<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bedanya Series Katanya dengan Series Dokumenter Vision+ Lain</title><description>Clarissa Tanoesoedibjo mengungkapkan Katanya punya daya tarik tersendiri yang membedakan series ini dengan series dokumenter lainnya.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/15/598/2562224/bedanya-series-katanya-dengan-series-dokumenter-vision-lain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/15/598/2562224/bedanya-series-katanya-dengan-series-dokumenter-vision-lain"/><item><title>Bedanya Series Katanya dengan Series Dokumenter Vision+ Lain</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/15/598/2562224/bedanya-series-katanya-dengan-series-dokumenter-vision-lain</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2022/03/15/598/2562224/bedanya-series-katanya-dengan-series-dokumenter-vision-lain</guid><pubDate>Selasa 15 Maret 2022 21:22 WIB</pubDate><dc:creator>Pradita Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/03/15/598/2562224/bedanya-series-katanya-dengan-series-dokumenter-vision-lain-LYxiCPD51N.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Vision+ Original Katanya (Foto: Kiky/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/03/15/598/2562224/bedanya-series-katanya-dengan-series-dokumenter-vision-lain-LYxiCPD51N.JPG</image><title>Vision+ Original Katanya (Foto: Kiky/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Budaya masyarakat Indonesia tak bisa dipungkiri memang kental dengan  adanya mitos, stigma, dan berbagai hal yang dinilai tabu di kehidupan sehari-hari.

Sebagian masyarakat  memang masih ragu dan merasa tabu jika berdiskusi tentang hal-hal seperti ini, karena menganggap hal seperti ini adalah isu yang sensitif.

BACA JUGA:Vision+ Originals Katanya dari Cretivox, Ungkap Cerita di Balik Mitos &amp;amp; Stigma Masyarakat Indonesia




Demi menjawab dan memuaskan rasa penasaran sekaligus memberikan wadah kepada masyarakat dalam mengenal mitos dan stigma tersebut, Vision+ kali ini bekerja sama dengan Cretivox menghadirkan  original series dokumenter terbaru  berjudul &amp;ldquo;Katanya&amp;rdquo;.

Sudah banyak memproduksi serial dokumenter berbagai genre. Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+, mengungkapkan Katanya punya daya tarik tersendiri yang membedakan series ini dengan series dokumenter lainnya.

&amp;ldquo;Yang membedakan &amp;ldquo;Katanya&amp;rdquo; dengan series lainnya mungkin dari segi investigatif ya. Dari beberapa dokumenter yang sudah ada mereka fokus ke industri masing-masing. Nah kalo di sini kita lebih membahas mitos dan fakta-fakta.  Itu sesuatu yang sangat netral, diinterpretasikan dalam percakapan, itu yang bikin series ini berbeda dari yang lain,&amp;rdquo; papar Clarissa, saat ditemui MNC Portal Indonesia, Selasa (15/3/2022) dalam gelaran Konferensi Pers &amp;ldquo;Katanya&amp;rdquo;, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Penggarapan series dokumenter Katanya yang terdiri dari 10 episode tersebut, kali ini Vision+ diketahui menggandeng Cretivox Broadcasting. Lukman Benjamin Mulia, CEO Cretivox Broadcasting Network menyebutkan, ia yakin Katanya bisa jadi series dokumenter yang bukan hanya menghibur, tapi juga mengedukasi penontonnya.

&amp;ldquo;Makin ke sini mitos makin hilang, gue yakin generasi Z sekarang enggak mengalami langsung tapi mereka penasaran. Series Katanya ini bisa gue bilang, kita banget, keseharian yang relate banget dan relatable. Harapannya bisa menghibur sekaligus memberikan edukasi,&amp;rdquo; tutup Ben singkat.

Digarap dengan mendapuk Ainun Najib sebagai produser, Patricia Gio sebagai sutradara dan  Sihombing sebagai host, series dokumenter Katanya siap mengajak pemirsa untuk menyaksikan wawancara serta penjelasan dari tokoh masyarakat, para narasumber dan masyarakat umum terkait mitos atau stigma tertentu yang menarik untuk ditelusuri.

</description><content:encoded>JAKARTA - Budaya masyarakat Indonesia tak bisa dipungkiri memang kental dengan  adanya mitos, stigma, dan berbagai hal yang dinilai tabu di kehidupan sehari-hari.

Sebagian masyarakat  memang masih ragu dan merasa tabu jika berdiskusi tentang hal-hal seperti ini, karena menganggap hal seperti ini adalah isu yang sensitif.

BACA JUGA:Vision+ Originals Katanya dari Cretivox, Ungkap Cerita di Balik Mitos &amp;amp; Stigma Masyarakat Indonesia




Demi menjawab dan memuaskan rasa penasaran sekaligus memberikan wadah kepada masyarakat dalam mengenal mitos dan stigma tersebut, Vision+ kali ini bekerja sama dengan Cretivox menghadirkan  original series dokumenter terbaru  berjudul &amp;ldquo;Katanya&amp;rdquo;.

Sudah banyak memproduksi serial dokumenter berbagai genre. Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+, mengungkapkan Katanya punya daya tarik tersendiri yang membedakan series ini dengan series dokumenter lainnya.

&amp;ldquo;Yang membedakan &amp;ldquo;Katanya&amp;rdquo; dengan series lainnya mungkin dari segi investigatif ya. Dari beberapa dokumenter yang sudah ada mereka fokus ke industri masing-masing. Nah kalo di sini kita lebih membahas mitos dan fakta-fakta.  Itu sesuatu yang sangat netral, diinterpretasikan dalam percakapan, itu yang bikin series ini berbeda dari yang lain,&amp;rdquo; papar Clarissa, saat ditemui MNC Portal Indonesia, Selasa (15/3/2022) dalam gelaran Konferensi Pers &amp;ldquo;Katanya&amp;rdquo;, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Penggarapan series dokumenter Katanya yang terdiri dari 10 episode tersebut, kali ini Vision+ diketahui menggandeng Cretivox Broadcasting. Lukman Benjamin Mulia, CEO Cretivox Broadcasting Network menyebutkan, ia yakin Katanya bisa jadi series dokumenter yang bukan hanya menghibur, tapi juga mengedukasi penontonnya.

&amp;ldquo;Makin ke sini mitos makin hilang, gue yakin generasi Z sekarang enggak mengalami langsung tapi mereka penasaran. Series Katanya ini bisa gue bilang, kita banget, keseharian yang relate banget dan relatable. Harapannya bisa menghibur sekaligus memberikan edukasi,&amp;rdquo; tutup Ben singkat.

Digarap dengan mendapuk Ainun Najib sebagai produser, Patricia Gio sebagai sutradara dan  Sihombing sebagai host, series dokumenter Katanya siap mengajak pemirsa untuk menyaksikan wawancara serta penjelasan dari tokoh masyarakat, para narasumber dan masyarakat umum terkait mitos atau stigma tertentu yang menarik untuk ditelusuri.

</content:encoded></item></channel></rss>
