergaul sama teman-teman di sekolah. Mungkin emang beda pergaulan ya, karena aku anak desa yang main layangan, mereka main gadget,&quot; sambungnya.

Jebolan X Factor Indonesia ini menuturkan hal terparah yang pernah dialaminya ketika bersekolah di salah satu SMP favorit Purwokerto, Jawa Tengah. Ia pernah sampai dimasukkan ke tong sampah.
&quot;Sebenarnya banyak sih, verbal dan fisik juga. Aku pernah paling parah dimasukkin tong sampah,&quot; katanya.
Bahkan Danar juga kesulitan ketika mencari teman sekelompok untuk tugas sekolah, karena tak ada yang mau bergabung dengannya. Pada akhirnya, dia berusaha bangkit dari posisi itu, memulai lembaran baru setelah lulus SMP.
BACA JUGA:Bongkar Biaya Hidup Celine Evangelista, Marshel Widianto: Rp5 Juta Seminggu untuk Beli Buah
BACA JUGA:Kakak Rizky Billar Sebut TV Rugi Boikot Adiknya dan Lesti: Cuan Paling Banyak
&quot;Aku pengin buktiin dari semenjak SMK aku ikut organisasi, dan lulus  SMK, ikut ajang X Factor dan mungkin pembuktianku mulai di situ,&quot; kata  penggemar Jason Ranti ini.
Melalui lagu ini, Danar menyampaikan pesan kepada para pelaku bullying untuk bercanda sewajarnya kepada sesama manusia. Ia mengingatkan agar  tidak memandang rendah orang lain dan merasa diri sendiri paling hebat.
&quot;Kamu enggak tahu yang kamu bully akan seperti apa nantinya, bisa aja mereka di atas kamu. Kita enggak ada yang tahu masa depan seseorang,&quot; tuturnya.
Danar merilis lagu Dulu di bawah naungan label Hits Records. Ia  dibantu oleh Pay Burman selaku produser untuk membuat aransemen ulang  dan beberapa penggubahan dari instrumen.
BACA JUGA:Viral Lagi Pernyataan Lesti Kejora soal Pria Idaman: Gak Kasar
BACA JUGA:Gara-Gara Ini, Sule dan Mantan Billy Syahputra Dikabarkan Menikah
</content:encoded></item></channel></rss>
