<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sikapi PPKM Darurat, Anisa Bahar Sedih Tapi Pasrah</title><description>Namun di sisi lain, Anisa Bahar juga tidak bisa berbuat banyak dengan pemberlakuan PPKM Darurat saat ini.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/07/07/33/2437089/sikapi-ppkm-darurat-anisa-bahar-sedih-tapi-pasrah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2021/07/07/33/2437089/sikapi-ppkm-darurat-anisa-bahar-sedih-tapi-pasrah"/><item><title>Sikapi PPKM Darurat, Anisa Bahar Sedih Tapi Pasrah</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/07/07/33/2437089/sikapi-ppkm-darurat-anisa-bahar-sedih-tapi-pasrah</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2021/07/07/33/2437089/sikapi-ppkm-darurat-anisa-bahar-sedih-tapi-pasrah</guid><pubDate>Rabu 07 Juli 2021 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/07/07/33/2437089/sikapi-ppkm-darurat-anisa-bahar-sedih-tapi-pasrah-EThtap1JZ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anisa Bahar (Foto: Instagram/@anisa_bahar_new)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/07/07/33/2437089/sikapi-ppkm-darurat-anisa-bahar-sedih-tapi-pasrah-EThtap1JZ0.jpg</image><title>Anisa Bahar (Foto: Instagram/@anisa_bahar_new)</title></images><description>BEKASI - Anisa Bahar menyikapi pemberlakuan PPKM Darurat dengan kesedihan. Anisa Bahar mengaku iba dengan nasib para pekerja yang dipaksa menganggur karena pembatasan kegiatan selama PPKM Darurat.
&quot;Saya merasa sedih dengan adanya PPKM ini,&quot; ujar Anisa di Bekasi, Jawa Barat baru-baru ini.

&quot;Sekarang mall tutup, otomatis banyak pegawainya yang nganggur. Tempat-tempat umum kayak nge-gym segala macam tutup, otomatis mereka pekerjanya pada nganggur juga,&quot; terang sang pedangdut.
Ditambah lagi, besaran dana bansos yang disiapkan pemerintah bagi warga dirasa kurang memadai.
Baca Juga:
-&amp;nbsp;Anisa Bahar Lelang Rumah Rp4 Miliar Buat Donasi Covid-19
-&amp;nbsp;Kasus COVID-19 Meroket, Anisa Bahar Pikirkan Nasib Keluarga
&quot;Terus mereka ngarepin bansos, bansos berapa sih? Maaf bukannya enggak bersyukur, sangat bersykur buat yang membutuhkan, sangat alhamdulillah. Tapi kan tidak cukup hidup dengan bansos saja,&quot; tutur Anisa Bahar.
&quot;Bansos berapa sih? Cuma Rp300 ribu. Itu mesti bayar kontrakan, sekolah anak, bayar listrik, cicilan, itu mesti dipikirin, dari mana sekarang,&quot; lanjutnya.

Namun di sisi lain, Anisa Bahar juga tidak bisa berbuat banyak dengan pemberlakuan PPKM Darurat saat ini, mengingat lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini tergolong sangat tinggi.
&quot;Ya mau enggak mau kan harus dijalanin,&quot; pungkas Anisa Bahar.</description><content:encoded>BEKASI - Anisa Bahar menyikapi pemberlakuan PPKM Darurat dengan kesedihan. Anisa Bahar mengaku iba dengan nasib para pekerja yang dipaksa menganggur karena pembatasan kegiatan selama PPKM Darurat.
&quot;Saya merasa sedih dengan adanya PPKM ini,&quot; ujar Anisa di Bekasi, Jawa Barat baru-baru ini.

&quot;Sekarang mall tutup, otomatis banyak pegawainya yang nganggur. Tempat-tempat umum kayak nge-gym segala macam tutup, otomatis mereka pekerjanya pada nganggur juga,&quot; terang sang pedangdut.
Ditambah lagi, besaran dana bansos yang disiapkan pemerintah bagi warga dirasa kurang memadai.
Baca Juga:
-&amp;nbsp;Anisa Bahar Lelang Rumah Rp4 Miliar Buat Donasi Covid-19
-&amp;nbsp;Kasus COVID-19 Meroket, Anisa Bahar Pikirkan Nasib Keluarga
&quot;Terus mereka ngarepin bansos, bansos berapa sih? Maaf bukannya enggak bersyukur, sangat bersykur buat yang membutuhkan, sangat alhamdulillah. Tapi kan tidak cukup hidup dengan bansos saja,&quot; tutur Anisa Bahar.
&quot;Bansos berapa sih? Cuma Rp300 ribu. Itu mesti bayar kontrakan, sekolah anak, bayar listrik, cicilan, itu mesti dipikirin, dari mana sekarang,&quot; lanjutnya.

Namun di sisi lain, Anisa Bahar juga tidak bisa berbuat banyak dengan pemberlakuan PPKM Darurat saat ini, mengingat lonjakan kasus COVID-19 baru-baru ini tergolong sangat tinggi.
&quot;Ya mau enggak mau kan harus dijalanin,&quot; pungkas Anisa Bahar.</content:encoded></item></channel></rss>
