<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>S Bagio, sang Pelawak Latah nan Edukatif</title><description>S Bagio dikenal karena lawakannya yang cerdas dan edukatif.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/12/07/33/2139241/s-bagio-sang-pelawak-latah-nan-edukatif</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/12/07/33/2139241/s-bagio-sang-pelawak-latah-nan-edukatif"/><item><title>S Bagio, sang Pelawak Latah nan Edukatif</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/12/07/33/2139241/s-bagio-sang-pelawak-latah-nan-edukatif</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/12/07/33/2139241/s-bagio-sang-pelawak-latah-nan-edukatif</guid><pubDate>Minggu 08 Desember 2019 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Lintang Tribuana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/07/33/2139241/s-bagio-sang-pelawak-latah-nan-edukatif-3sd4gxD46k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">S Bagio. (Foto: YouTube/Falcon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/07/33/2139241/s-bagio-sang-pelawak-latah-nan-edukatif-3sd4gxD46k.jpg</image><title>S Bagio. (Foto: YouTube/Falcon)</title></images><description>JAKARTA - Namanya sempat begitu populer di era &amp;lsquo;70-an bersanding dengan Benyamin Sueb dan Bing Slamet. Namun, S. Bagio sukses mencuri perhatian lewat tampilan mungil dan kebiasaan latahnya.
Kecintaan Bagio terhadap dunia lawak sudah muncul sejak masih mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kala itu ia hampir memenangkan semua lomba lawak yang diikutinya.
&amp;nbsp;
Demi fokus mengejar impian sebagai pelawak, Bagio bahkan rela meninggalkan pendidikannya. Dia mulai serius membentuk kelompok lawak EBI, bersama Eddy Sud dan Iskak.
Bersama kedua pelawak itu, S. Bagio berhasil bermain dalam film Gaja Remaja pada tahun 1960. Beberapa tahun berjalan, kelompok lawak tersebut terus mengalami bongkar pasang. Sampai akhirnya Bagio membentuk grup Bagio CS bersama Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.metube.id/embed/11178736?type=video&amp;amp;autoplay=true&amp;amp;mute=true&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Ambisi Cahyono Hidupkan Lagi Jayakarta Group&amp;nbsp;







Sejak itulah, nama Bagio terus melambung dan mampu bertahan selama puluhan tahun. Di tengah maraknya kemunculan pelawak yang menjual kekonyolan dan seks, Bagio justru konsisten mempertahankan materi lawak yang cerdas.

Baginya, lawak bukan sekadar menghibur orang, tapi juga harus menonjolkan pesan informatif dan mendidik untuk para penontonnya. Karena itu, dia terkadang menyesuaikan materi lawakannya dengan isu sosial atau program pemerintah.Bintang&amp;nbsp;Mat Dower&amp;nbsp;itu pernah menyelipkan soal program wajib belajar dan keluarga berencana dalam materi lawakannya. Dedikasinya dalam menghadirkan lawakan edukatif bagi penonton pun mengantarkannya meraih penghargaan Best Indonesian Clown (Gold Gufo) pada 1982, penghargaan dari aktor film Italia, Franco Nero.
&amp;nbsp;
Meski sudah tiada pada 1993, penampilan S Bagio masih bisa disaksikan melalui deretan film yang dibintanginya.&amp;nbsp;Detektip Dangdut,&amp;nbsp;Lompang Sagu,&amp;nbsp;Buah Bibir,&amp;nbsp;Ateng Pendekar Aneh, dan&amp;nbsp;Pulau Putri&amp;nbsp;adalah beberapa di antaranya.*
Baca juga:&amp;nbsp;Nathalie Holscher Bongkar Bukti CCTV Pemukulan oleh Gathan

</description><content:encoded>JAKARTA - Namanya sempat begitu populer di era &amp;lsquo;70-an bersanding dengan Benyamin Sueb dan Bing Slamet. Namun, S. Bagio sukses mencuri perhatian lewat tampilan mungil dan kebiasaan latahnya.
Kecintaan Bagio terhadap dunia lawak sudah muncul sejak masih mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kala itu ia hampir memenangkan semua lomba lawak yang diikutinya.
&amp;nbsp;
Demi fokus mengejar impian sebagai pelawak, Bagio bahkan rela meninggalkan pendidikannya. Dia mulai serius membentuk kelompok lawak EBI, bersama Eddy Sud dan Iskak.
Bersama kedua pelawak itu, S. Bagio berhasil bermain dalam film Gaja Remaja pada tahun 1960. Beberapa tahun berjalan, kelompok lawak tersebut terus mengalami bongkar pasang. Sampai akhirnya Bagio membentuk grup Bagio CS bersama Darto Helm, Diran, dan Sol Saleh.
&amp;lt;iframe src=&quot;https://www.metube.id/embed/11178736?type=video&amp;amp;autoplay=true&amp;amp;mute=true&quot; width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Ambisi Cahyono Hidupkan Lagi Jayakarta Group&amp;nbsp;







Sejak itulah, nama Bagio terus melambung dan mampu bertahan selama puluhan tahun. Di tengah maraknya kemunculan pelawak yang menjual kekonyolan dan seks, Bagio justru konsisten mempertahankan materi lawak yang cerdas.

Baginya, lawak bukan sekadar menghibur orang, tapi juga harus menonjolkan pesan informatif dan mendidik untuk para penontonnya. Karena itu, dia terkadang menyesuaikan materi lawakannya dengan isu sosial atau program pemerintah.Bintang&amp;nbsp;Mat Dower&amp;nbsp;itu pernah menyelipkan soal program wajib belajar dan keluarga berencana dalam materi lawakannya. Dedikasinya dalam menghadirkan lawakan edukatif bagi penonton pun mengantarkannya meraih penghargaan Best Indonesian Clown (Gold Gufo) pada 1982, penghargaan dari aktor film Italia, Franco Nero.
&amp;nbsp;
Meski sudah tiada pada 1993, penampilan S Bagio masih bisa disaksikan melalui deretan film yang dibintanginya.&amp;nbsp;Detektip Dangdut,&amp;nbsp;Lompang Sagu,&amp;nbsp;Buah Bibir,&amp;nbsp;Ateng Pendekar Aneh, dan&amp;nbsp;Pulau Putri&amp;nbsp;adalah beberapa di antaranya.*
Baca juga:&amp;nbsp;Nathalie Holscher Bongkar Bukti CCTV Pemukulan oleh Gathan

</content:encoded></item></channel></rss>
