<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Lesu Selama Pandemi Covid-19, Prilly Latuconsina: Otak Mau Meledak</title><description>Lesunya perputaran roda bisnis selama pandemi Covid-19 ikut dialami Prilly Latuconsina.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200389/bisnis-lesu-selama-pandemi-covid-19-prilly-latuconsina-otak-mau-meledak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200389/bisnis-lesu-selama-pandemi-covid-19-prilly-latuconsina-otak-mau-meledak"/><item><title>Bisnis Lesu Selama Pandemi Covid-19, Prilly Latuconsina: Otak Mau Meledak</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200389/bisnis-lesu-selama-pandemi-covid-19-prilly-latuconsina-otak-mau-meledak</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200389/bisnis-lesu-selama-pandemi-covid-19-prilly-latuconsina-otak-mau-meledak</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 23:00 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/33/2200389/bisnis-lesu-selama-pandemi-covid-19-prilly-latuconsina-otak-mau-meledak-gPiNftFFkq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prilly Latuconsina (Foto: Instagram @prillylatuconsina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/33/2200389/bisnis-lesu-selama-pandemi-covid-19-prilly-latuconsina-otak-mau-meledak-gPiNftFFkq.jpg</image><title>Prilly Latuconsina (Foto: Instagram @prillylatuconsina)</title></images><description>JAKARTA - Lesunya perputaran roda bisnis selama pandemi Covid-19 ikut dialami Prilly Latuconsina. Sebagai pebisnis, Prilly turut pusing memikirkan nasib kelanjutan usaha beserta karyawannya.

&amp;ldquo;Aduh, karena yang aku pikirin bukan aku bisa makan apa besok, tapi aku bisa kasih makan enggak buat orang yang kerja sama aku,&amp;rdquo; ungkap sang aktris.

&amp;ldquo;Enggak mikirin diri sendiri lagi, benar-benar mikirin karyawan, bisnis, gimana caranya bisa sustain. Karena kalau enggak sustain karyawan juga otomatis enggak bisa kita selamatkan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Belum lagi saat kelak pandemi Covid-19 berakhir, Prilly juga harus memperkirakan seberapa lama bisnisnya bisa bangkit lagi.

Baca Juga: Bantu Bisnisnya di Tengah Pandemi, Prilly Latuconsina Bagikan Makan Siang ke Ojek Online

&amp;ldquo;Bukan how we can survive, tapi how we can sustain after. Gimana kalau ini selesai, bisa bangkit lagi enggak ini,&amp;rdquo; kata wanita 23 tahun.

Diakui Prilly, dirinya mulai stres karena tidak bisa berbuat apa-apa. Keterbatasan akses membuatnya tidak bisa membahas secara langsung detil permasalahan unit bisnis sehingga belum menemukan solusi terbaik.

&amp;ldquo;Jadi di rumah ini otak mau meledak. Mikir tetap, kerja tetap, tapi enggak bisa lakuin apa-apa. Enggak bisa brainstorming, enggak bisa meeting, jadi tetap di rumah tapi stres mikirin orang dan semua yang dijalanin,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Lesunya perputaran roda bisnis selama pandemi Covid-19 ikut dialami Prilly Latuconsina. Sebagai pebisnis, Prilly turut pusing memikirkan nasib kelanjutan usaha beserta karyawannya.

&amp;ldquo;Aduh, karena yang aku pikirin bukan aku bisa makan apa besok, tapi aku bisa kasih makan enggak buat orang yang kerja sama aku,&amp;rdquo; ungkap sang aktris.

&amp;ldquo;Enggak mikirin diri sendiri lagi, benar-benar mikirin karyawan, bisnis, gimana caranya bisa sustain. Karena kalau enggak sustain karyawan juga otomatis enggak bisa kita selamatkan,&amp;rdquo; lanjutnya.

Belum lagi saat kelak pandemi Covid-19 berakhir, Prilly juga harus memperkirakan seberapa lama bisnisnya bisa bangkit lagi.

Baca Juga: Bantu Bisnisnya di Tengah Pandemi, Prilly Latuconsina Bagikan Makan Siang ke Ojek Online

&amp;ldquo;Bukan how we can survive, tapi how we can sustain after. Gimana kalau ini selesai, bisa bangkit lagi enggak ini,&amp;rdquo; kata wanita 23 tahun.

Diakui Prilly, dirinya mulai stres karena tidak bisa berbuat apa-apa. Keterbatasan akses membuatnya tidak bisa membahas secara langsung detil permasalahan unit bisnis sehingga belum menemukan solusi terbaik.

&amp;ldquo;Jadi di rumah ini otak mau meledak. Mikir tetap, kerja tetap, tapi enggak bisa lakuin apa-apa. Enggak bisa brainstorming, enggak bisa meeting, jadi tetap di rumah tapi stres mikirin orang dan semua yang dijalanin,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
