<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kongres BPI 2022: Pandemi Membuat Distribusi Jadi Masalah dalam Industri Perfilman Indonesia</title><description>Kongres Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2022 membahas terkait masalah yang terjadi dalam industri perfilman Indonesia di masa pandemi</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/25/206/2568008/kongres-bpi-2022-pandemi-membuat-distribusi-jadi-masalah-dalam-industri-perfilman-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/25/206/2568008/kongres-bpi-2022-pandemi-membuat-distribusi-jadi-masalah-dalam-industri-perfilman-indonesia"/><item><title>Kongres BPI 2022: Pandemi Membuat Distribusi Jadi Masalah dalam Industri Perfilman Indonesia</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/25/206/2568008/kongres-bpi-2022-pandemi-membuat-distribusi-jadi-masalah-dalam-industri-perfilman-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/25/206/2568008/kongres-bpi-2022-pandemi-membuat-distribusi-jadi-masalah-dalam-industri-perfilman-indonesia</guid><pubDate>Sabtu 26 Maret 2022 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Wilda Fajriah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/25/206/2568008/kongres-bpi-2022-pandemi-membuat-distribusi-jadi-masalah-dalam-industri-perfilman-indonesia-g6zpMgj7os.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kongres BPI 2022 (Foto: Wilda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/25/206/2568008/kongres-bpi-2022-pandemi-membuat-distribusi-jadi-masalah-dalam-industri-perfilman-indonesia-g6zpMgj7os.jpg</image><title>Kongres BPI 2022 (Foto: Wilda)</title></images><description>INDUSTRI perfilman menjadi salah satu sub sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Hal tersebut terjadi lantaran banyaknya mobilitasi yang dibatasi, hingga membuat para sineas kesulitan untuk menggarap sebuah film.

BACA JUGA:Film Religi Jelang Ramadhan 2022
BACA JUGA:Deretan Film Horor Paling Dinanti di Tahun 2022



Meski kini masyarakat perlahan sudah mulai terbiasa dengan pandemi, industri perfilman masih saja memiliki sejumlah masalah. Terlebih, bioskop belum bisa dikatakan pulih 100 persen, hingga membuat distribusi film menjadi terhambat.

&quot;Menurut kami yang jadi permasalahan sekarang adalah distribusinya. Produksi banyak tapi banyak yang menahan film,&quot; kata Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam Kongres Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2022, Jumat, (25/3/2022).



Karenanya, pihaknya akan memanfaatkan sejumlah media baru, seperti layanan Over The Top (OTT). OTT sendiri merupakan fasilitas distribusi bagi para sineas Indonesia untuk memperkenalkan karya-karyanya.

&quot;Karena kondisinya masih banyak orang yang enggan ke bioskop, kita akan mencari alternatif lain seperti OTT, tapi dengan film yang kaya akan budaya nasional,&quot; sambungnya.

Terlebih dengan adanya BPI, lanjut Hanifah, diharapkan dapat menjadi wadah diskusi terkait dengan media baru sebagai bagian dari distribusi dan eksibisi film.</description><content:encoded>INDUSTRI perfilman menjadi salah satu sub sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Hal tersebut terjadi lantaran banyaknya mobilitasi yang dibatasi, hingga membuat para sineas kesulitan untuk menggarap sebuah film.

BACA JUGA:Film Religi Jelang Ramadhan 2022
BACA JUGA:Deretan Film Horor Paling Dinanti di Tahun 2022



Meski kini masyarakat perlahan sudah mulai terbiasa dengan pandemi, industri perfilman masih saja memiliki sejumlah masalah. Terlebih, bioskop belum bisa dikatakan pulih 100 persen, hingga membuat distribusi film menjadi terhambat.

&quot;Menurut kami yang jadi permasalahan sekarang adalah distribusinya. Produksi banyak tapi banyak yang menahan film,&quot; kata Direktur Akses Pembiayaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam Kongres Badan Perfilman Indonesia (BPI) 2022, Jumat, (25/3/2022).



Karenanya, pihaknya akan memanfaatkan sejumlah media baru, seperti layanan Over The Top (OTT). OTT sendiri merupakan fasilitas distribusi bagi para sineas Indonesia untuk memperkenalkan karya-karyanya.

&quot;Karena kondisinya masih banyak orang yang enggan ke bioskop, kita akan mencari alternatif lain seperti OTT, tapi dengan film yang kaya akan budaya nasional,&quot; sambungnya.

Terlebih dengan adanya BPI, lanjut Hanifah, diharapkan dapat menjadi wadah diskusi terkait dengan media baru sebagai bagian dari distribusi dan eksibisi film.</content:encoded></item></channel></rss>
