<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Konten Prank, Penyidik Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Dugaan Laporan Palsu Baim Wong</title><description>Dua kameramen dan satu supir menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan laporan palsu Baim Wong</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/11/33/2684947/imbas-konten-prank-penyidik-periksa-3-saksi-terkait-kasus-dugaan-laporan-palsu-baim-wong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/11/33/2684947/imbas-konten-prank-penyidik-periksa-3-saksi-terkait-kasus-dugaan-laporan-palsu-baim-wong"/><item><title>Imbas Konten Prank, Penyidik Periksa 3 Saksi Terkait Kasus Dugaan Laporan Palsu Baim Wong</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/11/33/2684947/imbas-konten-prank-penyidik-periksa-3-saksi-terkait-kasus-dugaan-laporan-palsu-baim-wong</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/11/33/2684947/imbas-konten-prank-penyidik-periksa-3-saksi-terkait-kasus-dugaan-laporan-palsu-baim-wong</guid><pubDate>Selasa 11 Oktober 2022 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ayu Utami Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/11/33/2684947/imbas-konten-prank-penyidik-periksa-3-saksi-terkait-kasus-dugaan-laporan-palsu-baim-wong-cFTvZnCXbV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Baim Wong dan Paula Verhoeven (Foto: Vania/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/11/33/2684947/imbas-konten-prank-penyidik-periksa-3-saksi-terkait-kasus-dugaan-laporan-palsu-baim-wong-cFTvZnCXbV.jpg</image><title>Baim Wong dan Paula Verhoeven (Foto: Vania/Okezone)</title></images><description>PENYIDIK Polres Metro Jakarta Selatan menjadwalkan dua orang kameramen dari Baim Wong dan Paula Verhoeven untuk diperiksa pada hari ini, Selasa (11/10/2022). Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, penyidik justru menghadirkan satu orang saksi baru atas kasus dugaan laporan palsu terkait konten prank yang dibuat oleh Baim Wong.

Supir Baim Wong diketahui merupakan saksi ketiga yang akan diperiksa oleh penyidik terkait laporan yang dibuat oleh Sahabat Polisi Indonesia. Bahkan para saksi disebut sudah tiba di Polres Jaksel sejak 13.30 WIB tadi.

BACA JUGA:Bukan Prank, Baim Wong Ngakunya Bikin Konten Edukasi soal KDRT
BACA JUGA:Selesai Diperiksa, Baim Wong Minta Maaf kepada Institusi Kepolisian



&quot;Sudah datang saksinya kameramen,&quot; ujar AKP Nurma Dewi Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, saat ditemui di kantornya, Selasa.

&quot;Sudah dijadwalkan tiga ya, kemarin dua. Kemarin, sudah saya cek kembali ke penyidik ada tiga orang, jadi satu driver dan dua cameraman,&quot; lanjutnya.



Pihak kepolisian mengatakan bahwa penambahan saksi terkait kasus tersebut dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan. Ia pun berharap agar para saksi bisa memberikan keterangan yang jelas guna me.. kasus tersebut.

&quot;Jadi kemarin untuk mempercepat kita memeriksa tiga orang untuk hari ini dijadwalkan, mudah-mudahan yang sudah dipanggil saudara kita bisa hadir dan memberi keterangan yang jelas,&quot; paparnya.Sebagaimana diketahui, Baim Wong dan Paula Verhoeven dilaporkan  dengan Pasal 220 KUHP dengan ancaman satu tahun empat bulan. Laporan  yang dilayangkan Sahabat Polisi Indonesia pada 3 Oktober 2022 terhadap  pasangan suami istri itu bahkan telah teregistrasi dengan nomor  LP/2386/X/2022/RJS.

Kasus tersebut berawal dari video di akun YouTube Baim Wong yang  memperlihatkan kehadiran Paula di Polsek Kebayoran Lama dan melaporkan  suaminya atas tindak KDRT. Dalam kesempatan itu, ibu dua anak tersebut  tampak membuat polisi percaya bahwa dirinya mengalami KDRT.

Tindakan pasangan inilah yang akhirnya memicu kontroversi di kalangan  masyarakat. Termasuk dicap tak memiliki empati serta etika lantaran  melakukan prank pada sebuah institusi.</description><content:encoded>PENYIDIK Polres Metro Jakarta Selatan menjadwalkan dua orang kameramen dari Baim Wong dan Paula Verhoeven untuk diperiksa pada hari ini, Selasa (11/10/2022). Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, penyidik justru menghadirkan satu orang saksi baru atas kasus dugaan laporan palsu terkait konten prank yang dibuat oleh Baim Wong.

Supir Baim Wong diketahui merupakan saksi ketiga yang akan diperiksa oleh penyidik terkait laporan yang dibuat oleh Sahabat Polisi Indonesia. Bahkan para saksi disebut sudah tiba di Polres Jaksel sejak 13.30 WIB tadi.

BACA JUGA:Bukan Prank, Baim Wong Ngakunya Bikin Konten Edukasi soal KDRT
BACA JUGA:Selesai Diperiksa, Baim Wong Minta Maaf kepada Institusi Kepolisian



&quot;Sudah datang saksinya kameramen,&quot; ujar AKP Nurma Dewi Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, saat ditemui di kantornya, Selasa.

&quot;Sudah dijadwalkan tiga ya, kemarin dua. Kemarin, sudah saya cek kembali ke penyidik ada tiga orang, jadi satu driver dan dua cameraman,&quot; lanjutnya.



Pihak kepolisian mengatakan bahwa penambahan saksi terkait kasus tersebut dilakukan untuk mempercepat pemeriksaan. Ia pun berharap agar para saksi bisa memberikan keterangan yang jelas guna me.. kasus tersebut.

&quot;Jadi kemarin untuk mempercepat kita memeriksa tiga orang untuk hari ini dijadwalkan, mudah-mudahan yang sudah dipanggil saudara kita bisa hadir dan memberi keterangan yang jelas,&quot; paparnya.Sebagaimana diketahui, Baim Wong dan Paula Verhoeven dilaporkan  dengan Pasal 220 KUHP dengan ancaman satu tahun empat bulan. Laporan  yang dilayangkan Sahabat Polisi Indonesia pada 3 Oktober 2022 terhadap  pasangan suami istri itu bahkan telah teregistrasi dengan nomor  LP/2386/X/2022/RJS.

Kasus tersebut berawal dari video di akun YouTube Baim Wong yang  memperlihatkan kehadiran Paula di Polsek Kebayoran Lama dan melaporkan  suaminya atas tindak KDRT. Dalam kesempatan itu, ibu dua anak tersebut  tampak membuat polisi percaya bahwa dirinya mengalami KDRT.

Tindakan pasangan inilah yang akhirnya memicu kontroversi di kalangan  masyarakat. Termasuk dicap tak memiliki empati serta etika lantaran  melakukan prank pada sebuah institusi.</content:encoded></item></channel></rss>
