<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wacana Penerapan New Normal, Tompi: Tunda</title><description>Tompi mengeluarkan reaksi atas wacana penerapan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19).&amp;nbsp;</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/29/33/2221494/wacana-penerapan-new-normal-tompi-tunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/29/33/2221494/wacana-penerapan-new-normal-tompi-tunda"/><item><title>Wacana Penerapan New Normal, Tompi: Tunda</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/29/33/2221494/wacana-penerapan-new-normal-tompi-tunda</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/29/33/2221494/wacana-penerapan-new-normal-tompi-tunda</guid><pubDate>Jum'at 29 Mei 2020 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/29/33/2221494/wacana-penerapan-new-normal-tompi-tunda-QTvzEXVrMD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tompi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/29/33/2221494/wacana-penerapan-new-normal-tompi-tunda-QTvzEXVrMD.jpg</image><title>Tompi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tompi mengeluarkan reaksi atas wacana penerapan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Tompi new normal bisa saja diterapkan di Indonesia jika memang penurunan kasus positif Covid-19.

Tompi melanjutkan, new normal sulit dilakukan jika masih tinggi angka positif Covid-19. Maka dari itu, Indonesia yang masih tinggi angka positif virus corona belum bisa menjalani new normal.

&amp;ldquo;New normal itu bisa diaplikasikan bila angka kasus baru COVID sudah minimal bahkan lebih baik lagi sudah nol, kalau masih banyak angka kematian dan kasus infeksi aktifnya : TUNDA lah,&quot; jelas Tompi dalam akun Twitternya.

Baca Juga:
Jelang Lebaran, Ini yang Dirindukan Tompi dari Glenn Fredly
Mutia Ayu Ziarahi Makam Glenn, Tompi: Dia Perempuan Setia



Namun demikian penundaan new normal juga harus diiringi dengan kesiapan pemerintah menghadapi kondisi itu. Mengedukasi masyarakat adalah hal penting untuk kesiapan menghadapi new normal.

&quot;Namun persiapan ke arah sana bisa dikerjakan sedini mungkin. Masyarakat diedukasi dan dipersiapkan,&quot; jelas Tompi.

Per Jumat 29 Mei 2020 pukul 14.00 WIB, pasien positi virus corona di Indonesia mencapai 24.538 dengan kematian mencapai 1.496 dan yang sembuh mencapai 6.240 orang.</description><content:encoded>JAKARTA - Tompi mengeluarkan reaksi atas wacana penerapan new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Tompi new normal bisa saja diterapkan di Indonesia jika memang penurunan kasus positif Covid-19.

Tompi melanjutkan, new normal sulit dilakukan jika masih tinggi angka positif Covid-19. Maka dari itu, Indonesia yang masih tinggi angka positif virus corona belum bisa menjalani new normal.

&amp;ldquo;New normal itu bisa diaplikasikan bila angka kasus baru COVID sudah minimal bahkan lebih baik lagi sudah nol, kalau masih banyak angka kematian dan kasus infeksi aktifnya : TUNDA lah,&quot; jelas Tompi dalam akun Twitternya.

Baca Juga:
Jelang Lebaran, Ini yang Dirindukan Tompi dari Glenn Fredly
Mutia Ayu Ziarahi Makam Glenn, Tompi: Dia Perempuan Setia



Namun demikian penundaan new normal juga harus diiringi dengan kesiapan pemerintah menghadapi kondisi itu. Mengedukasi masyarakat adalah hal penting untuk kesiapan menghadapi new normal.

&quot;Namun persiapan ke arah sana bisa dikerjakan sedini mungkin. Masyarakat diedukasi dan dipersiapkan,&quot; jelas Tompi.

Per Jumat 29 Mei 2020 pukul 14.00 WIB, pasien positi virus corona di Indonesia mencapai 24.538 dengan kematian mencapai 1.496 dan yang sembuh mencapai 6.240 orang.</content:encoded></item></channel></rss>
