<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vision+ dan Dolby Butuh Waktu 8 Bulan untuk Garap Series Orkes</title><description>Dolby memerlukan waktu 8 bulan untuk menggarap series Orkes milik Vision+.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/04/14/598/2579347/vision-dan-dolby-butuh-waktu-8-bulan-untuk-garap-series-orkes</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/04/14/598/2579347/vision-dan-dolby-butuh-waktu-8-bulan-untuk-garap-series-orkes"/><item><title>Vision+ dan Dolby Butuh Waktu 8 Bulan untuk Garap Series Orkes</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/04/14/598/2579347/vision-dan-dolby-butuh-waktu-8-bulan-untuk-garap-series-orkes</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/04/14/598/2579347/vision-dan-dolby-butuh-waktu-8-bulan-untuk-garap-series-orkes</guid><pubDate>Kamis 14 April 2022 21:30 WIB</pubDate><dc:creator>Pradita Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/04/14/598/2579347/vision-dan-dolby-butuh-waktu-8-bulan-untuk-garap-series-orkes-wjZiI2MIYb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pankaj Kedia, Managing Director Emerging Markets Dolby. (Foto: MNC Portal Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/04/14/598/2579347/vision-dan-dolby-butuh-waktu-8-bulan-untuk-garap-series-orkes-wjZiI2MIYb.jpg</image><title>Pankaj Kedia, Managing Director Emerging Markets Dolby. (Foto: MNC Portal Indonesia)</title></images><description>JAKARTA - Vision+ menjadi platform OTT pertama di  Indonesia yang mengadopsi teknologi Dolby dalam series bergenre musik pertama, Orkes. Pihak Dolby mengaku, sangat antusias dengan proyek tersebut.&amp;nbsp;
Pankaj Kedia, Managing Director, Emerging Markets Dolby Laboratories menyampaikan, pihaknya antusias bisa berkolaborasi dengan Vision+ untuk memberikan pengalaman audio visual terbaik kepada pengguna Vision+.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menggunakan teknologi Dolby Atmos (module) dan Dolby Vision HDR dalam memproduksi Orkes,&amp;rdquo; kata Pankaj, saat dijumpai MNC Portal Indonesia, dalam gelaran Signing Ceremony Vision+ X Dolby (Singapura) di MNC Conference Hall, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2022).&amp;nbsp;

Pankaj menegaskan, pentingnya kualitas audio dan visual dalam suatu produksi konten video. Jika kualitasnya semakin tinggi, pesan dari cerita yang ditampilkan bisa lebih tersampaikan dan menjamah penonton lebih luas lagi.&amp;nbsp;
Sebagai proyek debut, Vision+ dan Dolby butuh waktu 8 bulan untuk menggarap series Orkes. &amp;ldquo;Kami mencari tahu infrastruktur dan alat apa yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa show ini bisa  berjalan,&quot; katanya.&amp;nbsp;
Pankaj Laboratories mengaku, beberapa infrastruktur yang tidak tersedia di Indonesia menjadi kendala dalam menggarap Orkes. &quot; Jadi, kami bekerjasama dengan mitra lain untuk memastikan semuanya siap.&quot;*
BACA JUGA:
Vision+ Benamkan Teknologi Dolby dalam Series Orkes
Reza Arap Putuskan Vakum dari Media Sosial: I am Not Okay
</description><content:encoded>JAKARTA - Vision+ menjadi platform OTT pertama di  Indonesia yang mengadopsi teknologi Dolby dalam series bergenre musik pertama, Orkes. Pihak Dolby mengaku, sangat antusias dengan proyek tersebut.&amp;nbsp;
Pankaj Kedia, Managing Director, Emerging Markets Dolby Laboratories menyampaikan, pihaknya antusias bisa berkolaborasi dengan Vision+ untuk memberikan pengalaman audio visual terbaik kepada pengguna Vision+.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menggunakan teknologi Dolby Atmos (module) dan Dolby Vision HDR dalam memproduksi Orkes,&amp;rdquo; kata Pankaj, saat dijumpai MNC Portal Indonesia, dalam gelaran Signing Ceremony Vision+ X Dolby (Singapura) di MNC Conference Hall, Jakarta Pusat, Kamis (14/4/2022).&amp;nbsp;

Pankaj menegaskan, pentingnya kualitas audio dan visual dalam suatu produksi konten video. Jika kualitasnya semakin tinggi, pesan dari cerita yang ditampilkan bisa lebih tersampaikan dan menjamah penonton lebih luas lagi.&amp;nbsp;
Sebagai proyek debut, Vision+ dan Dolby butuh waktu 8 bulan untuk menggarap series Orkes. &amp;ldquo;Kami mencari tahu infrastruktur dan alat apa yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa show ini bisa  berjalan,&quot; katanya.&amp;nbsp;
Pankaj Laboratories mengaku, beberapa infrastruktur yang tidak tersedia di Indonesia menjadi kendala dalam menggarap Orkes. &quot; Jadi, kami bekerjasama dengan mitra lain untuk memastikan semuanya siap.&quot;*
BACA JUGA:
Vision+ Benamkan Teknologi Dolby dalam Series Orkes
Reza Arap Putuskan Vakum dari Media Sosial: I am Not Okay
</content:encoded></item></channel></rss>
