<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Grup Assahlan Hadirkan &quot;Kembang Duka&quot; Ceritakan Personel Jadi Penyintas Covid-19</title><description>Grup musik Assahlan mengusung musik religi dengan format yang berbeda</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399839/grup-assahlan-hadirkan-kembang-duka-ceritakan-personel-jadi-penyintas-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399839/grup-assahlan-hadirkan-kembang-duka-ceritakan-personel-jadi-penyintas-covid-19"/><item><title>Grup Assahlan Hadirkan &quot;Kembang Duka&quot; Ceritakan Personel Jadi Penyintas Covid-19</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399839/grup-assahlan-hadirkan-kembang-duka-ceritakan-personel-jadi-penyintas-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2021/04/23/205/2399839/grup-assahlan-hadirkan-kembang-duka-ceritakan-personel-jadi-penyintas-covid-19</guid><pubDate>Jum'at 23 April 2021 19:50 WIB</pubDate><dc:creator>Edi Hardian </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/23/205/2399839/grup-assahlan-hadirkan-kembang-duka-ceritakan-personel-jadi-penyintas-covid-19-YMELyC79JK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Assahlan (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/23/205/2399839/grup-assahlan-hadirkan-kembang-duka-ceritakan-personel-jadi-penyintas-covid-19-YMELyC79JK.jpg</image><title>Assahlan (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Grup musik Assahlan mengusung musik religi dengan format yang berbeda. Grup musik yang dibentuk oleh dr. Khoirul Hadi, SpKK ini bahkan mengusung tema penyintas covid yang berjudul &quot;Kembang Duka&quot;.

&amp;ldquo;Pada Desember 2020, saya terkena Covid. Saya sakit parah. Nafas sesak, tidak bisa berjalan jauh. Sakit ini bukan hanya fisik tapi juga psikis. Karena setiap waktu kita melihat orang yang wafat. Kita sendiri seperti tinggal menunggu giliran,&amp;rdquo; kata Khoirul Hadi. &amp;ldquo;Alhamdullillah, ternyata Allah SWT memberi sembuh dan kesempatan kedua untuk saya bisa hidup,&amp;rdquo; ujar dr. Khoirul Hadi, SpKK.

Waktu kematian manusia bisa datang kapan saja.  Jika waktu itu datang, tak ada satupun yang  bisa mengelaknya. Itulah inti utama dari lagu &amp;ldquo;Kembang Duka&amp;rdquo; yang diciptakan dr, Khoirul Hadi, SpKK.

Baca Juga:

Kurma dan Air Putih, Menu Wajib Buka Puasa Personel Armada
Kartika Putri dan Dokter Richard Lee Gagal Mediasi

Ternyata saat tengah masa penyembuhan di rumah sakit,  Khoirul memanfaatkan waktu dengan menulis puisi maupun catatan  pribadi.

&amp;ldquo;Lagu &amp;lsquo;Kembang Duka&amp;rsquo;  merupakan  puisi pertama yang saya tulis. Awalnya tidak terpikir menjadikannya lagu! Betul betul lahir karena untuk ngisi waktu!&amp;rdquo; ujarnya.

Tak sekedar ke-Araban seperti halnya lagu religi di Indonesia, Khoirul memberi contoh pada lirik &amp;ldquo;Zakat&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Subuh&amp;rdquo;. Ia membuat balutan nuansa musik yang nge rock. Tapi di bagian lagu yang lain,  ia menginginkan penggunaan alat musik etnik  nusantara.

&amp;ldquo;Karena itu di album ini terdengar suara alat musik Sampek dari  Kalimantan, ada  Sasando dari NTT. Pokoknya etnik dari Nusantara. Saya menginginkan album ini menjadi album religi universal, yang sama sekali tidak  bernuansa gambus dan keraba-araban!&amp;rdquo;


Khoirul dan Assahlan langsung memperkenalkan 12 lagu religi untuk music Indonesia, 6 lagu di antaranya sudah bisa didengar lewat YouTube dan sejumlah toko digital lainnya. Selain Kembang Duka&amp;rdquo;, ada Mari Puasa, &amp;ldquo;Sahur&amp;rdquo;, Berbagi Rejeki&amp;rdquo; dan lain-lain.

Khoirul sendiri mengaku sangat serius menyebarkan lagu ini ke masyarakat. Ia sudah melakukan launching album di hadapan puluhan wartawan. Dalam waktu dekat, ada rencana lagu-lagu Assahlan disebar ke lebih 150 radio di Indonesia.

&amp;ldquo;Suatu saat, jika memungkinkan, saya ingin memanggungkan karya Assahlan ini dalam format orkestrasi,,&amp;rdquo; ujanya menutup percakapan</description><content:encoded>JAKARTA - Grup musik Assahlan mengusung musik religi dengan format yang berbeda. Grup musik yang dibentuk oleh dr. Khoirul Hadi, SpKK ini bahkan mengusung tema penyintas covid yang berjudul &quot;Kembang Duka&quot;.

&amp;ldquo;Pada Desember 2020, saya terkena Covid. Saya sakit parah. Nafas sesak, tidak bisa berjalan jauh. Sakit ini bukan hanya fisik tapi juga psikis. Karena setiap waktu kita melihat orang yang wafat. Kita sendiri seperti tinggal menunggu giliran,&amp;rdquo; kata Khoirul Hadi. &amp;ldquo;Alhamdullillah, ternyata Allah SWT memberi sembuh dan kesempatan kedua untuk saya bisa hidup,&amp;rdquo; ujar dr. Khoirul Hadi, SpKK.

Waktu kematian manusia bisa datang kapan saja.  Jika waktu itu datang, tak ada satupun yang  bisa mengelaknya. Itulah inti utama dari lagu &amp;ldquo;Kembang Duka&amp;rdquo; yang diciptakan dr, Khoirul Hadi, SpKK.

Baca Juga:

Kurma dan Air Putih, Menu Wajib Buka Puasa Personel Armada
Kartika Putri dan Dokter Richard Lee Gagal Mediasi

Ternyata saat tengah masa penyembuhan di rumah sakit,  Khoirul memanfaatkan waktu dengan menulis puisi maupun catatan  pribadi.

&amp;ldquo;Lagu &amp;lsquo;Kembang Duka&amp;rsquo;  merupakan  puisi pertama yang saya tulis. Awalnya tidak terpikir menjadikannya lagu! Betul betul lahir karena untuk ngisi waktu!&amp;rdquo; ujarnya.

Tak sekedar ke-Araban seperti halnya lagu religi di Indonesia, Khoirul memberi contoh pada lirik &amp;ldquo;Zakat&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;Subuh&amp;rdquo;. Ia membuat balutan nuansa musik yang nge rock. Tapi di bagian lagu yang lain,  ia menginginkan penggunaan alat musik etnik  nusantara.

&amp;ldquo;Karena itu di album ini terdengar suara alat musik Sampek dari  Kalimantan, ada  Sasando dari NTT. Pokoknya etnik dari Nusantara. Saya menginginkan album ini menjadi album religi universal, yang sama sekali tidak  bernuansa gambus dan keraba-araban!&amp;rdquo;


Khoirul dan Assahlan langsung memperkenalkan 12 lagu religi untuk music Indonesia, 6 lagu di antaranya sudah bisa didengar lewat YouTube dan sejumlah toko digital lainnya. Selain Kembang Duka&amp;rdquo;, ada Mari Puasa, &amp;ldquo;Sahur&amp;rdquo;, Berbagi Rejeki&amp;rdquo; dan lain-lain.

Khoirul sendiri mengaku sangat serius menyebarkan lagu ini ke masyarakat. Ia sudah melakukan launching album di hadapan puluhan wartawan. Dalam waktu dekat, ada rencana lagu-lagu Assahlan disebar ke lebih 150 radio di Indonesia.

&amp;ldquo;Suatu saat, jika memungkinkan, saya ingin memanggungkan karya Assahlan ini dalam format orkestrasi,,&amp;rdquo; ujanya menutup percakapan</content:encoded></item></channel></rss>
