<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaset Efek Rumah Kaca Paling Diburu di Synchronize Fest 2022</title><description>Menelisik Pasar Musik di Synchronize Fest 2022</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/08/205/2683036/kaset-efek-rumah-kaca-paling-diburu-di-synchronize-fest-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/08/205/2683036/kaset-efek-rumah-kaca-paling-diburu-di-synchronize-fest-2022"/><item><title>Kaset Efek Rumah Kaca Paling Diburu di Synchronize Fest 2022</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/08/205/2683036/kaset-efek-rumah-kaca-paling-diburu-di-synchronize-fest-2022</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/10/08/205/2683036/kaset-efek-rumah-kaca-paling-diburu-di-synchronize-fest-2022</guid><pubDate>Sabtu 08 Oktober 2022 08:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ravie Wardani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/10/08/205/2683036/harga-mahal-kaset-pita-efek-rumah-kaca-tetap-paling-diburu-di-synchronize-fest-2022-SEEBgehopk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Synchronize Festival 2022. (Foto: Synchronize Fest)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/10/08/205/2683036/harga-mahal-kaset-pita-efek-rumah-kaca-tetap-paling-diburu-di-synchronize-fest-2022-SEEBgehopk.jpg</image><title>Synchronize Festival 2022. (Foto: Synchronize Fest)</title></images><description>JAKARTA, MPI - Selain pertunjukan musik secara langsung, festival musik Synchronize Fest 2022 juga menyediakan lapak untuk pedagang kaset pita yang menjual karya band-band kenamaan.
Synchronize resmi dibuka pada 7-9 Oktober 2022 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Utara. Bukan hanya menampilakan aksi panggung yang ciamik dari berbagai musisi, Synchronize Fest 2022 juga menyediakan lapak untuk wiraswasta berjualan di sana.
Pasar Musik yang diisi beberapa pedagang kaset dan vinyl dari musisi-musisi lawas dan masa kini. Pengunjung konser pun antusias dan terlihat memadati area itu.

Penjual kaset pita, Nuhu, menjelaskan bahwa album Efek Rumah Kaca yang bertajuk Purwaswara merupakan dagangannya yang termahal dari koleksi lainnya. Pasalnya, harga album Efek Rumah Kaca tersebut mencapai Rp450 ribu.
&quot;Paling murah itu 15 ribu, paling mahal sampai Rp450 ribu kalau buat kaset. Kalau CD ada yang lebih mahal biasanya boxset,&quot; ujar Nuhu kepada awak media, di Synchronize Fest, Jumat (7/10/2022).
&quot;Buat sekarang sih (yang mahal) ada Homicide, ada dari Efek Rumah Kaca yang album Purwaswara,&quot; sambungnya.
Meski dijual mahal, album Purwaswara milik Efek Rumah Kaca laris di pasaran. Sebab, kaset ini dinilai memiliki ketertarikan tersendiri bagi penikmat musik indie di Indonesia.
Selain itu, ada juga kaset yang dijual dengan harga mahal karena memiliki cerita yang menarik.
BACA JUGA:Jason Ranti Ajak Penonton Synchronize Fest 2022 Berdoa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
BACA JUGA:David Bayu Siap Bawakan Album Solo di Synchronize Fest 2022
&quot;Karena mungkin historinya bisa menambah nilai kaset tersebut gitu.  Atau di-copy nya terbatas, atau pas peluncuran mereka emang tidak sengaja  gitu, jadi album-album yang nggak pernah dibawain, dibikin kaset secara  dadakan ya kayak gitu,&quot; jelas Nuhu.
Nuhu sendiri menceritakan perjuangannya mengoleksi kaset grup band  indie kenamaan di Indonesia. Ia mendapati banyak kaset tersebut karena  sering mengumpulkan sejak kecil. Ayahnya juga gemar mengkoleksi kaset  sejak dulu.
Pasalnya, kaset pita dan vinyl menjadi barang langka dan banyak dicari orang, Nuhu pun akhirnya menjual koleksi-koleksinya itu.
&quot;Kita juga belajar lagi, ternyata gairah anak-anak zaman sekarang itu  masih ada yang pengen tahu kaset gitu. Saya banyak belajar juga,&quot; tutur  Nuhu.
&quot;Kalau kaset itu ya lagi ikonik, kayak Danilla kemarin bikin kaset ya kan biasanya digital ya,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:Gus Miftah Bahas soal Ngaji, Farel Prayoga Ungkap Agama yang Dianutnya
BACA JUGA:Sempat Terpuruk, Ashilla Zee Eks Blink Curhat Perjuangan Lawan Jerawat
</description><content:encoded>JAKARTA, MPI - Selain pertunjukan musik secara langsung, festival musik Synchronize Fest 2022 juga menyediakan lapak untuk pedagang kaset pita yang menjual karya band-band kenamaan.
Synchronize resmi dibuka pada 7-9 Oktober 2022 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Utara. Bukan hanya menampilakan aksi panggung yang ciamik dari berbagai musisi, Synchronize Fest 2022 juga menyediakan lapak untuk wiraswasta berjualan di sana.
Pasar Musik yang diisi beberapa pedagang kaset dan vinyl dari musisi-musisi lawas dan masa kini. Pengunjung konser pun antusias dan terlihat memadati area itu.

Penjual kaset pita, Nuhu, menjelaskan bahwa album Efek Rumah Kaca yang bertajuk Purwaswara merupakan dagangannya yang termahal dari koleksi lainnya. Pasalnya, harga album Efek Rumah Kaca tersebut mencapai Rp450 ribu.
&quot;Paling murah itu 15 ribu, paling mahal sampai Rp450 ribu kalau buat kaset. Kalau CD ada yang lebih mahal biasanya boxset,&quot; ujar Nuhu kepada awak media, di Synchronize Fest, Jumat (7/10/2022).
&quot;Buat sekarang sih (yang mahal) ada Homicide, ada dari Efek Rumah Kaca yang album Purwaswara,&quot; sambungnya.
Meski dijual mahal, album Purwaswara milik Efek Rumah Kaca laris di pasaran. Sebab, kaset ini dinilai memiliki ketertarikan tersendiri bagi penikmat musik indie di Indonesia.
Selain itu, ada juga kaset yang dijual dengan harga mahal karena memiliki cerita yang menarik.
BACA JUGA:Jason Ranti Ajak Penonton Synchronize Fest 2022 Berdoa untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
BACA JUGA:David Bayu Siap Bawakan Album Solo di Synchronize Fest 2022
&quot;Karena mungkin historinya bisa menambah nilai kaset tersebut gitu.  Atau di-copy nya terbatas, atau pas peluncuran mereka emang tidak sengaja  gitu, jadi album-album yang nggak pernah dibawain, dibikin kaset secara  dadakan ya kayak gitu,&quot; jelas Nuhu.
Nuhu sendiri menceritakan perjuangannya mengoleksi kaset grup band  indie kenamaan di Indonesia. Ia mendapati banyak kaset tersebut karena  sering mengumpulkan sejak kecil. Ayahnya juga gemar mengkoleksi kaset  sejak dulu.
Pasalnya, kaset pita dan vinyl menjadi barang langka dan banyak dicari orang, Nuhu pun akhirnya menjual koleksi-koleksinya itu.
&quot;Kita juga belajar lagi, ternyata gairah anak-anak zaman sekarang itu  masih ada yang pengen tahu kaset gitu. Saya banyak belajar juga,&quot; tutur  Nuhu.
&quot;Kalau kaset itu ya lagi ikonik, kayak Danilla kemarin bikin kaset ya kan biasanya digital ya,&quot; sambungnya.
BACA JUGA:Gus Miftah Bahas soal Ngaji, Farel Prayoga Ungkap Agama yang Dianutnya
BACA JUGA:Sempat Terpuruk, Ashilla Zee Eks Blink Curhat Perjuangan Lawan Jerawat
</content:encoded></item></channel></rss>
