<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Deddy Corbuzier: Saya Sakit Covid 19 dan Kemungkinan Meninggal</title><description>Deddy Corbuzier buka suara terkait alasan menghilang dari konten podcast di YouTube yang jadi andalannya.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/08/22/33/2459206/deddy-corbuzier-saya-sakit-covid-19-dan-kemungkinan-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2021/08/22/33/2459206/deddy-corbuzier-saya-sakit-covid-19-dan-kemungkinan-meninggal"/><item><title>Deddy Corbuzier: Saya Sakit Covid 19 dan Kemungkinan Meninggal</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/08/22/33/2459206/deddy-corbuzier-saya-sakit-covid-19-dan-kemungkinan-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2021/08/22/33/2459206/deddy-corbuzier-saya-sakit-covid-19-dan-kemungkinan-meninggal</guid><pubDate>Minggu 22 Agustus 2021 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/08/22/33/2459206/deddy-corbuzier-saya-sakit-dan-kemungkinan-meninggal-yjU7fM3EGi.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Deddy Corbuzier (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/08/22/33/2459206/deddy-corbuzier-saya-sakit-dan-kemungkinan-meninggal-yjU7fM3EGi.JPG</image><title>Deddy Corbuzier (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Deddy Corbuzier buka suara terkait alasan menghilang dari konten podcast di YouTube yang jadi andalannya.
&quot;Saya sakit, kritis 3 hari dan ada kemungkinan besar meninggal,&quot; ungkap Deddy di channel YouTube pribadinya, Minggu (22/8/2021).
Deddy Corbuzier lantas menjelaskan bahwa awal mula penyebab dirinya hilang dari podcast adalah paparan Covid-19.
&quot;Saya kena Covid. Berawal dari saya ngurus keluarga yang hampir semua kena. Jadi saya ngurus rumah sakit, cari obat dan segala macam. Kontak saya dengan mereka terus-terusan,&quot; terangnya.

Baca juga:
Menghilang Dua Minggu, Deddy Corbuzier Sempat Alami Badai Sitokin dan Hampir Meninggal
Ustadz Yusuf Mansur Yakin Deddy Corbuzier Bakal Kembali Garap Podcast
Kontak erat berkala dengan pengidap Covid-19 membuat Deddy Corbuzier ikut terpapar. Namun Deddy sempat tak mau memusingkan kondisi tersebut karena merasa sudah menerapkan pola hidup sehat.
&quot;Awalnya saya enggak worry. Saya pikir ya sudah lah ya, paling demam 2 hari,&quot; ujar dia.
Sempat dinyatakan sembuh beberapa hari setelah positif Covid-19, Deddy Corbuzier baru merasakan gejala hebat dua pekan setelahnya.
&quot;Demam saya tiba-tiba naik, hampir sampai 40 waktu itu. Saya juga vertigo,&quot; tutur ayah Azka Corbuzier.Sadar ada yang salah dengan kondisinya, Deddy Corbuzier lantas datang ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan toraks. Hasil pemeriksaan cukup mengejutkan Deddy.
&quot;Ternyata ada kerusakan. Hitungannya kalau enggak salah 30 persen atau gimana itu,&quot; paparnya.
Sempat diperbolehkan rawat jalan karena kondisi saturasi oksigen masih normal, Deddy Corbuzier kembali mengalami gejala serupa dua hari berselang hingga dilarikan ke rumah sakit lagi.
&amp;nbsp;
Ternyata, hasil pemeriksaan toraks Deddy Corbuzier sudah menunjukkan kerusakan di angka 60 persen. Oleh tim dokter, Deddy dinyatakan berada dalam fase badai sitokin.
&quot;Setahu saya, badai sitokin ini yang bikin orang meninggal,&quot; kata dia.
Dari hasil tes medis, Deddy Corbuzier akhirnya diminta menjalani rawat inap dengan intensitas penanganan tinggi.
&quot;Waktu itu kondisinya demam, badan sakit semua. Ternyata badai sitokin ini sudah masuk fase kritis,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Deddy Corbuzier buka suara terkait alasan menghilang dari konten podcast di YouTube yang jadi andalannya.
&quot;Saya sakit, kritis 3 hari dan ada kemungkinan besar meninggal,&quot; ungkap Deddy di channel YouTube pribadinya, Minggu (22/8/2021).
Deddy Corbuzier lantas menjelaskan bahwa awal mula penyebab dirinya hilang dari podcast adalah paparan Covid-19.
&quot;Saya kena Covid. Berawal dari saya ngurus keluarga yang hampir semua kena. Jadi saya ngurus rumah sakit, cari obat dan segala macam. Kontak saya dengan mereka terus-terusan,&quot; terangnya.

Baca juga:
Menghilang Dua Minggu, Deddy Corbuzier Sempat Alami Badai Sitokin dan Hampir Meninggal
Ustadz Yusuf Mansur Yakin Deddy Corbuzier Bakal Kembali Garap Podcast
Kontak erat berkala dengan pengidap Covid-19 membuat Deddy Corbuzier ikut terpapar. Namun Deddy sempat tak mau memusingkan kondisi tersebut karena merasa sudah menerapkan pola hidup sehat.
&quot;Awalnya saya enggak worry. Saya pikir ya sudah lah ya, paling demam 2 hari,&quot; ujar dia.
Sempat dinyatakan sembuh beberapa hari setelah positif Covid-19, Deddy Corbuzier baru merasakan gejala hebat dua pekan setelahnya.
&quot;Demam saya tiba-tiba naik, hampir sampai 40 waktu itu. Saya juga vertigo,&quot; tutur ayah Azka Corbuzier.Sadar ada yang salah dengan kondisinya, Deddy Corbuzier lantas datang ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan toraks. Hasil pemeriksaan cukup mengejutkan Deddy.
&quot;Ternyata ada kerusakan. Hitungannya kalau enggak salah 30 persen atau gimana itu,&quot; paparnya.
Sempat diperbolehkan rawat jalan karena kondisi saturasi oksigen masih normal, Deddy Corbuzier kembali mengalami gejala serupa dua hari berselang hingga dilarikan ke rumah sakit lagi.
&amp;nbsp;
Ternyata, hasil pemeriksaan toraks Deddy Corbuzier sudah menunjukkan kerusakan di angka 60 persen. Oleh tim dokter, Deddy dinyatakan berada dalam fase badai sitokin.
&quot;Setahu saya, badai sitokin ini yang bikin orang meninggal,&quot; kata dia.
Dari hasil tes medis, Deddy Corbuzier akhirnya diminta menjalani rawat inap dengan intensitas penanganan tinggi.
&quot;Waktu itu kondisinya demam, badan sakit semua. Ternyata badai sitokin ini sudah masuk fase kritis,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
