<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lukman Sardi Bingung Film Spongebob Squarepants Ditegur KPI</title><description>Teguran KPI untuk Spongebob Squarepants ini menuai banyak pro dan kontra di masyarakat.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108417/lukman-sardi-bingung-film-spongebob-squarepants-ditegur-kpi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108417/lukman-sardi-bingung-film-spongebob-squarepants-ditegur-kpi"/><item><title>Lukman Sardi Bingung Film Spongebob Squarepants Ditegur KPI</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108417/lukman-sardi-bingung-film-spongebob-squarepants-ditegur-kpi</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108417/lukman-sardi-bingung-film-spongebob-squarepants-ditegur-kpi</guid><pubDate>Senin 23 September 2019 22:14 WIB</pubDate><dc:creator>Ady Prawira Riandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/206/2108417/lukman-sardi-bingung-film-spongebob-squarepants-ditegur-kpi-5jgv59W5XQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lukman Sardi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/206/2108417/lukman-sardi-bingung-film-spongebob-squarepants-ditegur-kpi-5jgv59W5XQ.jpg</image><title>Lukman Sardi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Belum lama ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur beberapa program televisi, termasuk salah satunya adalah film Spongebob Squarepants. Teguran KPI ini menuai banyak pro dan kontra di masyarakat.
Baca Juga: BCL dan Suami Pamer Foto Ciuman, Warganet Salfok pada Aming
Lukman Sardi, pelaku di industri hiburan baik film dan televisi, mengaku bingung mengapa film kartun seperti Spongebob Squarepants mendapatkan teguran. Padahal Spongebob sudah mewarnai dunia layar kaca Indonesia sejak lama.

&quot;Itu juga saya bingung, itu ada dari dulu Spongebob. Spongebob bukan baru muncul sekarang ya kan,&quot; kata Lukman saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019).

Lukman Sardi menyarankan agar KPI lebih jelas dalam memberikan sebuah teguran. Jika pun harus ada teguran, misalnya terhadap film kartun seperti Spongebob Squarepants, maka KPI juga bertanggung jawab untuk memberikan edukasi lebih kepada para orangtua anak-anak Indonesia.Karena pada dasarnya orangtua sangat bertanggung jawab atas tontonan yang bisa dinikmati oleh anaknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8yOC82LzExNzUwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu KPI yang harus dilakukan jangan cuma membuat larangan tapi dia tidak melakukan pendidikan terhadap orangtua. Kan yang langsung berhubungan dengan anak-anak itu orangtua,&quot; tegasnya.
Baca Juga: Stephen Hillenburg Meninggal Dunia, Netizen Gelar &quot;Tahlilan&quot; di Bikini Bottom
Lukman Sardi sendiri lebih menerapkan sensor mandiri terhadap anak-anaknya. Ia biasanya menjelaskan kepada anak-anaknya apa saja tontonan yang boleh dan sebaiknya tidak disaksikan oleh mereka. Cara ini dianggap lebih efektif dalam mendidik anak-anaknya agar tidak menonton konten yang tidak diinginkan.</description><content:encoded>JAKARTA - Belum lama ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur beberapa program televisi, termasuk salah satunya adalah film Spongebob Squarepants. Teguran KPI ini menuai banyak pro dan kontra di masyarakat.
Baca Juga: BCL dan Suami Pamer Foto Ciuman, Warganet Salfok pada Aming
Lukman Sardi, pelaku di industri hiburan baik film dan televisi, mengaku bingung mengapa film kartun seperti Spongebob Squarepants mendapatkan teguran. Padahal Spongebob sudah mewarnai dunia layar kaca Indonesia sejak lama.

&quot;Itu juga saya bingung, itu ada dari dulu Spongebob. Spongebob bukan baru muncul sekarang ya kan,&quot; kata Lukman saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019).

Lukman Sardi menyarankan agar KPI lebih jelas dalam memberikan sebuah teguran. Jika pun harus ada teguran, misalnya terhadap film kartun seperti Spongebob Squarepants, maka KPI juga bertanggung jawab untuk memberikan edukasi lebih kepada para orangtua anak-anak Indonesia.Karena pada dasarnya orangtua sangat bertanggung jawab atas tontonan yang bisa dinikmati oleh anaknya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOC8xMS8yOC82LzExNzUwNC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
&quot;Itu KPI yang harus dilakukan jangan cuma membuat larangan tapi dia tidak melakukan pendidikan terhadap orangtua. Kan yang langsung berhubungan dengan anak-anak itu orangtua,&quot; tegasnya.
Baca Juga: Stephen Hillenburg Meninggal Dunia, Netizen Gelar &quot;Tahlilan&quot; di Bikini Bottom
Lukman Sardi sendiri lebih menerapkan sensor mandiri terhadap anak-anaknya. Ia biasanya menjelaskan kepada anak-anaknya apa saja tontonan yang boleh dan sebaiknya tidak disaksikan oleh mereka. Cara ini dianggap lebih efektif dalam mendidik anak-anaknya agar tidak menonton konten yang tidak diinginkan.</content:encoded></item></channel></rss>
