<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Sendu di Balik Nama Didi Kempot</title><description>Industri musik Tanah Air kembali berduka. Penyanyi legendaris Didi Kempot meninggal dunia pagi tadi, Selasa (5/5/2020).</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/05/33/2209277/kisah-sendu-di-balik-nama-didi-kempot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/05/33/2209277/kisah-sendu-di-balik-nama-didi-kempot"/><item><title>Kisah Sendu di Balik Nama Didi Kempot</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/05/33/2209277/kisah-sendu-di-balik-nama-didi-kempot</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/05/05/33/2209277/kisah-sendu-di-balik-nama-didi-kempot</guid><pubDate>Selasa 05 Mei 2020 09:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Andhika Fikri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/05/05/33/2209277/kisah-sendu-di-balik-nama-didi-kempot-SCyCNwYkF6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Didi Kempot (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/05/05/33/2209277/kisah-sendu-di-balik-nama-didi-kempot-SCyCNwYkF6.jpg</image><title>Didi Kempot (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri musik Tanah Air kembali berduka. Penyanyi legendaris Didi Kempot meninggal dunia pagi tadi, Selasa (5/5/2020), di Rumah Sakit Kasih Ibu. Namun hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyakit yang diderita pelantun tembang Cidro itu.

Kabur duka ini sontak mengejutkan masyarakat Indonesia. Bahkan sejak pagi tadi, tagar Didi Kempot langsung menjadi trending topik di media sosial.

Bukan tanpa alasan, popularitas Didi Kempot memang sempat naik kembali setelah karya musiknya viral di media sosial sepanjang tahun 2019.

Baca Juga:
Didi Kempot Meninggal Dunia
Sebelum Meninggal, Didi Kempot Alami Sesak Napas

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/27/61551/316377_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didi Kempot Raih Lifetime Achievement Award di BIMA 2020, Penghargaan Ini untuk Seniman Tradisional&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menariknya, penikmat musik penyanyi asal Solo ini tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga digandrungi generasi milenial. Tak heran bila ada penyanyi atau seniman paling fenomenal yang konsisten dalam melestarikan budaya lokal, maka predikat itu sangat layak disematkan pada Didi Kempot.

Sejak merintis karier sebagai penyanyi profesional pada tahun 1999 lewat lagu Stasiun Balapan, Didi Kempot memang selalu konsisten dengen genre musik campursari yang diusungnya. Tak terhitung sudah berapa banyak lagu-lagu hits berbahasa Jawa yang telah dia telurkan.

Namun di balik kesuksesan pria berusia 52 tahun itu, ternyata terselip sebuah kisah yang sangat menyentuh. Hal ini berkaitan dengan nama 'Kempot' yang menghiasi namanya.

Saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu 1 Desember  2019, pria yang dijuluki 'The God Father of Broken Heart' itu  menjelaskan secara singkat asal usul nama Kempot yang ternyata memiliki  arti 'Kelompok Pengamen Trotoar'.

&quot;Saya merintis karier dalam dunia seni ini awalnya ngamen di jalanan.  Saya dulu ngamen di Solo, di Jogja, dan akhirnya saya dan beberapa  teman pengamen berangkat ke Jakarta,&quot; ungkap Didi Kempot kepada Okezone.

Baca Juga:
Kisah Para Artis Mualaf yang Jalani Puasa Perdana
Imel Putri Cahyati: Aku Tak Punya Masalah dengan Zaskia Gotik

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/02/27/61551/316379_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didi Kempot Raih Lifetime Achievement Award di BIMA 2020, Penghargaan Ini untuk Seniman Tradisional&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Di Jakarta, Didi dan teman-temannya tinggal di kawasan Slipi,  Palmerah, Jakarta Selatan. Mereka rutin ngamen di sekitaran bundaran  Slipi dan trotoar-trotoar jalanan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,  dan dari situlah nama Kempot diambil.

Kepiawaian Didi dalam menciptakan lagu memang tidak perlu diragukan  lagi. Dia memang berasal dari keluarga seniman daerah yang sangat  menjunjung nilai-nilai kebudayaan lokal.

Kakak pertama Didi, alm. Mamiek bahkan lebih dulu menembus dunia  hiburan Indonesia. Ia tergabung dalam kelompok pelawak Srimulat.

Dari Mamiek lah Didi banyak belajar untuk menjadi seorang seniman  yang baik. Sang kakak juga tidak pernah berhenti mendukung keputusan  Didi yang memilih menjadi pengamen di awal masa karirnya.

&quot;Saat saya masih ngamen di pinggir jalan, kakak saya sudah jadi  artis. Tapi beliau selalu mendukung dan memberikan doa terbaik kepada  saya,&quot; ungkap Didi.

Ada satu pesan dari Mamiek yang hingga saati ini masih terkenang baik   di hati dan pikiran Didi Kempot. Pesan itu disampaikan sang kakak saat   Didi telah menelurkan album pertama dan lagu Stasiun Balapannya  booming  di tahun 1999.

Baca Juga:
Asha Shara Kembali Unggah Foto Tanpa Hijab
Vicky Prasetyo di Mata Shinta Bachir: Asyik, Sopan

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/02/27/61548/316363_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didi Kempot Meramaikan Billboard Indonesia Music Awards 2020 &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Beliau selalu berpesan, kalau sudah dikenal wong, nomor siji ojo   sombong (kalau sudah dikenal orang, nomor satu jangan sombong), harus   murah senyum, kalau ada yang ngajak salaman dan foto harus disempatkan,&quot;   ujar Didi Kempot.

&quot;Alhamdulillah, berkat pesan tersebut, sampai sekarang saya masih   didukung keluarga sobat ambyar hingga masih bisa berdiri menghibur   mereka,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Industri musik Tanah Air kembali berduka. Penyanyi legendaris Didi Kempot meninggal dunia pagi tadi, Selasa (5/5/2020), di Rumah Sakit Kasih Ibu. Namun hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyakit yang diderita pelantun tembang Cidro itu.

Kabur duka ini sontak mengejutkan masyarakat Indonesia. Bahkan sejak pagi tadi, tagar Didi Kempot langsung menjadi trending topik di media sosial.

Bukan tanpa alasan, popularitas Didi Kempot memang sempat naik kembali setelah karya musiknya viral di media sosial sepanjang tahun 2019.

Baca Juga:
Didi Kempot Meninggal Dunia
Sebelum Meninggal, Didi Kempot Alami Sesak Napas

&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2020/02/27/61551/316377_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didi Kempot Raih Lifetime Achievement Award di BIMA 2020, Penghargaan Ini untuk Seniman Tradisional&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menariknya, penikmat musik penyanyi asal Solo ini tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, tetapi juga digandrungi generasi milenial. Tak heran bila ada penyanyi atau seniman paling fenomenal yang konsisten dalam melestarikan budaya lokal, maka predikat itu sangat layak disematkan pada Didi Kempot.

Sejak merintis karier sebagai penyanyi profesional pada tahun 1999 lewat lagu Stasiun Balapan, Didi Kempot memang selalu konsisten dengen genre musik campursari yang diusungnya. Tak terhitung sudah berapa banyak lagu-lagu hits berbahasa Jawa yang telah dia telurkan.

Namun di balik kesuksesan pria berusia 52 tahun itu, ternyata terselip sebuah kisah yang sangat menyentuh. Hal ini berkaitan dengan nama 'Kempot' yang menghiasi namanya.

Saat ditemui di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Minggu 1 Desember  2019, pria yang dijuluki 'The God Father of Broken Heart' itu  menjelaskan secara singkat asal usul nama Kempot yang ternyata memiliki  arti 'Kelompok Pengamen Trotoar'.

&quot;Saya merintis karier dalam dunia seni ini awalnya ngamen di jalanan.  Saya dulu ngamen di Solo, di Jogja, dan akhirnya saya dan beberapa  teman pengamen berangkat ke Jakarta,&quot; ungkap Didi Kempot kepada Okezone.

Baca Juga:
Kisah Para Artis Mualaf yang Jalani Puasa Perdana
Imel Putri Cahyati: Aku Tak Punya Masalah dengan Zaskia Gotik

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/02/27/61551/316379_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didi Kempot Raih Lifetime Achievement Award di BIMA 2020, Penghargaan Ini untuk Seniman Tradisional&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Di Jakarta, Didi dan teman-temannya tinggal di kawasan Slipi,  Palmerah, Jakarta Selatan. Mereka rutin ngamen di sekitaran bundaran  Slipi dan trotoar-trotoar jalanan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,  dan dari situlah nama Kempot diambil.

Kepiawaian Didi dalam menciptakan lagu memang tidak perlu diragukan  lagi. Dia memang berasal dari keluarga seniman daerah yang sangat  menjunjung nilai-nilai kebudayaan lokal.

Kakak pertama Didi, alm. Mamiek bahkan lebih dulu menembus dunia  hiburan Indonesia. Ia tergabung dalam kelompok pelawak Srimulat.

Dari Mamiek lah Didi banyak belajar untuk menjadi seorang seniman  yang baik. Sang kakak juga tidak pernah berhenti mendukung keputusan  Didi yang memilih menjadi pengamen di awal masa karirnya.

&quot;Saat saya masih ngamen di pinggir jalan, kakak saya sudah jadi  artis. Tapi beliau selalu mendukung dan memberikan doa terbaik kepada  saya,&quot; ungkap Didi.

Ada satu pesan dari Mamiek yang hingga saati ini masih terkenang baik   di hati dan pikiran Didi Kempot. Pesan itu disampaikan sang kakak saat   Didi telah menelurkan album pertama dan lagu Stasiun Balapannya  booming  di tahun 1999.

Baca Juga:
Asha Shara Kembali Unggah Foto Tanpa Hijab
Vicky Prasetyo di Mata Shinta Bachir: Asyik, Sopan

&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2020/02/27/61548/316363_medium.jpg&quot; alt=&quot;Didi Kempot Meramaikan Billboard Indonesia Music Awards 2020 &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Beliau selalu berpesan, kalau sudah dikenal wong, nomor siji ojo   sombong (kalau sudah dikenal orang, nomor satu jangan sombong), harus   murah senyum, kalau ada yang ngajak salaman dan foto harus disempatkan,&quot;   ujar Didi Kempot.

&quot;Alhamdulillah, berkat pesan tersebut, sampai sekarang saya masih   didukung keluarga sobat ambyar hingga masih bisa berdiri menghibur   mereka,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
