<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lirik Lagu Sikap Duniawi dari Isyana Saraswati</title><description>Berikut lirik lagu Sikap Duniawi dari Isyana Saraswati.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/02/13/205/2168158/lirik-lagu-sikap-duniawi-dari-isyana-saraswati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2020/02/13/205/2168158/lirik-lagu-sikap-duniawi-dari-isyana-saraswati"/><item><title>Lirik Lagu Sikap Duniawi dari Isyana Saraswati</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2020/02/13/205/2168158/lirik-lagu-sikap-duniawi-dari-isyana-saraswati</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2020/02/13/205/2168158/lirik-lagu-sikap-duniawi-dari-isyana-saraswati</guid><pubDate>Jum'at 14 Februari 2020 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2020/02/13/205/2168158/lirik-lagu-sikap-duniawi-dari-isyana-saraswati-WE2NbeNSEc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Isyana Sarasvati (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2020/02/13/205/2168158/lirik-lagu-sikap-duniawi-dari-isyana-saraswati-WE2NbeNSEc.jpg</image><title>Isyana Sarasvati (Foto: Okezone)</title></images><description>Dengarlah wahai kawan-kawanku
Kini warna yang kelam hangus
Aku tahu kamu kan bertamu
Selamat datang padaku yang baru
&amp;nbsp;
Di kala dia berteman, aku sibuk membisu
Di kala dia tertawa, aku berfikir masa depan
&amp;nbsp;
Hidup hanya sekali saja
Mungkin lagi tapi wujud berbeda
Maka jangan hiraukan kesempatan
Tutup telinga dari kata menyakitkan
Ah-ah-ah-ah
&amp;nbsp;
Bukalah matamu
Indahnya langit biru
Ah! Yang lalu biar berlalu
Peganglah ketua mimpimu yang baru
&amp;nbsp;
Dengarlah wahai kawan-kawanku
Kini warna yang kelam hangus
Aku tahu kamu kan bertamu
S'lamat datang padaku yang baru
&amp;nbsp;
Di kala dia menghasut, telan jadi ramuan
Lambat laun dia runtuh
S'makin aku jadi panutan
&amp;nbsp;
Hidup hanya sekali saja
Mungkin lagi tapi wujud berbeda
Maka jangan hiraukan kesempatan
Tutup telinga dari kata menyakitkan
Ah-ah-ah-ah
&amp;nbsp;
Bukalah matamu
Indahnya langit biru
Ah! Yang lalu biar berlalu
Peganglah ketua mimpimu yang baru
&amp;nbsp;
Bukalah matamu
Indahnya langit biru
Ah! Yang lalu biar berlalu
Peganglah ketua mimpimu yang baru
&amp;nbsp;
Renungkanlah
Mengapa kamu begitu membenci
Jangan rusak mimpi-mimpimu
Karna sikap duniawimu</description><content:encoded>Dengarlah wahai kawan-kawanku
Kini warna yang kelam hangus
Aku tahu kamu kan bertamu
Selamat datang padaku yang baru
&amp;nbsp;
Di kala dia berteman, aku sibuk membisu
Di kala dia tertawa, aku berfikir masa depan
&amp;nbsp;
Hidup hanya sekali saja
Mungkin lagi tapi wujud berbeda
Maka jangan hiraukan kesempatan
Tutup telinga dari kata menyakitkan
Ah-ah-ah-ah
&amp;nbsp;
Bukalah matamu
Indahnya langit biru
Ah! Yang lalu biar berlalu
Peganglah ketua mimpimu yang baru
&amp;nbsp;
Dengarlah wahai kawan-kawanku
Kini warna yang kelam hangus
Aku tahu kamu kan bertamu
S'lamat datang padaku yang baru
&amp;nbsp;
Di kala dia menghasut, telan jadi ramuan
Lambat laun dia runtuh
S'makin aku jadi panutan
&amp;nbsp;
Hidup hanya sekali saja
Mungkin lagi tapi wujud berbeda
Maka jangan hiraukan kesempatan
Tutup telinga dari kata menyakitkan
Ah-ah-ah-ah
&amp;nbsp;
Bukalah matamu
Indahnya langit biru
Ah! Yang lalu biar berlalu
Peganglah ketua mimpimu yang baru
&amp;nbsp;
Bukalah matamu
Indahnya langit biru
Ah! Yang lalu biar berlalu
Peganglah ketua mimpimu yang baru
&amp;nbsp;
Renungkanlah
Mengapa kamu begitu membenci
Jangan rusak mimpi-mimpimu
Karna sikap duniawimu</content:encoded></item></channel></rss>
