<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>The Professor Band Comeback, Hadirkan Lagu Bertema Pancasila</title><description>Grup musik The Professor Band kembali hadir di belantika musik Tanah Air.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399886/the-professor-band-comeback-hadirkan-lagu-bertema-pancasila</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399886/the-professor-band-comeback-hadirkan-lagu-bertema-pancasila"/><item><title>The Professor Band Comeback, Hadirkan Lagu Bertema Pancasila</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399886/the-professor-band-comeback-hadirkan-lagu-bertema-pancasila</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399886/the-professor-band-comeback-hadirkan-lagu-bertema-pancasila</guid><pubDate>Sabtu 24 April 2021 03:06 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/23/205/2399886/the-professor-band-comeback-hadirkan-lagu-bertema-pancasila-TKMt2N8e8p.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">The Professor Band (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/23/205/2399886/the-professor-band-comeback-hadirkan-lagu-bertema-pancasila-TKMt2N8e8p.jpeg</image><title>The Professor Band (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Grup musik The Professor Band kembali hadir di belantika musik Tanah Air. Kali ini, The Professor Band mencoba menghadirkan lagu tentang nilai-nilai dasar negara, berjudul Pembumian Pancasila.

The Professor Band digawangi oleh Prof. Paulus Wirutomo &amp;ndash;Guru Besar Sosiologi dan Musisi, Daisy Indira Yasmine &amp;ndash;Sosiolog dan R. Septa Suryoto &amp;ndash;Musisi/Arranger.

Baca Juga:
Pisah dari Sule, Nathalie Holscher Hamil 5 Minggu
Kembali Positif Covid-19, Atta Halilintar Mengaku OTG dengan CT Value Tinggi



Lagu ini dihadirkan The Professor Band, diharapkan bisa menjadi alternatif pemahaman Pancasila dari cara-cara konvensional. Dengan musik dan karya, The Professor Band  bisa melakukan pendekatan nilai-nilai Pancasila dengan efektif.

Lagu ini terjalin berkat kerjasama  Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) dan WeThe Youth. &amp;ldquo;Kolaborasi ini merupakan yang pertama kali bagi LAB 45 dimana mengumpulkan masyarakat dari berbagai lintas  generasi. Ide  dari  album  cukup  unik dengan membuat  kompilasi lagu  daerah  yang diaransemen, dibalut gaya yang baru mengingat banyak lagu-lagu daerah yang masih relevan hingga saat ini,&amp;rdquo; jelas Andi Koordinator Utama LAB 45.

Sejak pembentukan The Professor Band 10 tahun yang lalu, Prof. Paulus Wirutomo mengatakan bahwa album ini merupakan sumbangan kecil dari The Professor Band dan Pancasila harus menjadi bumi di mana kita berpijak, yaitu masyarakat Indonesia yang beragam dan telah diwakili oleh lagu-lagu tersebut. &amp;ldquo;Kita angkat lagi lagu-lagu tradisional yang selama ini istirahat, supaya orang-orang muda bisa merasakan: oh ini lho keragaman Indonesia.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Pengembangan pop culture kita tetap bisa mengandung dan  membudidayakan musik tradisional. Mengangkat kembali lagu-lagu daerah ke dalam kehidupan kita hari ini, nggak perlu dipisahkan musik daerah itu tradisional, musik modern itu hip hop. Nasionalisme dan kebangsaan itu tidak taken for granted,&amp;rdquo; tambah Daisy Indira Yasmine

R Septa  Suryoto sebagai musisi yang turut bergabung menjadi arranger pada album  ini  juga berharap untuk membuat album Pembumian Pancasila yang kedua, dengan tetap berangkat dari lagu-lagu daerah yang belum diangkat.

&amp;ldquo;Kita akan ambil enam lagu lagi untuk diaransemen, sehingga total ada 12 lagu. Bagi kami, setidaknya 12 lagu sudah bisa mewakili pulau-pulau besar di Indonesia. Di situ ada rencana mengundang musisi-musisi muda,&amp;rdquo; ujar Septa.

&amp;ldquo;Musik itu punya kuasa yang sangat besar dan usaha Pembumian Pancasila lewat musik adalah keharusan. Ini butuh kesadaran kolektif untuk merealisasikan. Mari kita menyiarkan ini. Untuk kalian semua yang suka berkreasi, kami tunggu &amp;lsquo;Pembumian Pancasila&amp;rsquo; versi kalian,&amp;rdquo; tambah David Tarigan.




</description><content:encoded>JAKARTA - Grup musik The Professor Band kembali hadir di belantika musik Tanah Air. Kali ini, The Professor Band mencoba menghadirkan lagu tentang nilai-nilai dasar negara, berjudul Pembumian Pancasila.

The Professor Band digawangi oleh Prof. Paulus Wirutomo &amp;ndash;Guru Besar Sosiologi dan Musisi, Daisy Indira Yasmine &amp;ndash;Sosiolog dan R. Septa Suryoto &amp;ndash;Musisi/Arranger.

Baca Juga:
Pisah dari Sule, Nathalie Holscher Hamil 5 Minggu
Kembali Positif Covid-19, Atta Halilintar Mengaku OTG dengan CT Value Tinggi



Lagu ini dihadirkan The Professor Band, diharapkan bisa menjadi alternatif pemahaman Pancasila dari cara-cara konvensional. Dengan musik dan karya, The Professor Band  bisa melakukan pendekatan nilai-nilai Pancasila dengan efektif.

Lagu ini terjalin berkat kerjasama  Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) dan WeThe Youth. &amp;ldquo;Kolaborasi ini merupakan yang pertama kali bagi LAB 45 dimana mengumpulkan masyarakat dari berbagai lintas  generasi. Ide  dari  album  cukup  unik dengan membuat  kompilasi lagu  daerah  yang diaransemen, dibalut gaya yang baru mengingat banyak lagu-lagu daerah yang masih relevan hingga saat ini,&amp;rdquo; jelas Andi Koordinator Utama LAB 45.

Sejak pembentukan The Professor Band 10 tahun yang lalu, Prof. Paulus Wirutomo mengatakan bahwa album ini merupakan sumbangan kecil dari The Professor Band dan Pancasila harus menjadi bumi di mana kita berpijak, yaitu masyarakat Indonesia yang beragam dan telah diwakili oleh lagu-lagu tersebut. &amp;ldquo;Kita angkat lagi lagu-lagu tradisional yang selama ini istirahat, supaya orang-orang muda bisa merasakan: oh ini lho keragaman Indonesia.&amp;rdquo;

&amp;ldquo;Pengembangan pop culture kita tetap bisa mengandung dan  membudidayakan musik tradisional. Mengangkat kembali lagu-lagu daerah ke dalam kehidupan kita hari ini, nggak perlu dipisahkan musik daerah itu tradisional, musik modern itu hip hop. Nasionalisme dan kebangsaan itu tidak taken for granted,&amp;rdquo; tambah Daisy Indira Yasmine

R Septa  Suryoto sebagai musisi yang turut bergabung menjadi arranger pada album  ini  juga berharap untuk membuat album Pembumian Pancasila yang kedua, dengan tetap berangkat dari lagu-lagu daerah yang belum diangkat.

&amp;ldquo;Kita akan ambil enam lagu lagi untuk diaransemen, sehingga total ada 12 lagu. Bagi kami, setidaknya 12 lagu sudah bisa mewakili pulau-pulau besar di Indonesia. Di situ ada rencana mengundang musisi-musisi muda,&amp;rdquo; ujar Septa.

&amp;ldquo;Musik itu punya kuasa yang sangat besar dan usaha Pembumian Pancasila lewat musik adalah keharusan. Ini butuh kesadaran kolektif untuk merealisasikan. Mari kita menyiarkan ini. Untuk kalian semua yang suka berkreasi, kami tunggu &amp;lsquo;Pembumian Pancasila&amp;rsquo; versi kalian,&amp;rdquo; tambah David Tarigan.




</content:encoded></item></channel></rss>
