<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Avengers hingga Black Panther, Ini 5 Film Terbaik Marvel</title><description>Film-film Marvel atau lebih tepatnya Marvel Cinematic Universe sedang menjadi topik perbincangan</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/11/15/206/2130430/avengers-hingga-black-panther-ini-5-film-terbaik-marvel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/11/15/206/2130430/avengers-hingga-black-panther-ini-5-film-terbaik-marvel"/><item><title>Avengers hingga Black Panther, Ini 5 Film Terbaik Marvel</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/11/15/206/2130430/avengers-hingga-black-panther-ini-5-film-terbaik-marvel</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/11/15/206/2130430/avengers-hingga-black-panther-ini-5-film-terbaik-marvel</guid><pubDate>Minggu 17 November 2019 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/15/206/2130430/avengers-hingga-black-panther-ini-5-film-terbaik-marvel-8dSoEB5yL0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Avengers (Foto: Youtube Marvel Cinematic Universe)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/15/206/2130430/avengers-hingga-black-panther-ini-5-film-terbaik-marvel-8dSoEB5yL0.jpg</image><title>Avengers (Foto: Youtube Marvel Cinematic Universe)</title></images><description>JAKARTA - Film-film Marvel atau lebih tepatnya Marvel Cinematic Universe sedang menjadi topik perbincangan hangat dalam satu bulan terakhir. Semuanya bermula dari komentar pedas Martin Scorsese yang mengatakan bahwa film-film Marvel bukan sebuah karya sinematik melainkan taman bermain.

Tak terima dengan omongan itu, beberapa petinggi hingga para pemain film Marvel pun angkat bicara. Scorsese lantas meralat ucapannya dan berkata bahwa maksud dari komentarnya saat itu adalah film-film Marvel adalah sebuah bentuk seni yang baru.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Martin Scorsese Klarifikasi Ulang Pernyataan Terkait Film Marvel

Sutradara berusia 76 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya memiliki kekhawatiran film-film kecil tidak bisa berkembang di bioskop lantaran adanya dominasi dari film-film Marvel.

Terlepas dari siapa yang benar atau siapa yang salah, film-film Marvel nyatanya memang sukses di pasaran. Konsep dunia sinematik bahkan membuat Marvel dalam satu dekade terakhir lebih unggul dari rival abadinya, DC.

Marvel sendiri kabarnya memiliki ribuan karakter dari komiknya. Namun karena beberapa kendala hak cipta, film-film Marvel pun terpecah.


Berikut ini Okezone telah merangkum 5 film terbaik dari Marvel versi Rotten Tomatoes:


Black Panther
&amp;nbsp;
Butuh satu dekade untuk Marvel hingga akhirnya mengangkat sosok non-kulit putih untuk menjadi bintang utama di dalam filmnya. Namun ketika saat itu tiba, Marvel benar-benar menciptakan sebuah sejarah besar.

Black Panther yang disutradarai oleh Ryan Coogler dan dibintangi oleh Chadwick Boseman adalah sebuah paket lengkap. Coogler berhasil menampilkan dunia Wakanda yang memukau, lengkap dengan plot cerita yang menarik.

Salah satu keunggulan dari Black Panther adalah kehadiran antagonis bernama Erik Killmonger yang diperankan oleh Michael B. Jordan. Killmonger seolah memperbaiki kekurangan Marvel selama ini dalam masalah menghadirkan sosok penjahatnya. Meski tak lama setelah itu, Thanos berhasil menggeser Killmonger dengan segala kelebihannya sebagai seorang penjahat.

Killmonger memiliki sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan penjahat-penjahat Marvel sebelumnya. Ia mempunyai hubungan personal tersendiri dengan sosok protagonis sehingga motif kejahatannya sangat bisa dimengerti dan metode yang dipilihnya pun tidak perlu dipertanyakan. Satu yang pasti, Killmonger benar-benar menjadi penjahat yang menjadi ancaman bagi T&amp;rsquo;Challa.Spider-Man: Into the Spider-Verse
&amp;nbsp;
Tak bisa dipungkiri, Spider-Man: Into the Spider-Verse menjadi karya animasi terbaik di tahun 2018. Ketika semua orang mulai meragukan kemampuan Sony membuat film Spidey, datanglah film animasi ini.

Shameik Moore berhasil menampilkan Peter Parker yang charming, canggung, sekaligus rapuh lewat tokoh Miles Morales. Kekuatan utama dari film Spider-Man ini tentu saja dari gaya animasinya yang unik dan berbeda.

Semua adegan dalam film ini berhasil mencuri perhatian. Tak hanya itu saja, plot cerita yang menggabungkan semua Spider-Man yang ada di dunia terasa lembut dan tak dipaksakan. Wajar saja jika pada akhirnya film ini berhasil meraih Piala Oscar.


Avengers: Endgame
&amp;nbsp;
Marvel Cinematic Universe Phase 3 ditutup dengan manis lewat film Avengers: Endgame. Cerita yang telah dibangun selama satu dekade berakhir di film ini. Endgame pun sukses besar di pasaran dengan menjadi film terlaris sepanjang masa mengalahkan Avatar.

Keunggulan dari film garapan Anthony dan Joe Russo ini terletak pada interkoneksi setiap karakter yang dimulai dari film Iron-Man di tahun 2008.

Sebagai film secara keseluruhan, Avengers: Endgame berhasil memuaskan hasrat para penggemar dengan plot ceritanya. Semua karakter dikumpulkan demi melawan musuh utama, Thanos. Walaupun film ini menyisakan banyak pertanyaan, secara garis besar Marvel telah membuktikan diri mereka sangat berkomitmen membuat jalan cerita yang baik lewat film-filmnya.
Thor: Ragnarok
&amp;nbsp;
Film-film solo Thor biasanya tak pernah mendapatkan apresiasi lebih dari para penggemar. Semua berubah ketika Taika Waititi dipercaya menulis dan menyutradarai film ketiga Thor, Ragnarok.

Petualangan dunia ruang angkasa yang dibawa oleh Thor sejak awal sukses digambarkan dengan baik oleh Waititi. Pendekatan surealis yang dipadukan dengan mitologi Norse dan peperangan alien dirasa sangat pas. Sebagai perbandingan, Kenneth Branagh menciptakan film pertamanya dengan lebih seperti sebuah drama Shakespeare yang lurus. Sementara itu Alan Taylor membawa film keduanya menjadi lebih biasa saja tanpa ada sesuatu yang mengejutkan.

Taika Waititi juga dinilai sukses menyuntikkan unsur komedi ke dalam tema utama cerita yang berpusat pada kehancuran Planet Asgard. Entah mengapa namun Thor versi Waititi, yang lebih mengandalkan komedi, terasa segar dan tak pernah membosankan.


Logan
&amp;nbsp;
Tak usah mempertanyakan mengapa film Logan garapan James Mangold menjadi satu-satunya film comicbook yang berhasil masuk nominasi Oscar dalam kategori Best Adapted Screenplay. Film ini memiliki cerita yang dibangun secara kuat dari skenarionya.

Tema, motif, dan struktur ceritanya dibuat klasik layaknya film-film Western. Mangold juga membawa film ini ke ranah R-Rated, yang jarang dilakukan oleh film-film X-Men lainnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xMS82LzExODg2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Logan juga menjadi sebuah film perpisahan terbaik dari Hugh Jackman sebagai Wolverine. Setelah memerankan tokoh ini selama hampir dua dekade, Jackman rasanya tak perlu kembali menjadi mutan bertaring. Logan adalah film Marvel yang memiliki akhir paling tragis namun paling mengesankan.

</description><content:encoded>JAKARTA - Film-film Marvel atau lebih tepatnya Marvel Cinematic Universe sedang menjadi topik perbincangan hangat dalam satu bulan terakhir. Semuanya bermula dari komentar pedas Martin Scorsese yang mengatakan bahwa film-film Marvel bukan sebuah karya sinematik melainkan taman bermain.

Tak terima dengan omongan itu, beberapa petinggi hingga para pemain film Marvel pun angkat bicara. Scorsese lantas meralat ucapannya dan berkata bahwa maksud dari komentarnya saat itu adalah film-film Marvel adalah sebuah bentuk seni yang baru.
&amp;nbsp;
Baca Juga: Martin Scorsese Klarifikasi Ulang Pernyataan Terkait Film Marvel

Sutradara berusia 76 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya memiliki kekhawatiran film-film kecil tidak bisa berkembang di bioskop lantaran adanya dominasi dari film-film Marvel.

Terlepas dari siapa yang benar atau siapa yang salah, film-film Marvel nyatanya memang sukses di pasaran. Konsep dunia sinematik bahkan membuat Marvel dalam satu dekade terakhir lebih unggul dari rival abadinya, DC.

Marvel sendiri kabarnya memiliki ribuan karakter dari komiknya. Namun karena beberapa kendala hak cipta, film-film Marvel pun terpecah.


Berikut ini Okezone telah merangkum 5 film terbaik dari Marvel versi Rotten Tomatoes:


Black Panther
&amp;nbsp;
Butuh satu dekade untuk Marvel hingga akhirnya mengangkat sosok non-kulit putih untuk menjadi bintang utama di dalam filmnya. Namun ketika saat itu tiba, Marvel benar-benar menciptakan sebuah sejarah besar.

Black Panther yang disutradarai oleh Ryan Coogler dan dibintangi oleh Chadwick Boseman adalah sebuah paket lengkap. Coogler berhasil menampilkan dunia Wakanda yang memukau, lengkap dengan plot cerita yang menarik.

Salah satu keunggulan dari Black Panther adalah kehadiran antagonis bernama Erik Killmonger yang diperankan oleh Michael B. Jordan. Killmonger seolah memperbaiki kekurangan Marvel selama ini dalam masalah menghadirkan sosok penjahatnya. Meski tak lama setelah itu, Thanos berhasil menggeser Killmonger dengan segala kelebihannya sebagai seorang penjahat.

Killmonger memiliki sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan penjahat-penjahat Marvel sebelumnya. Ia mempunyai hubungan personal tersendiri dengan sosok protagonis sehingga motif kejahatannya sangat bisa dimengerti dan metode yang dipilihnya pun tidak perlu dipertanyakan. Satu yang pasti, Killmonger benar-benar menjadi penjahat yang menjadi ancaman bagi T&amp;rsquo;Challa.Spider-Man: Into the Spider-Verse
&amp;nbsp;
Tak bisa dipungkiri, Spider-Man: Into the Spider-Verse menjadi karya animasi terbaik di tahun 2018. Ketika semua orang mulai meragukan kemampuan Sony membuat film Spidey, datanglah film animasi ini.

Shameik Moore berhasil menampilkan Peter Parker yang charming, canggung, sekaligus rapuh lewat tokoh Miles Morales. Kekuatan utama dari film Spider-Man ini tentu saja dari gaya animasinya yang unik dan berbeda.

Semua adegan dalam film ini berhasil mencuri perhatian. Tak hanya itu saja, plot cerita yang menggabungkan semua Spider-Man yang ada di dunia terasa lembut dan tak dipaksakan. Wajar saja jika pada akhirnya film ini berhasil meraih Piala Oscar.


Avengers: Endgame
&amp;nbsp;
Marvel Cinematic Universe Phase 3 ditutup dengan manis lewat film Avengers: Endgame. Cerita yang telah dibangun selama satu dekade berakhir di film ini. Endgame pun sukses besar di pasaran dengan menjadi film terlaris sepanjang masa mengalahkan Avatar.

Keunggulan dari film garapan Anthony dan Joe Russo ini terletak pada interkoneksi setiap karakter yang dimulai dari film Iron-Man di tahun 2008.

Sebagai film secara keseluruhan, Avengers: Endgame berhasil memuaskan hasrat para penggemar dengan plot ceritanya. Semua karakter dikumpulkan demi melawan musuh utama, Thanos. Walaupun film ini menyisakan banyak pertanyaan, secara garis besar Marvel telah membuktikan diri mereka sangat berkomitmen membuat jalan cerita yang baik lewat film-filmnya.
Thor: Ragnarok
&amp;nbsp;
Film-film solo Thor biasanya tak pernah mendapatkan apresiasi lebih dari para penggemar. Semua berubah ketika Taika Waititi dipercaya menulis dan menyutradarai film ketiga Thor, Ragnarok.

Petualangan dunia ruang angkasa yang dibawa oleh Thor sejak awal sukses digambarkan dengan baik oleh Waititi. Pendekatan surealis yang dipadukan dengan mitologi Norse dan peperangan alien dirasa sangat pas. Sebagai perbandingan, Kenneth Branagh menciptakan film pertamanya dengan lebih seperti sebuah drama Shakespeare yang lurus. Sementara itu Alan Taylor membawa film keduanya menjadi lebih biasa saja tanpa ada sesuatu yang mengejutkan.

Taika Waititi juga dinilai sukses menyuntikkan unsur komedi ke dalam tema utama cerita yang berpusat pada kehancuran Planet Asgard. Entah mengapa namun Thor versi Waititi, yang lebih mengandalkan komedi, terasa segar dan tak pernah membosankan.


Logan
&amp;nbsp;
Tak usah mempertanyakan mengapa film Logan garapan James Mangold menjadi satu-satunya film comicbook yang berhasil masuk nominasi Oscar dalam kategori Best Adapted Screenplay. Film ini memiliki cerita yang dibangun secara kuat dari skenarionya.

Tema, motif, dan struktur ceritanya dibuat klasik layaknya film-film Western. Mangold juga membawa film ini ke ranah R-Rated, yang jarang dilakukan oleh film-film X-Men lainnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wMy8xMS82LzExODg2My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Logan juga menjadi sebuah film perpisahan terbaik dari Hugh Jackman sebagai Wolverine. Setelah memerankan tokoh ini selama hampir dua dekade, Jackman rasanya tak perlu kembali menjadi mutan bertaring. Logan adalah film Marvel yang memiliki akhir paling tragis namun paling mengesankan.

</content:encoded></item></channel></rss>
