<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyesalan Tak Berujung Mark David Chapman, Pembunuh John Lennon</title><description>Nama Mark David Chapman tentunya sangat dikenal oleh para penggemar setia The Beatles.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/10/05/33/2113385/penyesalan-tak-berujung-mark-david-chapman-pembunuh-john-lennon</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/10/05/33/2113385/penyesalan-tak-berujung-mark-david-chapman-pembunuh-john-lennon"/><item><title>Penyesalan Tak Berujung Mark David Chapman, Pembunuh John Lennon</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/10/05/33/2113385/penyesalan-tak-berujung-mark-david-chapman-pembunuh-john-lennon</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/10/05/33/2113385/penyesalan-tak-berujung-mark-david-chapman-pembunuh-john-lennon</guid><pubDate>Minggu 06 Oktober 2019 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/05/33/2113385/penyesalan-tak-berujung-mark-david-chapman-pembunuh-john-lennon-QOIpAPOKTL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">John Lennon (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/05/33/2113385/penyesalan-tak-berujung-mark-david-chapman-pembunuh-john-lennon-QOIpAPOKTL.jpg</image><title>John Lennon (Foto: Reuters)</title></images><description>LOS ANGELES - Nama Mark David Chapman tentunya sangat dikenal oleh para penggemar setia The Beatles. Ia adalah sosok yang mengakhiri hidup John Lennon, di luar apartemennya di kawasan Manhattan pada tahun 1980.

Kasus pembunuhan John Lennon termasuk sebagai salah satu contoh dari buruknya fanatisme. Menggilai sesuatu dengan kadar berlebihan memang tidak baik dan sebaiknya dihindarkan.

Baca Juga:
Pembunuh John Lennon Baru Menyesal Setelah 20 Tahun di Penjara
Album Terbaik John Lennon Berisi 140 Lagu Akan Dirilis Bulan Depan



Chapman juga seorang fans The Beatles, namun ia sangat terobsesi untuk membunuh John Lennon pada saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, Mark David Chapman mengaku malu atas apa yang sudah ia perbuat. Perasaan malu itu terus bertambah setiap tahunnya ketika mendekam di Lapas Wende, New York.

&quot;Tiga puluh tahun yang lalu aku tidak bisa mengatakan aku merasa malu. Dan sekarang aku tahu seperti apa rasa malu itu,&quot; kata Chapman seperti dikutip dari CBS.

&quot;Malu adalah ketika Anda menutupi wajah Anda dan Anda tidak menginginkan apa-apa lagi,&quot; lanjutnya.

Dalam sidang dengar pembebasan bersyarat, Chapman divonis hukuman 20  tahun penjara. Ia sudah 10 kali mengajukan pembebasan namun selalu  ditolak oleh majelis hakim.

Dalam keputusannya, majelis hakim mengatakan bahwa membebaskan  Chapman akan menjadi sebuah kejahatan serius. Selain itu publik juga  menjadi perhatian umum karena dikhawatirkan akan terjadi pembunuhan  dengan motivasi serupa kepada Chapman.

Baca Juga:
Unggah Foto hanya Gunakan Bra, Agnez Mo: Akun Ini Milik Saya!
Vanessa Angel Kenakan Bikini di Kolam Renang, Netizen: Astagfirullah

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/HYH3dgKgTuA&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Hal itu bukan mustahil terjadi.  Chapman telah mengakhiri nyawa sang idola.

Jika ia dibebaskan, ada kemungkinan penggemar The Beatles lain yang  berusaha membunuh Chapman dengan motivasi membalas dendam. Atau mungkin  di luar sana ada orang yang mengidolakan Chapman karena berhasil  membunuh bintang sekelas John Lennon.

Semuanya sangat mungkin terjadi.  Tapi satu hal yang pasti, fanatisme merupakan hal berbahaya yang harus  dikendalikan baik oleh penggemar maupun idolanya.</description><content:encoded>LOS ANGELES - Nama Mark David Chapman tentunya sangat dikenal oleh para penggemar setia The Beatles. Ia adalah sosok yang mengakhiri hidup John Lennon, di luar apartemennya di kawasan Manhattan pada tahun 1980.

Kasus pembunuhan John Lennon termasuk sebagai salah satu contoh dari buruknya fanatisme. Menggilai sesuatu dengan kadar berlebihan memang tidak baik dan sebaiknya dihindarkan.

Baca Juga:
Pembunuh John Lennon Baru Menyesal Setelah 20 Tahun di Penjara
Album Terbaik John Lennon Berisi 140 Lagu Akan Dirilis Bulan Depan



Chapman juga seorang fans The Beatles, namun ia sangat terobsesi untuk membunuh John Lennon pada saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, Mark David Chapman mengaku malu atas apa yang sudah ia perbuat. Perasaan malu itu terus bertambah setiap tahunnya ketika mendekam di Lapas Wende, New York.

&quot;Tiga puluh tahun yang lalu aku tidak bisa mengatakan aku merasa malu. Dan sekarang aku tahu seperti apa rasa malu itu,&quot; kata Chapman seperti dikutip dari CBS.

&quot;Malu adalah ketika Anda menutupi wajah Anda dan Anda tidak menginginkan apa-apa lagi,&quot; lanjutnya.

Dalam sidang dengar pembebasan bersyarat, Chapman divonis hukuman 20  tahun penjara. Ia sudah 10 kali mengajukan pembebasan namun selalu  ditolak oleh majelis hakim.

Dalam keputusannya, majelis hakim mengatakan bahwa membebaskan  Chapman akan menjadi sebuah kejahatan serius. Selain itu publik juga  menjadi perhatian umum karena dikhawatirkan akan terjadi pembunuhan  dengan motivasi serupa kepada Chapman.

Baca Juga:
Unggah Foto hanya Gunakan Bra, Agnez Mo: Akun Ini Milik Saya!
Vanessa Angel Kenakan Bikini di Kolam Renang, Netizen: Astagfirullah

&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/HYH3dgKgTuA&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

Hal itu bukan mustahil terjadi.  Chapman telah mengakhiri nyawa sang idola.

Jika ia dibebaskan, ada kemungkinan penggemar The Beatles lain yang  berusaha membunuh Chapman dengan motivasi membalas dendam. Atau mungkin  di luar sana ada orang yang mengidolakan Chapman karena berhasil  membunuh bintang sekelas John Lennon.

Semuanya sangat mungkin terjadi.  Tapi satu hal yang pasti, fanatisme merupakan hal berbahaya yang harus  dikendalikan baik oleh penggemar maupun idolanya.</content:encoded></item></channel></rss>
