<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lukman Sardi Angkat Isu Perjodohan dalam Original Series Royal Blood</title><description>Lukman Sardi mengangkat isu tentang perjodohan dalam original series Vision+ Royal Blood</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/10/598/2645631/lukman-sardi-angkat-isu-perjodohan-dalam-original-series-royal-blood</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/10/598/2645631/lukman-sardi-angkat-isu-perjodohan-dalam-original-series-royal-blood"/><item><title>Lukman Sardi Angkat Isu Perjodohan dalam Original Series Royal Blood</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/10/598/2645631/lukman-sardi-angkat-isu-perjodohan-dalam-original-series-royal-blood</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/08/10/598/2645631/lukman-sardi-angkat-isu-perjodohan-dalam-original-series-royal-blood</guid><pubDate>Rabu 10 Agustus 2022 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Novie Fauziah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/10/598/2645631/lukman-sardi-angkat-isu-perjodohan-dalam-original-series-royal-blood-eh1moTIgDe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lukman Sardi (Foto: Novie/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/10/598/2645631/lukman-sardi-angkat-isu-perjodohan-dalam-original-series-royal-blood-eh1moTIgDe.jpg</image><title>Lukman Sardi (Foto: Novie/MPI)</title></images><description>AKTOR sekaligus Head of Creative Original Production Vision Pictures, Lukman Sardi mengangkat isu tentang perjodohan dalam original series Vision+ yang akan tayang 17 Agustus 2022 mendatang. Berjudul Royal Blood, series tersebut akan menceritakan tentang keluarga bangsawan yang ingin mempertahankan tradisinya, yakni mengedepankan bibit, bebet, bobot dalam urusan jodoh.

Lukman mengatakan, isu perjodohan ini memang akan selalu ada di manapun dan kapanpun. Terutama di daerah-daerah yang masih kental mempertahankan tradisi budaya dalam menentukan jodoh anak-anaknya.

BACA JUGA:Lukman Sardi Sebut Serial Bad Parenting di Vision+ Bisa Menjadi Refleksi
BACA JUGA:Once Upon a Time in Chinatown Tayang di Ubud Food Festival 2022, Lukman Sardi: Pas Banget!



&quot;Tapi kan jodoh itu memang ada yang sewajarnya jodoh, tapi ada juga culture yang biasa menjodohkan anak-anaknya,&quot; katanya di sela-sela konferensi pers Royal Blood di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (08/09/2022).

Lebih lanjut, kata Lukman, dalam Royal Blood ini menceritakan tentang kehidupan bangsawan yang masih mempertahankan gelar keluarganya dalam menentukan garis keturunan, yakni dengan siapa anak-anaknya akan menikah.

Akan tetapi di zaman modern ini, kata Lukman, sebagian anak ada yang menentang tentang adanya perjodohan. Apalagi jika hal itu terjadi karena dalih terkait dengan kehormatan suatu keluarga kebangsawanan.



&quot;Tapi apakah ini masih bisa diterima di zaman sekarang? ini yang kita benturkan dalam serial ini. Karena bagaimanapun juga anak-anak mereka hidup di zaman sekarang, modern. apakah mereka bisa menerimanya sebagai sebuah kebaikan atau malah sebagai sebuah kehancuran,&quot; tuturnya.

&quot;Jika melihat latar belakang perjodohan kan mengedepankan bibit, bebet, bobot. secara pondasinya mungkin benar, secara caranya mungkin gak benar. dan jodoh gak bisa dipaksain,&quot; tambahnya.Royal Blood diperankan oleh Shakira Jasmine sebagai Anggi, Tania  Qumsoani sebagai Saras, Andri Mashadi sebagai Bisma, Tubagus Ali sebagai  Riza, Wani Dharmawan sebagai Bambang, Maudy Koesnaedi sebagai Gayatri,  Virrisya Debora sebagai Nawang, dan Tanta Ginting sebagai Indra.

Royal Blood menceritakan seorang gadis ningrat, Anggi, yang memiliki  sifat yang bertolak belakang dengan sang adik, Saras. Berbeda dengan  Saras yang penurut, Anggi lebih menyukai kebebasan dan senang bernyanyi  dalam band.

Anggi kemudian jatuh cinta dengan seorang laki-laki dengan latar  belakang yang jauh berbeda dengan dirinya. Keluarganya pun tak  menyetujui, karena mereka sudah menjodohkan Anggi dengan lelaki lain  yang juga merupakan keturunan bangsawan.

Serial Royal Blood mengangkat kisah yang memadukan antara budaya Jawa  dan modernitas yang menarik untuk dieksplorasi. Jalan ceritanya  memperlihatkan kisah yang emosional, namun juga sarat akan pesan moral  mengenai perkembangan budaya dan modernitas.</description><content:encoded>AKTOR sekaligus Head of Creative Original Production Vision Pictures, Lukman Sardi mengangkat isu tentang perjodohan dalam original series Vision+ yang akan tayang 17 Agustus 2022 mendatang. Berjudul Royal Blood, series tersebut akan menceritakan tentang keluarga bangsawan yang ingin mempertahankan tradisinya, yakni mengedepankan bibit, bebet, bobot dalam urusan jodoh.

Lukman mengatakan, isu perjodohan ini memang akan selalu ada di manapun dan kapanpun. Terutama di daerah-daerah yang masih kental mempertahankan tradisi budaya dalam menentukan jodoh anak-anaknya.

BACA JUGA:Lukman Sardi Sebut Serial Bad Parenting di Vision+ Bisa Menjadi Refleksi
BACA JUGA:Once Upon a Time in Chinatown Tayang di Ubud Food Festival 2022, Lukman Sardi: Pas Banget!



&quot;Tapi kan jodoh itu memang ada yang sewajarnya jodoh, tapi ada juga culture yang biasa menjodohkan anak-anaknya,&quot; katanya di sela-sela konferensi pers Royal Blood di MNC Conference Hall, iNews Tower, Jakarta Pusat, Rabu (08/09/2022).

Lebih lanjut, kata Lukman, dalam Royal Blood ini menceritakan tentang kehidupan bangsawan yang masih mempertahankan gelar keluarganya dalam menentukan garis keturunan, yakni dengan siapa anak-anaknya akan menikah.

Akan tetapi di zaman modern ini, kata Lukman, sebagian anak ada yang menentang tentang adanya perjodohan. Apalagi jika hal itu terjadi karena dalih terkait dengan kehormatan suatu keluarga kebangsawanan.



&quot;Tapi apakah ini masih bisa diterima di zaman sekarang? ini yang kita benturkan dalam serial ini. Karena bagaimanapun juga anak-anak mereka hidup di zaman sekarang, modern. apakah mereka bisa menerimanya sebagai sebuah kebaikan atau malah sebagai sebuah kehancuran,&quot; tuturnya.

&quot;Jika melihat latar belakang perjodohan kan mengedepankan bibit, bebet, bobot. secara pondasinya mungkin benar, secara caranya mungkin gak benar. dan jodoh gak bisa dipaksain,&quot; tambahnya.Royal Blood diperankan oleh Shakira Jasmine sebagai Anggi, Tania  Qumsoani sebagai Saras, Andri Mashadi sebagai Bisma, Tubagus Ali sebagai  Riza, Wani Dharmawan sebagai Bambang, Maudy Koesnaedi sebagai Gayatri,  Virrisya Debora sebagai Nawang, dan Tanta Ginting sebagai Indra.

Royal Blood menceritakan seorang gadis ningrat, Anggi, yang memiliki  sifat yang bertolak belakang dengan sang adik, Saras. Berbeda dengan  Saras yang penurut, Anggi lebih menyukai kebebasan dan senang bernyanyi  dalam band.

Anggi kemudian jatuh cinta dengan seorang laki-laki dengan latar  belakang yang jauh berbeda dengan dirinya. Keluarganya pun tak  menyetujui, karena mereka sudah menjodohkan Anggi dengan lelaki lain  yang juga merupakan keturunan bangsawan.

Serial Royal Blood mengangkat kisah yang memadukan antara budaya Jawa  dan modernitas yang menarik untuk dieksplorasi. Jalan ceritanya  memperlihatkan kisah yang emosional, namun juga sarat akan pesan moral  mengenai perkembangan budaya dan modernitas.</content:encoded></item></channel></rss>
