<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terlalu Cabul, Malaysia Larang Penayangan Film Hustlers</title><description>&amp;ldquo;Terlalu banyak adegan cabul di Hustlers. Film ini tidak layak tayang di Malaysia,&quot; kata Mohamad Zamberi Abdul Aziz.</description><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108280/terlalu-cabul-malaysia-larang-penayangan-film-hustlers</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108280/terlalu-cabul-malaysia-larang-penayangan-film-hustlers"/><item><title>Terlalu Cabul, Malaysia Larang Penayangan Film Hustlers</title><link>https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108280/terlalu-cabul-malaysia-larang-penayangan-film-hustlers</link><guid isPermaLink="false">https://celebrity.okezone.com/read/2019/09/23/206/2108280/terlalu-cabul-malaysia-larang-penayangan-film-hustlers</guid><pubDate>Selasa 24 September 2019 07:10 WIB</pubDate><dc:creator>Lintang Tribuana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/09/23/206/2108280/terlalu-cabul-malaysia-larang-penayangan-film-hustlers-ivQgPA3F9G.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Poster Film Hustlers. (Foto: STXFilms)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/09/23/206/2108280/terlalu-cabul-malaysia-larang-penayangan-film-hustlers-ivQgPA3F9G.jpg</image><title>Poster Film Hustlers. (Foto: STXFilms)</title></images><description>KUALA LUMPUR - Pada 20 September 2019, Malaysia resmi mencekal  penayangan film Hustlers. Lembaga Sensor Film Malaysia menilai, film terbaru Jennifer Lopez itu penuh dengan adegan tak senonoh yang seharusnya tidak  ditonton masyarakat luas.
Pencekalan itu, kemudian diumumkan Square Box Pictures, distributor film Hustlers di Malaysia lewat Instagram. &quot;Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para penggemar, media, dan rekan kerja atas pencekalan ini,&amp;rdquo; ujar perusahaan itu dalam unggahannya.
&amp;nbsp;
Dalam wawancaranya bersama AFP, Kepala Lembaga Sensor Film Malaysia, Mohamad Zamberi Abdul Aziz menjelaskan alasan mereka mencekal film tersebut. &amp;ldquo;Terlalu banyak adegan cabul di dalamnya. Hustlers tidak layak tayang di Malaysia,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip dari AsiaOne, Senin (23/9/2019).
Dia menambahkan, &amp;ldquo;Anda bisa melihat payudara perempuan dan bagian vital pria secara jelas dalam film tersebut. Selain itu, terlalu banyak adegan tarian erotis dan penggunaan obat-obatan terlarang dalam Hustlers.&amp;rdquo;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8xMy8yMi8xMDUyNjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Bersama J.Lo, Cardi B Akan Jadi Penari Telanjang dalam Hustlers&amp;nbsp;

Pencekalan tersebut membuat penayangan film&amp;nbsp;Hustlers&amp;nbsp;yang seharusnya dijadwalkan pada 19 September 2019 di Malaysia, urung dilakukan. Sebagai negara dengan masyarakat mayoritas beragama Islam, pencekalan seperti ini memang bukan hal aneh.

Sebelum&amp;nbsp;Hustlers, Malaysia juga melarang penayangan&amp;nbsp;The Shawshank Redemption&amp;nbsp;dan film anak-anak&amp;nbsp;Barney's Great Adventure. Sementara pada awal 2019, Lembaga Sensor Film Malaysia juga membuang adegan bercinta sesama jenis dalam film&amp;nbsp;Rocketman.Meski dicekal, namun pecinta film Hollywood di Malaysia tak kehilangan akal. Bahkan seorang&amp;nbsp;netizen&amp;nbsp;Malaysia mengaku, rela merogoh kocek dalam untuk menonton&amp;nbsp;Hustlers&amp;nbsp;di negara tetangga.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak masalah. Aku akan menonton Hustlers di Indonesia atau Singapura saja,&amp;rdquo; ujar seorang warganet. Sementara lainnya menuliskan, &amp;ldquo;Kenapa Lembaga Sensor Film Malaysia harus melakukan ini? Memalukan!&amp;rdquo;
Film&amp;nbsp;Hustlers&amp;nbsp;yang dipenuhi para aktris ternama itu berkisah tentang sekelompok penari telanjang yang &amp;lsquo;merampok&amp;rsquo; para pria kaya. Perempuan-perempuan itu akan mencekoki pria kaya itu dengan alkohol, sebelum menguras rekening tabungan mereka.*
Baca juga:&amp;nbsp;BCL dan Suami Pamer Foto Ciuman, Warganet Salfok pada Aming</description><content:encoded>KUALA LUMPUR - Pada 20 September 2019, Malaysia resmi mencekal  penayangan film Hustlers. Lembaga Sensor Film Malaysia menilai, film terbaru Jennifer Lopez itu penuh dengan adegan tak senonoh yang seharusnya tidak  ditonton masyarakat luas.
Pencekalan itu, kemudian diumumkan Square Box Pictures, distributor film Hustlers di Malaysia lewat Instagram. &quot;Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan para penggemar, media, dan rekan kerja atas pencekalan ini,&amp;rdquo; ujar perusahaan itu dalam unggahannya.
&amp;nbsp;
Dalam wawancaranya bersama AFP, Kepala Lembaga Sensor Film Malaysia, Mohamad Zamberi Abdul Aziz menjelaskan alasan mereka mencekal film tersebut. &amp;ldquo;Terlalu banyak adegan cabul di dalamnya. Hustlers tidak layak tayang di Malaysia,&amp;rdquo; ujarnya seperti dikutip dari AsiaOne, Senin (23/9/2019).
Dia menambahkan, &amp;ldquo;Anda bisa melihat payudara perempuan dan bagian vital pria secara jelas dalam film tersebut. Selain itu, terlalu banyak adegan tarian erotis dan penggunaan obat-obatan terlarang dalam Hustlers.&amp;rdquo;
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxNy8xMS8xMy8yMi8xMDUyNjYvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Baca juga:&amp;nbsp;Bersama J.Lo, Cardi B Akan Jadi Penari Telanjang dalam Hustlers&amp;nbsp;

Pencekalan tersebut membuat penayangan film&amp;nbsp;Hustlers&amp;nbsp;yang seharusnya dijadwalkan pada 19 September 2019 di Malaysia, urung dilakukan. Sebagai negara dengan masyarakat mayoritas beragama Islam, pencekalan seperti ini memang bukan hal aneh.

Sebelum&amp;nbsp;Hustlers, Malaysia juga melarang penayangan&amp;nbsp;The Shawshank Redemption&amp;nbsp;dan film anak-anak&amp;nbsp;Barney's Great Adventure. Sementara pada awal 2019, Lembaga Sensor Film Malaysia juga membuang adegan bercinta sesama jenis dalam film&amp;nbsp;Rocketman.Meski dicekal, namun pecinta film Hollywood di Malaysia tak kehilangan akal. Bahkan seorang&amp;nbsp;netizen&amp;nbsp;Malaysia mengaku, rela merogoh kocek dalam untuk menonton&amp;nbsp;Hustlers&amp;nbsp;di negara tetangga.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tak masalah. Aku akan menonton Hustlers di Indonesia atau Singapura saja,&amp;rdquo; ujar seorang warganet. Sementara lainnya menuliskan, &amp;ldquo;Kenapa Lembaga Sensor Film Malaysia harus melakukan ini? Memalukan!&amp;rdquo;
Film&amp;nbsp;Hustlers&amp;nbsp;yang dipenuhi para aktris ternama itu berkisah tentang sekelompok penari telanjang yang &amp;lsquo;merampok&amp;rsquo; para pria kaya. Perempuan-perempuan itu akan mencekoki pria kaya itu dengan alkohol, sebelum menguras rekening tabungan mereka.*
Baca juga:&amp;nbsp;BCL dan Suami Pamer Foto Ciuman, Warganet Salfok pada Aming</content:encoded></item></channel></rss>
