<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Resah Lihat Generasi Muda, Herjunot Ali Bangun Gerakan Berbagi Kultur</title><description>Kepada Daniel Mananta, Herjunot Ali mengutarakan keresahannya terhadap generasi muda yang dianggapnya mengalami krisis identitas.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/12/29/33/2335800/resah-lihat-generasi-muda-herjunot-ali-bangun-gerakan-berbagi-kultur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/12/29/33/2335800/resah-lihat-generasi-muda-herjunot-ali-bangun-gerakan-berbagi-kultur"/><item><title>Resah Lihat Generasi Muda, Herjunot Ali Bangun Gerakan Berbagi Kultur</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/12/29/33/2335800/resah-lihat-generasi-muda-herjunot-ali-bangun-gerakan-berbagi-kultur</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/12/29/33/2335800/resah-lihat-generasi-muda-herjunot-ali-bangun-gerakan-berbagi-kultur</guid><pubDate>Selasa 29 Desember 2020 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Lintang Tribuana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/12/29/33/2335800/resah-lihat-generasi-muda-herjunot-ali-bangun-gerakan-berbagi-kultur-lUkYFpQInX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Herjunot Ali (Foto: YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/12/29/33/2335800/resah-lihat-generasi-muda-herjunot-ali-bangun-gerakan-berbagi-kultur-lUkYFpQInX.jpg</image><title>Herjunot Ali (Foto: YouTube)</title></images><description>JAKARTA - Herjunot Ali membangun gerakan Berbagi Kultur yang dikenal lewat hashtag #BRBGKLTR di unggahan Instagram. Tercetusnya hal itu berawal dari keresahannya melihat krisis identitas generasi muda di Indonesia saat ini.
Baca Juga:
-&amp;nbsp;Usai Kesurupan, Herjunot Ali Percaya Makhluk Gaib
-&amp;nbsp;Jadi Sorotan Publik, Intip Profil Michael Yukinobu de Fretes
&quot;Berbagi Kultur adalah media perkembangan karakter bangsa. Kalau gue melihat ada krisis identitas, terutama di zaman kita sekarang,&quot; ujar Junot, dikutip dari YouTube Daniel Mananta, Selasa (29/12/2020).

&quot;Gue merasa nilai anak generasi di bawah kita, menuntut orangtua, memenjarakan orangtuanya, bahkan ada anak yang tiba-tiba injak kepala orangtuanya,&quot; ungkapnya.
Dari keresahan itu, dia berpikir ada hal yang salah. Ia pun memprakarasai gerakan Berbagi Kultur, karena menurutnya, kultur adalah 'The Way of Thinking' (cara berpikir) yang memacu kemampuan berpikir kritis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8wNC82LzExODA4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut mantan kekasih Tatjana Saphira ini, gerakan yang dia pelopori sesuai dengan generasi muda dan efektif untuk membangun karakter mereka menjadi lebih baik.&quot;Melalui Berbagi Kultur, gue mentrigger itu semua tanpa merasa harus menceramahi mereka. Karena menurut gue, Indonesia butuh sosok yang mereka lihat bisa relevan, tapi di satu sisi juga memiliki pesan,&quot; ungkapnya.

Herjunot percaya, ketika gerakan ini dimulai dari dirinya sendiri dan diikuti banyak orang, maka segala harapan untuk kemajuan Indonesia bisa terwujud dalam waktu singkat.
&quot;Apa yang kita harapkan untuk Indonesia yang baik dalam otak kita, sekitar 40 tahun atau 60 tahun lagi, dengan gerakan yang kita jalani, kita bisa lewati dengan 10 tahun,&quot; ujar aktor Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Herjunot Ali membangun gerakan Berbagi Kultur yang dikenal lewat hashtag #BRBGKLTR di unggahan Instagram. Tercetusnya hal itu berawal dari keresahannya melihat krisis identitas generasi muda di Indonesia saat ini.
Baca Juga:
-&amp;nbsp;Usai Kesurupan, Herjunot Ali Percaya Makhluk Gaib
-&amp;nbsp;Jadi Sorotan Publik, Intip Profil Michael Yukinobu de Fretes
&quot;Berbagi Kultur adalah media perkembangan karakter bangsa. Kalau gue melihat ada krisis identitas, terutama di zaman kita sekarang,&quot; ujar Junot, dikutip dari YouTube Daniel Mananta, Selasa (29/12/2020).

&quot;Gue merasa nilai anak generasi di bawah kita, menuntut orangtua, memenjarakan orangtuanya, bahkan ada anak yang tiba-tiba injak kepala orangtuanya,&quot; ungkapnya.
Dari keresahan itu, dia berpikir ada hal yang salah. Ia pun memprakarasai gerakan Berbagi Kultur, karena menurutnya, kultur adalah 'The Way of Thinking' (cara berpikir) yang memacu kemampuan berpikir kritis.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMS8wNC82LzExODA4Ni8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Menurut mantan kekasih Tatjana Saphira ini, gerakan yang dia pelopori sesuai dengan generasi muda dan efektif untuk membangun karakter mereka menjadi lebih baik.&quot;Melalui Berbagi Kultur, gue mentrigger itu semua tanpa merasa harus menceramahi mereka. Karena menurut gue, Indonesia butuh sosok yang mereka lihat bisa relevan, tapi di satu sisi juga memiliki pesan,&quot; ungkapnya.

Herjunot percaya, ketika gerakan ini dimulai dari dirinya sendiri dan diikuti banyak orang, maka segala harapan untuk kemajuan Indonesia bisa terwujud dalam waktu singkat.
&quot;Apa yang kita harapkan untuk Indonesia yang baik dalam otak kita, sekitar 40 tahun atau 60 tahun lagi, dengan gerakan yang kita jalani, kita bisa lewati dengan 10 tahun,&quot; ujar aktor Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini.</content:encoded></item></channel></rss>
