<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Filmnya Dikecam, Ini Kata Sutradara Film Cuties</title><description>Film Prancis Cuties mendapatkan kecaman lantaran dituding mengandung unsur sensualitas anak di bawah umur hingga pedofilia.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/09/12/206/2276753/filmnya-dikecam-ini-kata-sutradara-film-cuties</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/09/12/206/2276753/filmnya-dikecam-ini-kata-sutradara-film-cuties"/><item><title>Filmnya Dikecam, Ini Kata Sutradara Film Cuties</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/09/12/206/2276753/filmnya-dikecam-ini-kata-sutradara-film-cuties</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/09/12/206/2276753/filmnya-dikecam-ini-kata-sutradara-film-cuties</guid><pubDate>Sabtu 12 September 2020 17:16 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/09/12/206/2276753/filmnya-dikecam-ini-kata-sutradara-film-cuties-GIT29WQ2It.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Film Cuties (Foto: Film Cuties)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/09/12/206/2276753/filmnya-dikecam-ini-kata-sutradara-film-cuties-GIT29WQ2It.jpg</image><title>Film Cuties (Foto: Film Cuties)</title></images><description>PARIS - Film Prancis Cuties mendapatkan kecaman lantaran dituding mengandung unsur sensualitas anak di bawah umur hingga pedofilia. Menurut sutradara film tersebut, Ma&amp;iuml;mouna Doucour&amp;eacute; menggarap film melalui riset yang cukup panjang yakni kurang lebih satu setengah tahun.

Perempuan 35 tahun tersebut mengaku telah mewawancarai gadis-gadis pra-remaja dan mencoba memahami gagasan mereka tentang apa itu feminisme. Serta bagaimana media sosial mempengaruhi gagasan tersebut

Baca Juga:
Dituding Ada Unsur Pedofilia, Film Cuties Banjir Kecaman
Ulang Tahun, Verrel Bramasta Dapat Kado Mewah dari Sang Ayah



&amp;ldquo;Pesan utama dari film ini adalah bahwa gadis-gadis muda ini harus memiliki waktu untuk menjadi anak-anak, menikmati masa kecil mereka, dan memiliki waktu untuk memilih siapa yang mereka inginkan ketika mereka dewasa. Anda punya pilihan, Anda dapat menavigasi di antara budaya-budaya ini, dan memilih dari elemen keduanya, untuk berkembang menjadi diri Anda sendiri, terlepas dari apa yang didikte media sosial dalam masyarakat kita,&quot; papar Doucour&amp;eacute;, seperti dikutip dari laman Deadline, Sabtu (12/9/2020).

Doucour&amp;eacute; mengaku memiliki sedikit kekhawatiran tentang media sosial dikalangan anak muda sekarang ini. Diakui olehnya media sosial menjadi wadah untuk bertukar informasi dan melihat banyak gambar yang indah. Namun, dibalik itu semua dirinya menemukan bahwa media sosial mengubah cara pandang kaum muda tentang cinta dan harga diri.

&amp;ldquo;Cinta dan harga diri dibangun melalui  banyak like dan pengikut. Apa yang terjadi adalah gadis remaja melihat gambar wanita menjadi objek, dan semakin wanita itu menjadi objek, semakin banyak pengikut dan like yang dia miliki.  Mereka melihatnya sebagai panutan dan mencoba meniru wanita-wanita ini, tetapi mereka belum cukup dewasa untuk tahu apa yang mereka lakukan,&quot; kata Doucour&amp;eacute; menambahkan.

Meskipun penerimaan di Prancis terbilang positif selama dua minggu terakhir. Rilis di Amerika Serikat tampaknya kurang mulus lantaran film telah mendapat kecaman. Kendati demikian ia berharap bahwa penonton dapat melihat dengan sudut pandang yang berbeda.


&amp;ldquo;Semoga mereka mengerti bahwa kita sebenarnya berada di pihak yang  sama dalam pertempuran ini. Jika kita bergabung, kita bisa membuat  perubahan besar di dunia ini yang membuat anak-anak hiperseksual,&quot;  ungkapnya.

Ia pun mengaku bahwa ada pengalaman pribadi dalam film garapannya ini, sehingga menaruh banyak cinta dalam pengerjaannya.

Baca Juga:
Ditanya Soal Dory Harsa dan Nella Kharisma, Ini Jawaban Istri Didi Kempot
 
&amp;nbsp;Nikahi Nella Kharisma, Dory Harsa Pindah Agama?



&quot;Ini sebenarnya merupakan kisah pribadi saya dan juga kisah banyak  anak yang harus berpindah antara budaya barat liberal dan budaya  konservatif di rumah, &amp;rdquo;jelas Doucour&amp;eacute;, yang merupakan keturunan Senegal.

Film ini mengisahkan tentang bocah 11 tahun bernama Amy. Ia merupakan keturunan Islam Senegal.

Amy bermimpi dapat bergabung dengan grup penari modern. Ini merupakan  sebuah fantasi yang bentrok dengan nilai-nilai tradisional keluarganya.</description><content:encoded>PARIS - Film Prancis Cuties mendapatkan kecaman lantaran dituding mengandung unsur sensualitas anak di bawah umur hingga pedofilia. Menurut sutradara film tersebut, Ma&amp;iuml;mouna Doucour&amp;eacute; menggarap film melalui riset yang cukup panjang yakni kurang lebih satu setengah tahun.

Perempuan 35 tahun tersebut mengaku telah mewawancarai gadis-gadis pra-remaja dan mencoba memahami gagasan mereka tentang apa itu feminisme. Serta bagaimana media sosial mempengaruhi gagasan tersebut

Baca Juga:
Dituding Ada Unsur Pedofilia, Film Cuties Banjir Kecaman
Ulang Tahun, Verrel Bramasta Dapat Kado Mewah dari Sang Ayah



&amp;ldquo;Pesan utama dari film ini adalah bahwa gadis-gadis muda ini harus memiliki waktu untuk menjadi anak-anak, menikmati masa kecil mereka, dan memiliki waktu untuk memilih siapa yang mereka inginkan ketika mereka dewasa. Anda punya pilihan, Anda dapat menavigasi di antara budaya-budaya ini, dan memilih dari elemen keduanya, untuk berkembang menjadi diri Anda sendiri, terlepas dari apa yang didikte media sosial dalam masyarakat kita,&quot; papar Doucour&amp;eacute;, seperti dikutip dari laman Deadline, Sabtu (12/9/2020).

Doucour&amp;eacute; mengaku memiliki sedikit kekhawatiran tentang media sosial dikalangan anak muda sekarang ini. Diakui olehnya media sosial menjadi wadah untuk bertukar informasi dan melihat banyak gambar yang indah. Namun, dibalik itu semua dirinya menemukan bahwa media sosial mengubah cara pandang kaum muda tentang cinta dan harga diri.

&amp;ldquo;Cinta dan harga diri dibangun melalui  banyak like dan pengikut. Apa yang terjadi adalah gadis remaja melihat gambar wanita menjadi objek, dan semakin wanita itu menjadi objek, semakin banyak pengikut dan like yang dia miliki.  Mereka melihatnya sebagai panutan dan mencoba meniru wanita-wanita ini, tetapi mereka belum cukup dewasa untuk tahu apa yang mereka lakukan,&quot; kata Doucour&amp;eacute; menambahkan.

Meskipun penerimaan di Prancis terbilang positif selama dua minggu terakhir. Rilis di Amerika Serikat tampaknya kurang mulus lantaran film telah mendapat kecaman. Kendati demikian ia berharap bahwa penonton dapat melihat dengan sudut pandang yang berbeda.


&amp;ldquo;Semoga mereka mengerti bahwa kita sebenarnya berada di pihak yang  sama dalam pertempuran ini. Jika kita bergabung, kita bisa membuat  perubahan besar di dunia ini yang membuat anak-anak hiperseksual,&quot;  ungkapnya.

Ia pun mengaku bahwa ada pengalaman pribadi dalam film garapannya ini, sehingga menaruh banyak cinta dalam pengerjaannya.

Baca Juga:
Ditanya Soal Dory Harsa dan Nella Kharisma, Ini Jawaban Istri Didi Kempot
 
&amp;nbsp;Nikahi Nella Kharisma, Dory Harsa Pindah Agama?



&quot;Ini sebenarnya merupakan kisah pribadi saya dan juga kisah banyak  anak yang harus berpindah antara budaya barat liberal dan budaya  konservatif di rumah, &amp;rdquo;jelas Doucour&amp;eacute;, yang merupakan keturunan Senegal.

Film ini mengisahkan tentang bocah 11 tahun bernama Amy. Ia merupakan keturunan Islam Senegal.

Amy bermimpi dapat bergabung dengan grup penari modern. Ini merupakan  sebuah fantasi yang bentrok dengan nilai-nilai tradisional keluarganya.</content:encoded></item></channel></rss>
