<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersuara soal Rasisme di AS, Queen Latifah: Kita Harus Saling Menghormati</title><description>Latifah menilai kekerasan dalam rumah tangga juga masih kerap terjadi.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/06/12/33/2228896/bersuara-soal-rasisme-di-as-queen-latifah-kita-harus-saling-menghormati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/06/12/33/2228896/bersuara-soal-rasisme-di-as-queen-latifah-kita-harus-saling-menghormati"/><item><title>Bersuara soal Rasisme di AS, Queen Latifah: Kita Harus Saling Menghormati</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/06/12/33/2228896/bersuara-soal-rasisme-di-as-queen-latifah-kita-harus-saling-menghormati</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/06/12/33/2228896/bersuara-soal-rasisme-di-as-queen-latifah-kita-harus-saling-menghormati</guid><pubDate>Jum'at 12 Juni 2020 14:26 WIB</pubDate><dc:creator>Pernita Hestin Untari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/06/12/33/2228896/bersuara-soal-rasisme-di-as-queen-latifah-kita-harus-saling-menghormati-61dxWUxFtr.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Queen Latifah. (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/06/12/33/2228896/bersuara-soal-rasisme-di-as-queen-latifah-kita-harus-saling-menghormati-61dxWUxFtr.PNG</image><title>Queen Latifah. (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Rapper dan aktris Queen Latifah berbagi tentang program televisinya &quot;Queen Collective&quot; yang memasuki tahun kedua. Program ini tentang mentoring dan pengembangan film pendek dalam kemitraan dengan Procter &amp;amp; Gamble dan Tribeca Studios. Program itu bertujuan untuk  mempromosikan kesetaraan gender dan ras di antara para pembuat film.
&amp;ldquo;Kami ingin memberi orang kesempatan untuk menciptakan karier dan dapat menceritakan kisah yang unik. Kami ingin menjadikan lapangan ini sedikit lebih merata, &amp;rdquo; kata Latifah dalam wawancara dengan People, Jumat (12/6/2020).
Dia menambahkan, keberagaman merupakan tantangan, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk bersuara. Latifah kemudian turut memberikan pendapatnya tentang isu rasisme di Amerika Serikat. Seperti diketahui, isu rasisme kembali hangat setelah pria Afro-Afrika George Floyd meninggal di tangan polisi kulit putih di Minneapolis.

&amp;ldquo;Kita masih harus saling menghormati. Kami masih menyaksikan orang-orang terbunuh di jalan-jalan, terbunuh, dan di tangan petugas polisi yang hatinya mengeras. Ini memilukan,&quot;  imbuh Latifah.
Dia juga menekankan bahwa orang-orang kulit berwarna tidak dapat mempengaruhi perubahan mereka sendiri, karena setiap orang harus terlibat.
Baca juga: Dijual, Istana Queen Latifah Rp291 Miliar
&amp;ldquo;Saya juga percaya bahwa saudara dan saudari kulit putih kita harus berevolusi, mereka harus berevolusi secara spiritual, mental dan fisik. Mereka harus terlibat dan melakukan sesuatu. Tidak cukup hanya sedih, &amp;rdquo;katanya.
Tidak hanya soal rasisme, Latifah juga menilai kekerasan dalam rumah tangga masih kerap terjadi.
&quot;Sejauh pola pikir saya, sangat menyedihkan bahwa kami masih harus membicarakan hal yang sama 25 tahun kemudian,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Rapper dan aktris Queen Latifah berbagi tentang program televisinya &quot;Queen Collective&quot; yang memasuki tahun kedua. Program ini tentang mentoring dan pengembangan film pendek dalam kemitraan dengan Procter &amp;amp; Gamble dan Tribeca Studios. Program itu bertujuan untuk  mempromosikan kesetaraan gender dan ras di antara para pembuat film.
&amp;ldquo;Kami ingin memberi orang kesempatan untuk menciptakan karier dan dapat menceritakan kisah yang unik. Kami ingin menjadikan lapangan ini sedikit lebih merata, &amp;rdquo; kata Latifah dalam wawancara dengan People, Jumat (12/6/2020).
Dia menambahkan, keberagaman merupakan tantangan, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk bersuara. Latifah kemudian turut memberikan pendapatnya tentang isu rasisme di Amerika Serikat. Seperti diketahui, isu rasisme kembali hangat setelah pria Afro-Afrika George Floyd meninggal di tangan polisi kulit putih di Minneapolis.

&amp;ldquo;Kita masih harus saling menghormati. Kami masih menyaksikan orang-orang terbunuh di jalan-jalan, terbunuh, dan di tangan petugas polisi yang hatinya mengeras. Ini memilukan,&quot;  imbuh Latifah.
Dia juga menekankan bahwa orang-orang kulit berwarna tidak dapat mempengaruhi perubahan mereka sendiri, karena setiap orang harus terlibat.
Baca juga: Dijual, Istana Queen Latifah Rp291 Miliar
&amp;ldquo;Saya juga percaya bahwa saudara dan saudari kulit putih kita harus berevolusi, mereka harus berevolusi secara spiritual, mental dan fisik. Mereka harus terlibat dan melakukan sesuatu. Tidak cukup hanya sedih, &amp;rdquo;katanya.
Tidak hanya soal rasisme, Latifah juga menilai kekerasan dalam rumah tangga masih kerap terjadi.
&quot;Sejauh pola pikir saya, sangat menyedihkan bahwa kami masih harus membicarakan hal yang sama 25 tahun kemudian,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
