<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dituding Pengangguran, Rina Nose Bela Suami</title><description>Rina Nose menjawab tudingan masyarakat soal suaminya, Josscy Vallazza Aartsen yang dianggap pengangguran.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200302/dituding-pengangguran-rina-nose-bela-suami</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200302/dituding-pengangguran-rina-nose-bela-suami"/><item><title>Dituding Pengangguran, Rina Nose Bela Suami</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200302/dituding-pengangguran-rina-nose-bela-suami</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/04/16/33/2200302/dituding-pengangguran-rina-nose-bela-suami</guid><pubDate>Kamis 16 April 2020 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Adiyoga Priambodo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/04/16/33/2200302/dituding-pengangguran-rina-nose-bela-suami-oh7DFCo4BS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rina Nose (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/04/16/33/2200302/dituding-pengangguran-rina-nose-bela-suami-oh7DFCo4BS.jpg</image><title>Rina Nose (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Rina Nose menjawab tudingan masyarakat soal suaminya, Josscy Vallazza Aartsen yang dianggap pengangguran. Menurut Rina, tidak penting membahas apa yang selama ini dikerjakan suaminya.

&amp;ldquo;Enggak perlu dijawab juga, mau punya bisnis, mau bekerja apa, ya sudah,&amp;rdquo; ujar dia di kawasan Tendean, Jakarta.

Rina dalam lanjutannya menilai, publik tidak bisa asal menganggap orang yang hanya berada di rumah sebagai pengangguran.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Nikmati Masa PSBB, Rina Nose: Sudah Biasa di Rumah

&amp;ldquo;Sekarang kan work from home, semua orang di rumah tapi mereka bekerja. Jadi orang-orang yang di rumah itu bukan berarti, &amp;lsquo;Oh, pengangguran&amp;rsquo;. Pengangguran apa sih?,&amp;rdquo; kata wanita 36 tahun.

Apalagi menurut versi Rina Nose, suaminya masih menghasilkan karya meski lebih sering di rumah. Hal itu jauh dari definisi pengangguran di mata sang komedian.

&amp;ldquo;Kalau kita tanya, pengangguran apa coba?. Karena lo leha leha, enggak ngapa-ngapain, rebahan terus enggak menghasilkan karya, enggak menghasilkan apa. Tapi kalau orang-orang yang diam di rumah tapi mereka punya ide banyak, menghasilkan karya, meskipun secara fisik mereka nganggur, tapi otaknya bekerja,&amp;rdquo; jelas Rina.

&amp;ldquo;Jadi ya sudah, enggak perlu ada stigma-stigma negatif orang-orang yang diam di rumah,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Rina Nose menjawab tudingan masyarakat soal suaminya, Josscy Vallazza Aartsen yang dianggap pengangguran. Menurut Rina, tidak penting membahas apa yang selama ini dikerjakan suaminya.

&amp;ldquo;Enggak perlu dijawab juga, mau punya bisnis, mau bekerja apa, ya sudah,&amp;rdquo; ujar dia di kawasan Tendean, Jakarta.

Rina dalam lanjutannya menilai, publik tidak bisa asal menganggap orang yang hanya berada di rumah sebagai pengangguran.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Nikmati Masa PSBB, Rina Nose: Sudah Biasa di Rumah

&amp;ldquo;Sekarang kan work from home, semua orang di rumah tapi mereka bekerja. Jadi orang-orang yang di rumah itu bukan berarti, &amp;lsquo;Oh, pengangguran&amp;rsquo;. Pengangguran apa sih?,&amp;rdquo; kata wanita 36 tahun.

Apalagi menurut versi Rina Nose, suaminya masih menghasilkan karya meski lebih sering di rumah. Hal itu jauh dari definisi pengangguran di mata sang komedian.

&amp;ldquo;Kalau kita tanya, pengangguran apa coba?. Karena lo leha leha, enggak ngapa-ngapain, rebahan terus enggak menghasilkan karya, enggak menghasilkan apa. Tapi kalau orang-orang yang diam di rumah tapi mereka punya ide banyak, menghasilkan karya, meskipun secara fisik mereka nganggur, tapi otaknya bekerja,&amp;rdquo; jelas Rina.

&amp;ldquo;Jadi ya sudah, enggak perlu ada stigma-stigma negatif orang-orang yang diam di rumah,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
