<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Joko Anwar Klaim Industri Film Merugi Ratusan Miliar selama Pandemi COVID-19</title><description>Akibat pandemi Corona, sutradara Joko Anwar memproyeksikan kerugian industri perfilman dalam negeri mencapai Rp500 miliar.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/31/206/2222397/joko-anwar-klaim-industri-film-merugi-ratusan-miliar-selama-pandemi-covid-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/31/206/2222397/joko-anwar-klaim-industri-film-merugi-ratusan-miliar-selama-pandemi-covid-19"/><item><title>Joko Anwar Klaim Industri Film Merugi Ratusan Miliar selama Pandemi COVID-19</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/31/206/2222397/joko-anwar-klaim-industri-film-merugi-ratusan-miliar-selama-pandemi-covid-19</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/31/206/2222397/joko-anwar-klaim-industri-film-merugi-ratusan-miliar-selama-pandemi-covid-19</guid><pubDate>Minggu 31 Mei 2020 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/31/206/2222397/joko-anwar-klaim-industri-film-merugi-ratusan-miliar-selama-pandemi-covid-19-F9qPW1vvkK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Anwar. (Foto: Instagram/@jokoanwar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/31/206/2222397/joko-anwar-klaim-industri-film-merugi-ratusan-miliar-selama-pandemi-covid-19-F9qPW1vvkK.jpg</image><title>Joko Anwar. (Foto: Instagram/@jokoanwar)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada industri perfilman Tanah Air. Apalagi sebelum pandemi, geliat sineas lokal tengah menanjak lewat hadirnya film-film berkualitas.&amp;nbsp;
&quot;Perfilman Indonesia sebelum COVID-19 bisa dibilang berada di masa keemasan. Dari segi bisnis, kita masuk ke masa yang sangat menguntungkan. Dari estetika dan teknik juga semakin meningkat,&quot; kata sutradara Joko Anwar saat Live di YouTube belum lama ini.&amp;nbsp;

Kini, semua produksi film terpaksa berhenti karena pembatasan aktivitas serta larangan membuat kerumunan. Menurut data yang dimiliki Joko Anwar, ada puluhan produksi film yang terhambat proses pengerjaannya.&amp;nbsp;
&quot;Sekarang semuanya berhenti. Setidaknya, ada 30 produksi yang terpaksa berhenti penggarapannya,&quot; tutur sang sutradara.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.metube.id/embed/17664624?type=video&amp;amp;autoplay=true&amp;amp;mute=true&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Hadapi New Normal, Joko Anwar: Rapid Test Sebelum SyutingBerhentinya proses penggarapan film tentu membuat sejumlah rumah produksi merugi. Dari hitung-hitungan Joko Anwar, angka kerugian yang didapat selama pandemi COVID-19 pun tergolong fantastis.&amp;nbsp;

&quot;Kalau kerugian, tahun lalu itu pemasukan film Indonesia mencapai Rp2 triliun. Kalau sekarang dihitung, (kerugian) bisa sekitar Rp500 miliaran,&amp;rdquo; tuturnya.*
Baca juga:&amp;nbsp;Baru Tayang, Drama Baru Park Haejin Sudah Tuai Kecaman Publik
</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada industri perfilman Tanah Air. Apalagi sebelum pandemi, geliat sineas lokal tengah menanjak lewat hadirnya film-film berkualitas.&amp;nbsp;
&quot;Perfilman Indonesia sebelum COVID-19 bisa dibilang berada di masa keemasan. Dari segi bisnis, kita masuk ke masa yang sangat menguntungkan. Dari estetika dan teknik juga semakin meningkat,&quot; kata sutradara Joko Anwar saat Live di YouTube belum lama ini.&amp;nbsp;

Kini, semua produksi film terpaksa berhenti karena pembatasan aktivitas serta larangan membuat kerumunan. Menurut data yang dimiliki Joko Anwar, ada puluhan produksi film yang terhambat proses pengerjaannya.&amp;nbsp;
&quot;Sekarang semuanya berhenti. Setidaknya, ada 30 produksi yang terpaksa berhenti penggarapannya,&quot; tutur sang sutradara.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.metube.id/embed/17664624?type=video&amp;amp;autoplay=true&amp;amp;mute=true&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Hadapi New Normal, Joko Anwar: Rapid Test Sebelum SyutingBerhentinya proses penggarapan film tentu membuat sejumlah rumah produksi merugi. Dari hitung-hitungan Joko Anwar, angka kerugian yang didapat selama pandemi COVID-19 pun tergolong fantastis.&amp;nbsp;

&quot;Kalau kerugian, tahun lalu itu pemasukan film Indonesia mencapai Rp2 triliun. Kalau sekarang dihitung, (kerugian) bisa sekitar Rp500 miliaran,&amp;rdquo; tuturnya.*
Baca juga:&amp;nbsp;Baru Tayang, Drama Baru Park Haejin Sudah Tuai Kecaman Publik
</content:encoded></item></channel></rss>
